
Anne penasaran saat melihat mobil mewah terparkir di depan rumahnya, dia terkejut saat melihat Floren keluar dengan jalan sedikit tertatih. Anne yang berada di tokonya langsung keluar untuk melihat pengendara mobil itu. Khawatir jika terjadi sesuatu dengan Floren, dia langsung menutup tokonya dan segera menghampiri Floren.
“Apa yang terjadi denganmu?” Tanya Anne
“Hanya terkilir saja, lagipula tadi sudah dipijit.” Ujar Floren
“Syukurlah, lalu siapa yang mengantarmu pulang? Sepertinya bukan orang biasa.” Kata Anne menggoda Floren.
“Pangeran tampan berkuda hitam yang menolongku. Tidak dikatakan menolong juga bisa karena dialah penyebab kaki ku terkilir. Aku akan membersihkan tubuhku, cuaca hari ini membuatku ingin berendam air dingin.” Ujar Floren menuju kamarnya.
“Sejak kapan mobil berubah menjadi kuda, ada-ada saja anak itu” gumam Anne
Yang Floren lakukan adalah berdiam diri sejak tadi karena Anne tidak mengizinkannya untuk berjalan-jalan sekadar membantu.
__ADS_1
“Mama Anne yang cantik, biarkan aku membantumu. Aku tidak bisa berdiam diri seperti sekarang, aku tidak ingin seperti putri yang dilayani.” Kata Floren merengek pada Anne layaknya anak kecil yang meminta permen.
“Jika suasana hatimu menginginkan sesuatu kau menyebutku Mama Anne, disaat biasa saja kau memanggilku Anne. Bagus sekali kau merayu orang ya, tapi sayangnya kali ini aku tidak termakan rayuanmu. Tetaplah di kursi, jika kau melakukan sesuatu tanpa sepengetahuan ku, maka aku akan menyuruhmu untuk tetap dikamar sampai sembuh.” Peringat Anne
“Baik-baik aku menurut” kata Floren pasrah, dia tidak ingin berdiam diri ditempat. Dirinya tidak ingin kembali ke masa lalunya.
Anne berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan menyayangi Floren seperti anak kandungnya sendiri. Saat pertama kali melihat Floren, Anne merasakan ada sesuatu yang istimewa dalam diri Floren.
“Sepertinya kau besok tidak usah bekerja dulu” ujar Anne membuat Floren teringat akan kejadian tadi siang.
“Apa maksudmu? Apa kau tidak ingin bekerja lagi? Bukankah itu kemauanmu?” tanya Anne bertubi-tubi, Floren hanya menggelengkan kepalanya. Anne tahu, mungkin tidak ada yang beres jika dilihat dari raut wajah Floren.
“Atau kau itu dipecat?” tanya Anne ragu, Lagi-lagi Floren hanya menghembuskan nafasnya dan itu membuat Anne geram sendiri.
__ADS_1
“Flo, apa kau kekurangan oksigen? Yang kau lakukan sedari tadi menghembuskan nafasmu. Tidak bisakah kau menjawab perkataanku.” Kata Anne kesal
“Anne, kita harus menghembuskan nafas, jika tidak kita tidak akan bertahan hidup.” Kata Floren cekikikan melihat raut wajah Anne yang sedikit kesal.
"Lagipula, Anne. Yang kau katakan itu benar. Aku sudah dipecat tanpa sebab yang jelas. Aku hanya salah menyebut namanya saja." kata Floren
"Lalu, tadi siapa yang mengantarmu pulang? aku bertanya serius, Flo." kata Anne
"Tadi aku diantar oleh Kelvin, orang yang memecatku. Anne apa yang harus aku lakukan sampai musim panas berakhir? aku berencana bekerja disana sampai akhir musim panas lalu sekarang aku sudah di pecat!" seru Floren membuat Anne menutup telinganya.
"Apa! Tuan muda Kelvin maksudmu? ada apa dengannya? dia memecatmu kemudian mengantarmu pulang? aku pikir ini aneh" kata Anne
"Aneh? tentu saja tidak. Dialah yang membuat kaki-ku terkilir, dia mengantarku karena dia merasa bersalah denganku. Tidak ada hal lain selain itu." kata Floren
__ADS_1
"Mungkin memang seharusnya kau hanya membantuku saja." kata Anne membuat Floren murung, niatnya bekerja juga untuk mencari pengalaman.