
Setelah acara mengobrol dengan Ian, Floren kini kembali dalam pengawasan. Ian sudah berjanji tidak akan memberitahu siapapun keberadaan Floren.
Kini juga Floren meminta Ian untuk membelikannya ponsel yang baru dan membekukan black cardnya.
Ian juga terkadang menjemput Floren disekolah. Diantara anggota keluarganya, hanya Ian dan Yose saja yang dapat mengerti dirinya.
"Flo, ada apa dengan muka mu? Kenapa akhir-akhir ini seperti tidak ada gairah hidup." Ujar Anne memandangi Floren yang baru saja pulang dari sekolahnya. Tapi, kali ini Ian tidak menjemputnya karena itu perintah Floren.
"Anne, aku tidak ingin meninggalkanmu." Ujar Floren
"Mengapa kau berkata seperti itu? Apa kau akan kembali ke Inggris? Ke orangtuamu?" Ujar Anne
"Suatu saat aku pasti akan kembali ke Inggris, jika aku kembali maukah kau ikut denganku?" Kata Floren
"Tidak apa-apa, kembalilah jika kau ingin kembali. Aku tidak nyaman dengan orang tuamu." Kata Anne menolak secara halus.
Floren berjanji, suatu saat jika masalahnya sudah beres akan mengajak Anne ke Inggris. Anne menyuruh Floren untuk membeli bahan-bahan di supermarket.
"Hallo, nona. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Ian mengangkat telpon Floren.
__ADS_1
"Sekarang juga, cepat jemput aku. Di rumah Anne, aku harus ke supermarket." Ujar Floren
"Tentu saja, saya segera kesana." Kata Ian langsung bergegas mengambil kunci mobil. Ian tinggal di apartemen yang sudah disiapkan sebelum ke Amerika.
Tak lama kemudian, Ian datang dengan mobilnya. Floren langsung menerima note yang diberikan Anne dan segera masuk ke mobil.
Anne sudah tahu bahwa Ian adalah bodyguard Floren tapi tidak tahu siapa Floren. Anne bersyukur, akhirnya ada yang bisa menjaga Floren.
"Ian, apa menurutmu aku ini sangat nakal saat di mansion?" Tanya Floren mencairkan suasana
"Menurut saya, wajar saja nona bersikap seperti itu. Kebanyak anak remaja memang seharusnya aktif dan menikmati masa remaja mereka." Kata Ian menenangkan nona mudanya.
Floren mendorong troli dan melihat note, bahan-bahan apa saja yang akan dia beli. Setelahnya, dia mendorong menuju kasir. Tapi, tanpa sengaja troli yang didorong nya menabrak seorang karena tidak fokus.
"Apa kau bisa melihat ada orang!" Seru orang itu
"Maaf-maaf aku tidak sengaja." Kata Floren buru-buru meminta maaf.
"Oh ternyata kau yang menabrak, aku akan memaafkanmu nona cantik." Ujar orang itu.
__ADS_1
Floren tidak mau meladeni laki-laki buaya dihadapannya. Dia langsung menuju kasir untuk membayar seluruh dagangannya. Bahkan disaat Floren memberikan barang yang dia beli, orang itu selalu saja menggodanya.
"Nona, apa kau belum memiliki pria? jika kau mau aku bersedia menjadi priamu." kata pria itu terus menggoda Floren.
Bahkan disaat Floren sudah keluar, pria itu terus mengikutinya. Floren yang cukup jengah menghentikan langkahnya, kemudian menatap orang itu.
"Apa kau tidak memiliki majikan sehingga kau terus mengikutiku seperti anak ayam yang kehilangan ibunya?" kata Floren sinis
"Oh nona, ternyata kau bisa bergurau. Apa kau mau menjadi majikanku? Aku sangat berharap bisa memiliki majikan sepertimu" kata pria itu
"Kau ini gila, pergi jauh-jauh dariku." kata Floren mengibaskan tangannya dan melanjutkan langkahnya menuju parkiran. Tapi tetap saja pria itu bersikukuh mengikutinya dan memintanya untuk menjadi bodyguard Floren.
"Siapa namamu?" tanya Floren
"Namaku Joey Foy. Kau bisa memanggilku Joey" kata pria itu yang yang bernama Joey.
"Dengarkan aku, Joey. Aku tidak pernah tahu apa tujuanmu ingin menjadi bodyguard ku. Tapi, aku tidak bisa menerimamu begitu saja. Lebih baik kau pergi sekarang juga." kata Floren menunjuk jarinya agar Joey memutar arahnya.
"Siapa dia?" tanya Ian setelah Floren masuk ke mobil.
__ADS_1
"Hanya seorang pria pengangguran. Cepat! kita harus pulang. Aku tidak ingin bertemu lagi dengannya." Kata Floren, Ian langsung melajukan mobilnya kembali ke rumah Anne.