Hello! My Prince

Hello! My Prince
30. Tidak berdaya


__ADS_3

Sampai di rumah Anne, ketiganya langsung masuk ke rumah. Anne yang sedang menonton televisi terkejut mendengar bunyi pintu yang terbuka. Lebih terkejutnya lagi, melihat Floren dalam keadaan terluka dan orang asing yang bersama Ian.


"Flo, apa yang terjadi denganmu?" Tanya Anne khawatir. Tapi Floren yang memiliki watak keras hanya melihat Anne saja dan langsung ke kamarnya untuk membersihkan lukanya.


Anne yang akan menyusul mendadak berhenti saat Ian menarik tangannya. Mencegah agar Anne menemui Floren dalam keadaannya yang sekarang.


"Bibi, biarkan saja. Aku yakin tidak ada sesuatu terjadi pada nona." Ujar Ian


"Tapi aku harus membersihkan lukanya, Jika tidak pasti akan infeksi." Kata Anne


"Yakinlah padaku, nona akan baik-baik saja. Jika kau menemuinya sekarang, itu akan menambah masalah. Biarkan dia melakukan ini sendiri." Kata Ian


Anne menuruti perkataan Ian karena dia yakin Ian adalah orang yang mengerti Floren. Ketiganya berada di ruangan tamu dalam keadaan hening. Tidak ada yang membuka perkataan sebelum Anne.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Ceritakan padaku." Kata Anne menatap dua pemuda yang ada di hadapannya.


"Ini semua salahku, aku membiarkan nona melawan pria itu sendirian." Kata Joey menyesal dan menyalahkan dirinya.

__ADS_1


"Mengapa kau tidak membantunya? Bukankah kau ini pria!" Kata Ian tajam, dia sudah ditugaskan untuk menjaga Floren tapi karena keteledoran Joey, Floren terluka dan itu membuat Ian hanya bisa diam nantinya.


"Aku tidak bisa bertarung, Maafkan aku." Kata Joey, saat itu juga Floren keluar dengan perban dikepalanya. Semuanya hanya bisa diam saat melihat ekspresi Floren yang sangat dingin.


"Maafkan aku." Cicit Joey membuat Floren menatapnya. Dia tidak seharusnya menyalahkan Joey tapi dirinya sendiri yang lengah. Dia menghembuskan napasnya.


"Ian" Panggil Floren membuat Ian merinding sendiri mendengarnya. Ian berdiri dengan kepala menunduk.


"Maaf nona, saya tidak menjaga anda dengan baik." Kata Ian


"Baik nona" Ucap Joey dan Ian bersamaan


"Dan lusa, kalian bisa masuk ke kampusku. Aku sudah mendaftarkan kalian, tidak ada bantahan." Kata Floren kemudian masuk lagi ke dalam kamar.


Ian hanya pasrah, dia tidak bisa melawan perintah Floren. Kalaupun melawan dirinya juga akan dipastikan kalah. Ian dan Joey berpamitan pulang pada Anne. Tapi sebelum itu, mereka membicarakan sesuatu.


"Bibi, aku berpesan padamu. Jangan mulai berbicara dengan nona Floren jika bukan nona sendiri yang berbicara." Kata Ian

__ADS_1


"Memangnya kenapa?" Tanya Anne yang belum mengetahui karakter asli Floren.


"Jika nona sudah bersikap seperti ini, tidak ada yang berani mengajaknya berbicara. Nona sedang dalam mood buruk dan itu bisa mempengaruhi orang-orang disekitarnya." Kata Ian


"Baiklah, Terima kasih sudah menolong Floren." Kata Anne


"Itu memang tugasku." Kata Ian lalu masuk ke dalam mobil bersama Joey.


Kali ini perjalanan ke apartemen Ian ditemani keadaan yang sunyi. Tidak ada yang mau membuka pembicaraan seperti sebelumnya. Sungguh Joey sangat bersalah dan dia berjanji pada dirinya sendiri akan berlatih bela diri bersama Ian dengan serius.


'Joey! Kau ini sangat memalukan. Memintanya untuk menjadi majikan tapi tidak bisa melindunginya. Kau itu payah' batin Joey memarahi dirinya sendiri.


"Kenapa kau pergi tidak bilang padaku?" Tanya Ian mencairkan suasana.


"Aku hanya ingin berjalan-jalan." Kata Joey, Ian melemparkan ponselnya ke arah Joey.


"Catat nomorku supaya kau mudah menghubungiku." Ujar IanĀ 

__ADS_1


__ADS_2