Hello! My Prince

Hello! My Prince
40. Perlawanan


__ADS_3

Mobil berwarna hitam melaju membelah jalanan. Di dalamnya ketiga orang saling berbincang-bincang dengan suara musik yang mengalun.


"Ian, tidak bisakah kau mengganti musik ini." Kata Joey


"Aku tidak bisa, hey! Jangan menggantinya." Kata Ian yang melihat Joey mengganti musik kesukaannya.


"Kalian ini selalu saja berdebat. Biar aku sa- aw! Tidak bisakah kau menyetir dengan benar!" Seru Floren saat tubuhnya hampir saja terperosok ke depan.


"Maaf nona, tapi ada orang-orang yang berdiri di tengah-tengah jalan." Kata Ian


"Hey! Kalian yang ada di dalam cepatlah keluar. Jika tidak kamu akan menghancurkan mobil ini!" Seru orang itu menggedor kaca mobil disamping Ian.


"Biar aku tangani ini" Ujar Ian yang akan keluar tapi langsung di cegah oleh Floren


"Jangan, kau percaya padaku kan? Sekarang kita tukar posisi. Aku yang akan menyetir." Kata Floren langsung berpindah dengan Ian.


"Apa kau yakin? Mengapa kau menyuruh Ian pindah?" Tanya Joey


"Diam saja, aku tahu bagaimana cara menangani ini." Kata Floren yang langung memanaskan mobilnya sehingga terdengar suara yang keras.

__ADS_1


"Pegangan dan jangan lupa untuk menggunakan sabuk pengaman." Kata Floren langsung menginjak gas membuat mobil mundur seketika dan langsung menghindari orang-orang itu yang terkejut.


"Nona! Apa kau gila! Oh my god, aku sudah tidak tahan dengan ini. Pelan kan mobilnya!" Seru Joey membuat Ian menutup telinga nya.


"Hentikan omong kosongmu! Kita sedang dikejar" Ucap Ian


Ternyata orang-orang mengejarnya dan tidak mau menyerah. Baiklah, Floren akan terus melakukan mobilnya hingga sampai di Texas, jika orang-orang itu masih mengejarnya. Maka, dia harus mengambil resiko.


Floren tidak boleh lengah sedikitpun, dia harus bisa menghindari mereka.


Dor


Suara tembakan terdengar, dan lagi-lagi terdengar. Floren terpaksa menghentikan mobilnya, dan mereka sudah di kepung. Floren keluar dari mobil, begitupun dengan yang lain.


"Aku ingin kalian semua mati" Ucap salah satu dari mereka. Floren melihat enam orang yang mengepung mereka.


"Ian, Joey, kita harus selesaikan ini. Untukmu Joey,  berusahalah." Kata Floren


Bugh!

__ADS_1


Suara pukulan terdengar ngilu, itu Ian yang memukul perut salah satu dari mereka. Ketiganya langsung melawan. Terjadilah pertarungan yang sengit lagi. Kali ini bisa dipastikan sangat ngeri karena dari mereka ada yang membawa pistol maupun pisau.


Foren tidak segan-segan memukul orang itu hingga terjatuh.


"Joey!" Seru Floren saat melihat Joey terjatuh dengan muka yang lembam. Floren yakin, Joey tidak sekuat Ian karena ini baru pertama kalinya Joey bertarung melawan orang banyak.


"Tidak apa nona, aku baik-baik saja" Kata Joey berusaha berdiri tapi orang itu berhasil memukulnya hingga dirinya kembali tersungkur.


"Joey-ugh!" Teriak Floren terkejut saat perutnya merasa ngilu. Disusul dengan suara Ian.


"Nona Shalyn!" Seru Ian melihat seseorang berhasil menusuk perut Floren dengan pisau. Floren mencabut pisau itu, mengabaikan rasa sakit dan langsung menusuk orang-orang yang melawannya.


Disaat semua orang itu sudah terkapar, kini dirinya mendekati salah satu dari mereka dan mencengkram dagunya.


"Siapa yang menyuruh kalian?" Tanya Floren dengan suara tegas. Orang itu masih saja tidak berbicara, Floren menyayat lengan orang itu membuatnya berteriak kesakitan.


"Cepat jawab atau aku akan membunuhnya detik ini juga." Ancam Floren mengangkat pisau


"A-ampun nona, Nona ja-janet yang menyuruh kami." Kata orang itu mengaku lalu tak sadarkan diri.

__ADS_1


Floren mengepalkan tangannya dan mengambil kalung milik orang itu. Ian membantu Joey ke dalam mobil, Floren berjalan tertatih hingga masuk ke mobil.


Ian mengobati lukanya begitupun dengan Joey yang sudah sadar. Mereka semua terluka dan yang paling parah adalah Floren.


__ADS_2