Hello! My Prince

Hello! My Prince
33. Siswa baru gemparkan sekolah


__ADS_3

Sesuai yang Floren rencanakan, hari ini dia akan pulang ke Inggris. Sedangkan Ian dan Joey tetap berada di Amerika dan melanjutkan studinya.


Setelah kejadian itu, Ian dan juga Joey lumayan akrab. Hari ini keduanya datang bersama dan langsung memasuki kelasnya.


"Lihat! Apa mereka siswa baru?"


"Mereka tampan juga"


"Oh ternyata mereka anak MBA"


Banyak yang membicarakan mereka. Sudah menjadi sewajarnya siswa baru menjadi trending topic. Ian dan Joey memilih bangku yang bersebelahan.


"Ian, kau yakin nona akan masuk ke kelas ini?" Tanya Joey


"Tentu saja, dia sudah pindah kelas. Memilih kembali ke kelas MBA untuk mempercepat studinya." Kata Ian


Saat anggota MG masuk ke kelas, Ian dan Joey hanya diam saja. Biasanya jika ada siswa baru yang masuk kelas MBA harus menyambut anggota MG. Jika tidak makan harus mendapat konsekuensinya semacam pembullyan.


"Kau anak baru! Mengapa kau tidak menyambut kami." Ujar Catryn, tapi Ian dan Joey tetap diam di tempatnya.

__ADS_1


"Cih! Apa maksudmu? Memangnya kalian ini siapa? Bahkan kepala sekolah saja tidak masalah jika tidak disambut." Kini Joey yang berbicara


"Kau mau melawa kami ya!" Kata Thomas mencengkram baju Joey, Ian langsung berdiri dan menatap anggota MG dengan tajam, terutama ke arah Thomas.


"Lepaskan tanganmu! Kau tidak pantas menyentuhnya." Ucap Ian dingin


"Sebenarnya siapa kalian?" Tanya Kelvin santai


"Siapa kami itu tidaklah penting." Kata Ian


Kelvin baru menyadari bahwa orang dihadapannya ini adalah orang yang pernah beberapa kali menjemput Floren.


"Apa urusannya denganmu?" Ujar Ian acuh, dia tidak boleh memberitahu pada siapapun.


Karena tidak ingin memperpanjang, Kelvin menyuruh anggotanya untuk kembali ke bangku mereka masing-masing.


"Wanita itu selalu mengganggu nona, apa perlu kita mengganggunya?" Bisik Ian pada Joey


"Aku rasa jangan, nona tidak memberi perintah selain belajar. Aku tidak ingin mengambil resiko." Kata Joey yang sudah kapok dengan amarah Floren. Ian hanya terkekeh dan mengacungkan jempolnya tanda setuju dengan perkataan Joey.

__ADS_1


Istirahat berlangsung, Ian dan Joey lebih memilih berada di dalam kelas. Tidak ada siapapun disini kecuali mereka berdua.


"Jadi, apa kau mau menceritakan kisah nona?" Ujar Joey antusias, dia penasaran bagaimana sosok nona nya itu.


"Baiklah aku hanya akan bercerita ssedikit. Saat itu aku berumur 10 tahun, aku diberi amanah oleh ayahku sendiri untuk menjaganya. Bahkan sampai sekarang, aku tidak pernah tertarik dengannya. Aku selalu menganggap dia sebagai adik perempuan ku. Dia sosok yang tegas dan lembut. Apa kau tahu? Dia merupakan gadis yang tangguh. Kerasnya peraturan di keluarganya membuatnya tertekan dan memilih pindah ke mansion. Baiklah aku hanya bisa menjelaskan sampai disini saja." Kata Ian sedikit berbohong karena dia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya.


"Woah! Ternyata seperti itu. Katakan satu hal padaku. Apa benar dia seorang putri?" Tanya Joey membuat Ian terkejut. Langsung saja Ian menutup mulut Joey.


"Bagaimana bisa kau berpikiran seperti itu?" Tanya Ian pelan karena tidak ingin ada orang yang mengetahuinya.


"Jawab saja, apa menurutmu aku ingin menjadi bodyguard bukan karena aku tidak mengetahui identitas asli nya?" Kata Joey


"Apa kau mata-mata! Apa kau berusaha mengkhianati nona?" Kata Ian mengeraskan suaranya.


"Tidak, aku tidak ada niatan untuk mengkhianati. Tujuanku bukan untuk nona, tapi untuk Janet. Aku tahu sekarang dia menjadi anggota kerajaan Inggris." Kata Joey


"Bisa kau beritahu aku" Ujar Ian ingin jelas


"Tidak-tidak, biarkan aku memberitahu jika sudah ada nona saja." Kata Joey

__ADS_1


'Jadi dugaanku benar, Floren bukanlah gadis biasa' batin seseorang yang tak sengaja mendengar perbincangan mereka.


__ADS_2