Hello! My Prince

Hello! My Prince
10. Kejutan tak terduga


__ADS_3

Hari ini adalah pertama kali Floren bekerja, ternyata mengelola berkas-berkas harus teliti. Mungkin pekerjaannya tidak begitu berat tapi harus fokus dalam membaca.


Selesai membaca beberapa tumpuk, Floren beristirahat sejenak. Saat itu juga ada karyawan lain yang memanggil dirinya. Mereka cukup dekat sejak pagi tadi.


"Floren! mengapa kau masih disini? seluruh karyawan sudah berkumpul di depan pintu utama untuk menyambut direktur." kata Chelsea


"Apa? direktur? apa semua karyawan harus menyambutnya?" ujar Floren tapi Chelsea tidak mempedulikannya dan langsung menarik tangan Floren.


Terlihatlah seluruh karyawan berdiri didekat pintu utama. Floren yang tidak tahu apa-apa hanya mengikuti orang-orang saja.


Setelah Direktur masuk dan menyuruh karyawan kembali bekerja, barulah Floren menegakkan tubuhnya dan akan berjalan kembali ke ruangan bersama Chelsea. Jika dilihat, direktur Financial Group sepertinya sangat familiar.


Biarlah Floren mengabaikannya dulu karena hari ini dia harus selesai dengan tumpukkan berkas yang sudah diberikan padanya.


Baru saja membuka berkas, resepsionis Lina memanggil dirinya untuk segera ke lantai atas menemui direktur.


Entah kenapa Floren merasa gugup, mungkin karena ini pertama kalinya dia bertemu dengan direktur perusahaan. Saat pintu terbuka otomatis, Floren langsung disuguhkan dengan wajah pria yang hampir membuatnya salah berbicara.


"Pa. Direktur, ada apa anda memanggil saya" ucap Floren menunduk saat tatapan mata itu tertuju padanya.

__ADS_1


'ya Tuhan, hampir saja aku menyebut pangeran. Jika sampai di lanjutkan habislah riwayatku' batin Floren


"Silahkan duduk, nona Wilde. Saya dengar kau adalah karyawan sementara dalam pengelolaan berkas." ujar direktur


"Iya benar, itu saya" ucap Floren


"kau bisa memanggilku Kenan. Ngomong-ngomong,kau masih terlihat muda. Berapa usiamu?" kata Kenan pada Floren


"21 tahun, saya masih menunjang pendidikan" kata Floren


"Bahkan kau bekerja disaat sekolah, andai saja jika putraku mau menjalankan perusahaan ini. Aku hanya ingin bertemu denganmu. Kau bisa kembali bekerja, jika kau mengobrol denganku jangan gunakan bahasa formal. Aku lebih nyaman berbicara seperti ini jika berbicara dengan anak muda." terang Kenan


"Baik direktur Kenan" ucap Floren lalu keluar dari ruangan.


"Pangeran tampan!" seru Floren, Kelvin sama terkejutnya saat melihat Floren


"kau!" tunjuk Kelvin pada Floren yang sudah memasang senyum manisnya.


"Apa yang kau lakukan" ujar Kelvin mengubah raut wajahnya menjadi datar.

__ADS_1


"Tentu saja bekerja, seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu. Apa yang kau lakukan disini? apa kau bekerja disini juga. Wah! kita memang dipertemukan takdir." kata Floren bangga


"Bukan urusanmu" kata Kelvin acuh


"Pangeran tampan, tak seharusnya kau bersikap seperti itu. Mengaku saja, kau bekerja disini juga." kata Floren


"Ayah, apa kau yang mempekerjakan dia" ujar Kelvin pada Kenan yang baru saja keluar dari ruangannya karena mendengar suara ribut.


"Kelvin, ada apa kau datang ke kantor?" ujar Kenan


Floren menatap keduanya bergantian. Apa barusan dirinya sudah salah mendengar, Kelvin memanggil direktur Kenan dengan sebutan Ayah. Floren menutup mulutnya rapat-rapat dan menundukkan pandangannya.


"Ibu menyuruh ku untuk mengantarkan ini padamu, tapi saat keluar lift aku tak sengaja bertemu dengan wanita gila."" aw!" ujar Kelvin meringis karena kakinya tiba-tiba diinjak oleh Floren, Kenan menatap orang dihadapannya dengan aneh.


"Maaf, tuan saya tidak sengaja. Saya permisi" ujar Floren langsung masuk ke dalam lift


"Sialan, beraninya dia menginjak kaki ku dengan sengaja" kata Kelvin


"Ayah, mengapa kau mempekerjakan dia? lihat, bahkan sikapnya tidak sopan terhadapku." keluh kelvin

__ADS_1


"Dia tidak sopan karena kau bersikap tidak sopan dengannya lebih dulu. Seharusnya kau mencontoh dia yang sudah bekerja diusianya seperti sekarang. Bukan dirimu yang ke kantor dengan paksaan ibumu." ujar Kenan kembali ke ruangannya.


Kelvin tidak mau tau, dirinya tidak ingin melihat Floren berada di perusahaan ayahnya. Dia harus membuat Floren merasa terpuruk dengan hidupnya. Dia menemui manager Zear untuk membahas masalah ini.


__ADS_2