Hello! My Prince

Hello! My Prince
39. Petunjuk awal


__ADS_3

Floren sudah kembali, Ian dan Joey yang melihat seorang wanita mendekatinya langsung berdiri tegap.


"Apa kalian menjalankan tugas dengan baik?" Tanya Floren


"Tentu saja" Jawab Ian dan Joey


Semuanya langsung memasuki mobil dan bergegas kembali ke rumah Anne. Sampai disana, Floren langsung disambut dengan pelukan hangat dari Anne.


"Aku sangat merindukanmu. Apa kau baik-baik saja?" Ujar Anne


"Tenanglah Anne, seharusnya aku yang berkata seperti itu. Apakah kau baik-baik saja?" Tanya Floren


"Aku sangat baik" Kata Anne


"Joey, kita bisa bicarakan ini di dalam." Kata Floren membuat Joey dan Ian mengerti. Anne yang tidak mau mengganggu urusan mereka memilih membuat kue untuk tokonya.


"Selama 5 tahun yang lalu, aku masih bersama Janet. Dia adalah mantan pacarku, saat itu aku mengenalnya dengan gadis yang baik. Tapi pemikiran itu mendadak berubah saat kematian ibunya. Membunuh kedua orang tuaku dan mengambil seluruh harta milikku. Dia pergi ke Inggris dan entah bagaimana bisa menjadi anggota kerajaan. Hanya itu yang aku tahu." Jelas Joey


"Karena dia mempengaruhi ayahku. Dia setiap hari memberi obat pengaruh pada minuman ataupun makanan ayahku. Aku mengetahuinya sejak kembali ke Inggris. Apa kau tahu seseorang yang dekat dengan Janet?" Tanya Floren

__ADS_1


"Dulu aku mengetahui bahwa dia tinggal bersama ibu dan juga neneknya. Nenek Liye, dia tinggal di Texas." Ujar Joey kembali mengingat saat dirinya bermain ke rumah Janet.


"Dimana ayahnya?" Tanya Floren


"Selama aku berpacaran dengannya, aku belum pernah melihat ayahnya. Ayahnya adalah seorang prajurit, tunggu! Bukankah kau putri kerajaan? Seharusnya kau tahu siapa prajurit itu." Kata Joey


"Oh ayolah, prajurit disana sangat banyak. Mana mungkin kami hafal" Kata Ian yang sedari tadi hanya menyimak.


"Aku rasa aku tahu siapa yang bisa dihubungi. Tapi sebelum itu, sepertinya kita harus mencoba menemui nenek Janet. Kau masih ingat tempatnya kan?" Kata Floren


"Sepertinya aku masih ingat. Memangnya kapan kita akan menemuinya?" Kata Joey


"Sekarang kita harus sekolah, mana bisa tidak masuk." Kata Ian


"Baiklah" Ujar keduanya yang hanya bisa menurut.


Mereka membicarakan masalah itu hingga larut malam. Floren menyuruh Ian dan Joey untuk menginap di rumah Anne. Ian dan Joey berada pada satu kamar tamu.


"Kau tidur di sofa, dan aku tidur di kasur." Kata Ian merebahkan dirinya dikasur.

__ADS_1


"Tidak bisa! Kau yang harus tidur di sofa. Aku inikan masih kecil, kau seharusnya mengalah." Kata Joey mendorong Ian hingga terjatuh.


Bruk


"Aw! Kau ini tidak sopan sekali denganku. Aku adalah bos jadi kau harus menurut." Kata Ian kembali menaiki kasur dan mendorong Joey hingga terjungkal ke lantai.


Semakin lama amarah kedua memuncak, mereka berakhir dengan saling mendorong dengan melemparkan bantal. Kejadian itu berlangsung hingga kurang lebih 15 menit. Floren yang mendengar suara ramai di kamar sebelahnya langsung saja pergi melihat.


Terlihatlah dua orang yang sedang mengacaukan kamar. Saat mendengar suara pintu terbuka, keduanya menoleh dan langsung berhenti.


"Ini kah yang kalian lakukan selama aku tidak ada?" Ujar Floren


Ian yang melihat ada Floren langsung melepaskan selimut yang menjadi perkelahian, seketika membuat Joey langsung terjatuh.


"Ian! Kau ini menyebalkan sekali, tubuhku rasanya remuk kau banting dua kali." Kata Joey mengusap pantatnya yang baru saja mencium lantai.


"Cepatlah tidur, aku akan menunggu sampai kalian tertidur." Kata Floren


Keduanya menurut dan langsung tidur diatas kasur sembari memejamkan matanya. Beberapa menit kemudian, barulah pintu tertutup.

__ADS_1


"Baru pertama kali aku tidur bersama seorang wanita jadi-jadian sepertimu." Ujar Ian membuka matanya. Sedangkan yang diajak bicara sudah tertidur pulas.


"Joey! Kau sama menyebalkannya!" Geram Ian kemudian menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


__ADS_2