Hello! My Prince

Hello! My Prince
24. Galaunya Floren


__ADS_3

"Peraih posisi pertama adalah kelas ilmu komputer! Silahkan perwakilan maju kedepan." Ucap MC membuat Floren tersenyum bangga karena akhirnya bisa menepati janjinya.


Diatas panggung Catryn menahan malu sekaligus kesal, dia menatap ke arah Floren yang akan berjalan mendekatinya. Dia ingin menyandera kaki Floren.


"Aw!" Seru Catryn saat kakinya diinjak oleh Floren


"Ow maaf, aku tidak melihat jika ada kakimu." Ucap Floren pura-pura terkejut


"Dan juara kedua diraih oleh kelas MBA!" Seru MC lagi membuat Catryn tetap di tempat dengan Floren yang tersenyum mengejek.


"Juara ketiga diraih kelas humaniora!" Ujar MC, selanjutnya pemberian hadiah yang akan diberikan oleh kepala sekolah yaitu Mr. Rawson.


Setelah itu, semua peserta langsung kembali dan diberi waktu untuk membahas perlombaan selanjutnya.


Saat perlahan turun dari stage, Catryn sengaja mendorong Floren agar terjatuh. Tapi nyatanya Floren menyadari akan hal itu dan menoleh ke arah Catryn yang sudah mengangkat kedua tangannya.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Floren sedangkan Catryn sudah gelagapan karena tercyduk.


"Apa yang aku lakukan? Aku ingin mendorongmu!" Kata Catryn mendorong Floren.


Bruk


"Floren! Apa yang kau lakukan!" Seru Catryn saat tubuhnya menubruk lantai marmer. Floren menutup mulutnya sembari tertawa.


"Oh my god! Apa yang kau lakukan, Shapeshifter?" Ujar Floren, tak lama setelah itu Kelvin datang dan membopong tubuh Catryn. Akhirnya itu tidak lepas dari penglihatan Floren.


Floren tidak menyukai itu, dia bisa melihat Catryn memberikan senyuman mengejek ke arah Floren saat dalam gendongan Kelvin. Floren langsung pergi begitu saja.


Srek


"Siapa disana?" Tanya Floren saat mendengar suara ranting terpijak. Di taman ini sangat rindang, ada beberapa pohon besar yang membuat suasana sejuk tapi karena sekarang musim gugur. Dedaunan itu mulai rontok.

__ADS_1


Floren mendekat ke arah suara. Seketika seseorang muncul di hadapannya dengan menggunakan kacamata hitam. Floren terkejut dan mundur beberapa langkah.


"Kau? Apa kau nona muda?" Tanya orang itu sembari melepas kacamatanya. Floren menghembuskan napasnya sepertinya kali ini dia tidak bisa menghindar.


"Ian, bagaimana kau bisa disini?" Tanya Floren


"Nona, kau membuat kami semua khawatir." Kata Ian, Floren mengajak Ian untuk duduk di bangku. Dia bertanya bagaimana bisa Ian sampai di sekolahnya. Sedangkan Ian hanya menjawab karena pelacaknya menunjukkan tempat ini.


"Aku tahu, kau bisa melacak ku karena black card. Jika tidak, sepertinya aku tidak ditemukan." Kata Floren


"Hahaha, tentu saja nona. Sekarang aku bisa langsung menemukanmu. Bukankah itu gaun kesukaanmu? Hanya kau yang memiliki gaun itu." Kata Ian, Floren baru menyadari. Gaun yang dikenakannya adalah gaun kesukaannya dan hanya dia sendiri yang merancang nya saat di Inggris. Hanya Ian yang selalu dekat dengannya, dan mengetahui apa yang dia suka maupun tidak suka.


"Aku mohon jangan beritahu siapapun tentang ini, terutama ayah dan ibu. Apa mereka mencariku? Mengapa ada berita di televisi?" Ujar Floren


"Sebenarnya, saat itu nona Janet juga menghilang. Tuan dan nyonya sangat khawatir, sehingga mereka mengumumkannya pada publik." Kata Ian tidak enak hati

__ADS_1


"Oh begitu, mengapa kau mencariku?" Tanya Floren tanpa ekspresi.


"Sebenarnya nona, kita diperintahkan oleh tuan untuk mencarimu. Dia ingin membicarakan suatu hal denganmu setelah beberapa hari kau menghilang." Kata Ian


__ADS_2