
Floren yang sudah sampai di Inggris langsung pergi ke mansion. Banyak pelayan dan juga bodyguard yang menyambutnya saat masuk ke dalam.
"Semuanya kembali bekerja" Kata Floren dan perlahan semuanya kembali pada pekerjaan mereka masing-masing. Floren memilih untuk istirahat dikamarnya.
Tok tok tok
Floren menyuruh orang itu agar segera masuk dan meletakkan makanannya. Yose yang melihat nona mudanya seperti sekarang hanya bisa diam. Dia tahu bagaimana karakter dari nona nya ini.
"Bibi Yose, selama aku tidak ada apa yang terjadi?" Tanya Floren
"Tidak terjadi apa-apa nona, hanya saja setelah nona menghilang. Nona Janet datang kesini yang berkata hanya ingin mampir sebentar." Kata Yose membuat Floren menghentikan aktivitas makannya.
"Dia masuk ke ruangan lain atau hanya di ruang tamu?" Tanya Floren
"Saya tidak sengaja melihat nona Janet keluar dari dapur." Kata Yose
__ADS_1
"Baiklah, aku sudah selesai makan. Kau bisa pergi" Ujar Yose dan kembali membawa piring berisi sisa makanan Floren.
Floren langsung pergi ke ruangan baca. Tapi saat melewati sebuah ruangan, dia melihat ada bayangan seseorang. Itu adalah ruangan dimana seluruh pusaka keluarga kerajaan disimpan. Walaupun tidak semuanya dan tidak se berharga di istana, setidaknya benda-benda disana sangatlah penting.
Rasa penasaran dan waspada semakin meningkat. Dia sudah memastikan bahwa kunci ruangan itu sangat rumit dan hanya anggota kerajaan saja yang bisa membukanya.
Dibukanya pintu itu yang ternyata seperti tidak dikunci. Padahal dirinya selalu menguncinya, setelah dibuka tidak ada siapapun di dalam. Tapi, dia melihat sebuah kotak yang didalamnya tersimpan cincin para pengawal. Floren mengepalkan tangannya dan berjalan keluar setelah mengunci ruangan itu.
"Keamanan seisir area!" Teriak Floren membuat semua orang terkejut dan seketika seluruh ruangan tertutup bahkan gerbang diluar langsung tertutup begitu saja. Mansion ini sangatlah megah dan canggih jadi jika ada pencuri yang masuk makan itu bukanlah pencuri biasa.
"Siapa yang sudah masuk ke dalam ruang pusaka?" Tanya Floren dengan nada mengintimidasi. Tidak ada yang berani menatap Floren.
"Aku yakin jika diantara kalian mengaku sekarang, aku tidak akan memberikan hukuman yang berat. Tapi, jika aku mengetahui sendiri maka orang itu tidak bisa lepas dari mautnya." Kata Floren
Salah satu pengawal maju ke hadapan Floren, dia menunduk takut. Biarpun Floren adalah gadis tapi dia memiliki kekuasaan.
__ADS_1
"Siapa yang sudah memberitahumu sandi itu?" Tanya Floren
"No-nona Janet" Ujar orang itu yang kini sudah gemetaran. Floren mengepalkan tangannya, dia sudah tahu hal ini pasti akan terjadi.
"Semuanya keluar kecuali kau!" Ujar Floren pada seluruh orang yang ada di dalam ruangan. Kini hanya ada mereka berdua, Floren berjalan mendekatinya dengan langkah santai namun pasti.
"Katakan padaku!" Tegas Floren
"Nona besar, maafkan saya. Saya diancam oleh nona Janet untuk mengambil cincin para pengawal. Aku tidak tahu untuk apa nona Janet meminta cincin itu. Jika aku tidak memberikannya maka keluargaku akan disiksa olehnya." Kata orang itu yang bersujud dikaki Floren.
"Bangun, aku tidak suka ada orang memohon di kaki ku. Kembalikan cincin itu padaku, maka aku akan melepasmu." Kata Floren mengulurkan tangannya.
"Ta-tapi nona bagaimana dengan keluargaku?" Kata orang itu
"Tenang saja, kau hanya perlu dipihakku. Akan aku pastikan keluargamu akan selalu aman. Tapi, jika kau berkhianat aku tidak segan-segan menghancurkan kalian semua." Kata Floren mengepalkan tangannya.
__ADS_1
"Ba-baik no-nona. Terima kasih" Kata orang itu lalu Floren menyuruhnya keluar. Floren sudah tahu pasti dalang dari semua ini adalah Janet.