
Pertama kali Floren memasuki WHS, sama saat dirinya mendaftar. Tapi, kali ini dirinya sangat menjadi pusat perhatian.
Floren menundukkan kepalanya untuk berpura-pura lugu. Jika tidak ada yang mengganggunya, dia pasti akan bersikap kalem. Tapi, jika ada yang mengganggunya jangan harap bisa hidup tenang. Karena Floren akan balik mengganggu orang itu sampai puas.
Sampai di kelasnya, Floren langsung menuju bangkunya yang berada di barisan ketiga. Floren melihat ada seorang wanita cupu yang sedang membaca buku.
"Hai" sapa Floren pada gadis itu yang kini menatap Floren dengan tatapan asing.
"siapa kau?" tanya gadis itu membenarkan letak kacamatanya.
"Aku siswa baru, boleh aku tau nama mu?" ujar Floren, gadis itu melongo ke arah Floren. Biasanya siswa baru akan diam dan tidak berani untuk berkenalan dulu. Tapi Floren dengan gampang langsung menyapanya.
"Carly Claw, apa kau siswa yang masuk dengan jalur beasiswa?" ujar Carly
"iya aku Floren Wilde. Senang bertemu denganmu, Cece. Namamu Carly Claw, right? aku akan memanggilmu Cece."kata Floren
"Bukan masalah" ujar Carly tersenyum dan melanjutkan membaca bukunya setelah Floren kembali ke tempatnya.
__ADS_1
Selama Profesor menerangkan materi, Floren dengan cepat menangkap materi yang diterangkan. Tiba-tiba perutnya sedikit sakit jadi dia meminta izin untuk pergi ke toilet.
"Sebagai siswa yang baru masuk sepertinya tidak-" byur
"berawal baik" lanjut Floren saat ada yang menyiramkan air menggunakan ember. Ternyata sama saja saat dirinya pertama kali memasuki Oxford.
Floren langsung keluar dari toilet untuk melihat siapa yang berani menyiramnya. Segerombolan wanita baru saja keluar dari bilik toilet di sebelahnya. Floren langsung menghadang gerombolan itu.
"Apa kau yang menyiramku?" tanya Floren
"Apa? menyiram mu? bagaimana menurutmu? bukankah kau ke kamar mandi untuk mandi" ujar orang itu yang terlihat paling tinggi diantara yang lain.
"Oh ya? jika begitu akupun akan membalas kalian sampai aku puas" ujar Floren lalu mengambil ember yang sempat dia isi setelah gerombolan itu menyiramnya.
Byur
Floren menyiram kedua wanita itu tanpa rasa takut. Ada satu wanita lagi, tapi Floren tidak menyiramnya karena orang itupun tidak membicarakan dirinya.
__ADS_1
Seluruh pakaian Floren basah dan dia tidak tahu harus bagaimana. Sepertinya saat istirahat nanti, dia akan pergi ke lapangan seraya berjemur.
"Floren, mengapa pakaianmu basah?" tanya Carly setelah profesor yang mengajar keluar.
"Aku disiram air oleh beberapa siswa saat di toilet. Oh iya, Carly apa kau mau menemaniku sekarang ke lapangan untuk mengeringkan bajuku." kata Floren
Carly yakin bahwa Floren berteman dengannya tulus, dia menemani Floren yang duduk di bangku. Tak banyak siswa yang berada disana karena cuaca yang bisa dibilang panas.
"Apa ini ulah dari Catryn?" tanya Carly
"Siapa dia? aku tidak tahu" ujar Floren
"Disini biasa ada bullying untuk siswa baru. Aku yakin tidak hanya kau saja yang dibully, pasti siswa baru yang lain juga. Dia selalu bersikap semena-mena karena keluarganya termasuk donatur dari kampus ini." jelas Carly
"huh! sombong sekali dia. Jika aku pemilik kampus ini tidak akan aku biarkan ada aksi seperti ini. Biarpun dia membully ku, aku akan balas membully nya." kata Floren
"Kau berani dengannya? aku kira tidak ada yang berani dengannya." kata Carly
__ADS_1
"Tentu saja aku berani! aku tidak akan membiarkan diriku ditindas tanpa perlawanan!" ucap Floren menggebu-gebu