
Sehabis dari salon, kini penampilannya berubah. Mungkin bagi orang-orang yang pernah melihat Floren sekilas sangat sulit untuk menyamainya.
Dirinya ingat bahwa baju-bajunya sangat mencolok. Dia berencana untuk membeli style yang biasa. Floren mampir ke mall untuk membelinya.
Diambilnya beberapa celana jeans, t-shirt, dan sweater. Lalu membayarnya di kasir, tak sengaja dirinya melihat seorang wanita yang membawa banyak pakaian.
'Boros sekali' batin Floren. Matanya melihat ke arah tangan wanita itu yang memegang black card.
'Tunggu, itu black card. Darimana wanita itu mendapatkannya? Bukankah hanya orang tertentu saja yang memegangnya?' batin Floren
Floren berharap tidak ada orang yang menemukan black card yang dia buang saat itu. Jika sampai orang itu menemukannya dan menggunakannya, habislah dirinya.
Seusai membayar pakaiannya, Floren langsung kembali ke rumah karena dia berjanji akan pulang sebelum makan malam.
Tak butuh waktu lama untuk sampai di rumah. Floren langsung menutup pintu setelah masuk dan pergi menemui Anne.
"Mama Anne, apa kau memang tidak keberatan memberiku uang? lain kali aku berjanji akan membayarnya" ujar Floren tak enak hati. Dirinya sudah diberi tempat tinggal, dan hanya perlu membayarnya dengan menjaga toko kue disaat Anne tidak ada.
__ADS_1
Floren menatap Anne yang hanya diam saja memandangi layar televisi di depannya. Floren melihat tayangan apa yang membuat Anne begitu fokus.
"Hilangnya putri dari Kerajaan Inggris membuat seluruh anggota kerajaan menjadi kacau. Tapi saat ini para anggota kerajaan sudah menemukan posisi dimana Putri Mahkota itu berada"
"Aish! kasihan kerajaan itu, memangnya putri itu tidak sedih melihat kedua orang tuanya meninggalkan kerajaan demi mencarinya." ujar Anne
Floren menatap berita itu dengan kaget. Bagaimana bisa putri kerajaan menghilang? Bukankah ini aneh.
"Mama Anne, siapa putri kerajaan Inggris itu?" tanya Floren membuat Anne terkejut.
"sejak beberapa menit yang lalu, ayolah. Apa kau tidak ingin makan malam?" ujar Floren
Biarpun Floren baru beberapa hari mengenal Anne, Floren sudah bisa merasa dekat dengan Anne. Bahkan tak sungkan mengatakan ini dan itu.
"Iya ayo kita masak. Menurutmu, ada dimana Putri Mahkota Inggris itu?" tanya Anne membuat Floren menatapnya.
"kau bertanya padaku? aku tidak tahu dimana dia" kata Floren acuh. Putri bangsawan memang selalu menjadi pusat perhatian dunia, dan Floren tidak menyukai itu.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong, bukankah kau juga kabur dari rumahmu?" ujar membuat Floren berhenti mengaduk kaldu yang di masaknya.
"Ya, tapi setidaknya aku sudah menitipkan surat pada anggota rumah. Bukannya menghilang" kata Floren
'blackcard sialan' batin Floren
Floren dan Anne kembali memasak. Floren sangat mudah diajari, walupun baru dua hari belajar dia sudah bisa membuat masakan sendiri. Floren termasuk anak yang bertalenta, hanya saja dia sangat suka menyembunyikannya dan akan dia gunakan sebagai kartu As suatu saat nanti.
"Mama Anne, mulai besok aku sudah bisa bersekolah di WHS melalui beasiswa. Apa kau tidak keberatan? aku juga akan mencari pekerjaan yang sekiranya cocok untukku." kata Floren
"kau jenius! bagus jika kau diterima jalur beasiswa. Berarti kau memang layak dan memiliki kemampuan. Apa kau mau bekerja? untuk apa kau bekerja? cukup menjaga toko saja jika aku tidak ada di rumah. Apa kau tidak mau menjaga toko?" kata Anne
"tidak-tidak, bukan itu maksudku. Aku akan menjaga toko jika kau tidak ada di rumah. Tapi, setiap hari kau di rumah terus. Aku akan mencari uang sendiri, di usiaku sekarang jika tidak bisa mencari uang maka tidak ada gunanya." kata Floren.
"aku mengerti, lalu kau akan bekerja dimana?" tanya Anne
"entahlah aku belum memikirkannya" katanya mengangkat bahunya acuh.
__ADS_1