
"Ah! akhirnya aku bisa mendapatkan tempat tinggal. Maafkan aku ayah, aku melanggar perintahmu" gumam Floren sembari merebahkan dirinya di kasur.
Lebih baik dirinya membersihkan diri dan menemui Bibi Anne. Baju yang dibawanya hanya beberapa saja, dan kebanyakan adalah dress. Sepertinya Floren akan mencari kerja lain selain menjaga toko kue.
"Bibi Anne, apa yang sedang kau lakukan?" tanya Floren melihat Anne yang sedang mengambil beberapa bahan makanan dari dalam kulkas.
"bisa kah kau membantuku membuat makanan untuk makan malam?" ujar Anne membuat Floren terdiam. Dirinya bahkan tidak pernah memasak, setiap dirinya akan memasak pasti Yose selalu tidak mengizinkan.
"Maaf Bibi, tapi aku tidak bisa memasak" kata Floren malu karena dirinya sudah dewasa tapi belum bisa memasak.
"Benarkah? ya sudah kau duduk saja. Aku akan memasakkan sesuatu" ujar Anne
"Tidak Bibi, biarkan aku memasak. Boleh, Bibi mengajariku memasak?" kata Floren ragu, Anne menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"yey! apa yang akan kisa masak?" kata Floren
"apa kau menyukai sup ayam? aku akan membuatkannya" kata Anne
"sepertinya enak, aku akan melakukan sesuai perintahmu" kata Floren mengenakan celemek seperti yang dipakai Anne
Keduanya mulai menyiapkan bahan yang akan digunakan seperti daging ayam yang merupakan bahan utama. Lalu sayuran yang menjadi bahan pelengkapnya.
__ADS_1
Floren mencoba memotong wortel seperti yang sudah Anne ajarkan. Biarpun tidak sebagus potongan Anne, setidaknya enak dipandang. Beberapa menit berlalu akhirnya Floren selesai memotong wortel.
"Aku sudah memotong wortel, selanjutnya aku akan memotong apa lagi?" ujar Floren menyerahkan potongan wortel yang dia masukkan kedalam mangkuk pada Anne.
"Cuci daging ayam sampai bersih lalu letakkan di piring lebih dulu" kata Anne yang langsung dilakukan oleh Floren.
Selama mencuci daging ayam, Floren teringat dengan ibunya. Floren selalu berharap bisa masak bersama di dapur. Tapi, keinginannya tidak terpenuhi karena saat itu dirinya masih terlalu kecil untuk berlatih memasak. Dan semenjak dirinya dimasukkan ke dalam sekolah, dirinya hanya perlu difokuskan untuk belajar. Tidak sedikit pun dia mendapatkan kebebasan.
Tak sadar Floren melamun sehingga air yang mengalir terbuang sia-sia jika Anne tidak memperingatinya.
"Floren! kau membuang air dengan percuma" kata Anne membuat Floren tersadar dan langsung kembali membersihkan daging ayamnya.
"Tidak apa-apa, lagipula apa yang sedang kau pikirkan sehingga tidak fokus dengan kerjaanmu?" ujar Anne
"Aku hanya teringat dengan ibuku saja. Baiklah jika sudah dicuci, akan diapakan lagi dagingnya?" kata Floren mengalihkan pembicaraan. Floren tidak ingin orang lain mengetahui identitasnya.
"aku akan memotongnya dan kau kemari, campurkan sayuran nya" kata Anne
Tak lama setelah itu masakan mereka sudah jadi. Anne meletakkannya di atas meja dan Floren yang menyiapkan alat makan untuk mereka berdua.
Keduanya menikmati makanan masing-masing, Floren merasa bangga karena rasa sup nya benar-benar nikmat. Di habiskan nya seluruh sup yang ada di dalam mangkuk.
__ADS_1
"menikmati makanannya, heuh?" kata Anne yang melihat Floren begitu lahap memakan sup.
"Sup nya benar-benar enak, lain kali Aku akan membuatnya sendiri. Ups! sepertinya aku kelewatan" kaya Floren menutup mulutnya saat melihat sup di dalam mangkuk sudah habis.
"tidak apa-apa lagipula aku juga sudah memakannya." kata Anne
"Apa Bibi tinggal sendirian?" tanya Floren
"Ya seperti yang kau lihat, tidak ada siapapun selain kita. Keluargaku mengalami kecelakaan dua tahun yang lalu. Setelah itu aku pergi ke Inggris untuk menemui ibu mertuaku, Dan baru kembali sekarang" kata Anne
"Oh maaf, aku tidak mengetahuinya" kata Floren tak enak hati sudah mengungkit luka dihati Anne.
"Apa kau mau manjadi putriku? selama kau tinggal disini" kata Anne membuat Floren terkejut.
"boleh saja, lalu aku akan memanggilmu dengan sebutan apa? jika aku memanggilmu ibu itu sama saja dengan ibu kandungku. Dan aku tidak ingin menduakannya." ujarnya memegang sendok erat.
"terserah kau saja, kau bisa memanggilku Mama" kata Anne
"baiklah, Mama. Mulai hari ini kau anggap aku sebagai anakmu dan aku menganggapmu sebagai Mama ku." kata Floren
Floren langsung mencuci piringnya sekaligus melatih diri untuk hidup mandiri. Selama di mansion, dirinya tidak di perbolehkan melakukan apapun yang sekiranya termasuk pekerjaan pelayan.
__ADS_1