
Sekembalinya dari Texas, Floren membawa nenek Liye untuk ikut dengannya. Floren harus mengumpulkan semua orang yang sudah berhubungan dengan Janet sebagai bukti kuat.
Floren ingin mengetahui kabar di Inggris, dia mengambil ponselnya yang berada di dalam tas dan memanggil menelpon Yose.
"Hallo bibi Yose, bagaimana kabarmu?"
"Hallo, Nona. Aku baik-baik saja, mansion juga aman."
"Aku ingin tahu tentang satu hal, apa bibi Yose tahu dimana Clone dipenjara? Kejadian lima tahun yang lalu."
"Oh nona, ada apa kau bertanya tentangnya. Jika yang mulia tahu, dia akan sangat marah."
"Aku mohon bantu aku mencarikan bukti. Ceritakan masalah 5 tahun yang lalu."
"Baiklah saat itu Clone adalah seorang prajurit, dia di tempatkan di ruangan kaisar Erico. Saat itu ada sebuah kejadian terjadi, dimana Clone yang tiba-tiba membunuh kaisar Eric. Sebelumnya tidak ada yang tahu, tapi setelah melihat adanya kalung di tangan Eric. Yang mulia Stevan mengetahui bahwa Clone yang sudah membunuh kaisar Eric. Dia ditempatkan di ruangan bawah tanah Istana. Tidak ada seorangpun yang bisa menemuinya selain yang mulai Stevan."
"Memangnya apa tujuan dia membunuh kakek?"
__ADS_1
"Clone sangat menginginkan jabatan yang tinggi, dan semakin lama keinginan untuk menjadi raja adalah ambisinya."
"Baiklah sepertinya aku tahu harus bagaimana. Terima kasih, bibi."
Floren menutup telponnya, dia memberitahu pada Joey dan juga Ian. Ternyata Ian tahu dimana tempat itu, tapi Ian memberitahu bahwa ruangan itu sangatlah ketat. Biarpun Clone sudah mati tapi tempat itu masih sangat dijaga ketat.
"Apa kita harus ke tempat itu?" Ujar Floren
"Sebaiknya jangan, yang mulia Stevan pasti akan sangat marah dan menganggap bahwa orang itu adalah orang yang bersekongkol dengan Clone." Jelas Ian
***
Keesokan harinya, Floren sudah kembali bersekolah. Floren tidak memberitahu Anne tentang keadaannya. Terkadang jika makan ataupun minum, pasti perutnya akan sedikit sakit.
Kini dirinya sudah pindah ke kelas MBA, dia ingin mempercepat study nya seperti saat di Inggris. Dengan masuk ke kelas MBA dirinya akan lulus dalam waktu dua tahun dengan gelar master.
Kelvin yang baru saja memasuki kelas langsung terpaku dengan seorang gadis yang kini menatapnya juga dengan senyuman.
__ADS_1
"Hello! My prince" Sapa Floren dengan senyuman mengembang. Ternyata dibelakang bangkunya adalah bangku milik Kelvin.
"Apa kau tidak merindukanku? Akhirnya kita jadi sering bertemu. Oh iya, besok awal musim semi. Apa kau mau bersamaku pergi ke Washington?" Kata Floren menghadap ke arah Kelvin
"Apakah hanya aku?" Tanya Kelvin membuat Floren terkekeh sembari mengangguk.
"Tidak" Jawaban Kelvin membuat Floren berhenti terkekeh dan menatap Kelvin datar.
"Aku memaksa, kau harus ikut denganku. Aku akan menjemputmu." Kata Floren dengan nada tegas setelah itu Ian dan Joey datang.
"Apa kau menjaganya dengan baik?" Tanya Floren pada Ian
"Tentu saja, sesuai perintahmu. Soal waktu itu" Kata Ian
"Tidak apa-apa, tolong jangan dibahas di sini." Ujar Floren membuat Ian hanya mengangguk saja.
Floren ingin pergi bersama Kelvin ke Washington untuk melihat mekarnya bunga Chery blossom. Dia tahu bahwa setiap musim semi pasti bunga Chery blossom akan mekar dan itu merupakan pemandangan yang indah.
__ADS_1