Hello! My Prince

Hello! My Prince
29. Pertarungan tak seimbang


__ADS_3

Joey yang kesal dengan Ian langsung pergi keluar. Setidaknya dengan diluar dia memiliki suasana yang baru. Disaat dirinya sudah membaik, dia akan kembali ke apartemen Ian.


Saat digang kecil, Joey melihat beberapa orang. Joey sempat takut dengan mereka, tapi dia berusaha berjalan tenang melewati.


"Eits! Kau mau kemana anak kecil. Berikan barang berhargamu." Ucap salah satu dari mereka, Joey sudah gemetaran. Dia tidak pernah bertarung karena orang tuanya mengajarinya untuk tidak menyelesaikan masalah dengan cara kekerasan.


"Aku tidak punya barang berharga" Kata Joey


'Selain nyawaku' lanjut Joey di dalam hati


"Bohong, aku yakin kau punya barang berharga. Jika tidak berikan seluruh uangmu." Kata orang itu


"Tidak-tidak! Aku bahkan tidak punya uang. Jangankan uang, tempat tinggal saja aku sudah tidak punya. Paman kasihanilah aku, biarkan aku pergi. Percuma saja jika kau membunuhku pun tidak akan ada yang mengasihaniku." Kata Joey


"Baiklah berarti kau ingin kami membunuhmu?" Kata pria satunya lagi

__ADS_1


"Tidak! Bu-bukan begitu maksudku. Aku tadi hanya menguji peri kemanusian mu saja. Ternyata kau tidak punya rasa kemanusiaan tapi kehewanan. Huhuhu paman lepaskan aku." Kata Joey menangis


"Jangan banyak asalan!" Ucap pria itu ingin memukul tapi justru malah terpukul sendiri.


Floren yang berada di dalam taksi langsung berhenti saat melihat ada perkelahian. Apalagi setelah melihat siapa orang yang sedang diganggu. Dirinya tidak salah lihat, itu adalah bodyguard barunya.


Floren langsung turun dan meninju pipi orang yang akan memukul Joey.


"Kau! Siapa kau berani-beraninya memukul ku!" Seru orang itu


"Aku tidak bisa bertarung" Gumam Joey membuat Floren sempat terkejut. Dia tidak peduli dengan perkataan Joey dan mulai menghabisi tiga pria dihadapannya.


Mereka adalah pria yang sewaktu itu mengejar dirinya saat bersama Kelvin. Mungkin saat bersama Kelvin dirinya tidak bertarung seperti saat ini karena dia menggunakan dress dan heels. Berbeda dengan sekarang yang menggunakan setelan biasa dengan celana panjang.


Joey hanya menatap pertarungan yang tidak seimbang dengan mata kepalanya sendiri. Ini baru pertama kalinya Joey melihat seorang gadis berani melawan tiga pria sekaligus.

__ADS_1


Floren menendang perut bahkan leher orang itu. Satu persatu orang itu kalah dan satu lagi masih bertahan. Tenaga Floren sudah cukup habis, dia menatap Joey.


"Apa yang lakukan disana? Cepat panggil Ian!" Seru Floren


"Tapi aku tidak tahu bagaimana menghubunginya. Aku tidak punya nomor ponselnya." Ujar Joey membuat Floren ingin sekali menghabisi Joey.


Karena lengah orang itu berhasil membuat tubuh Floren membentur tembok. Terasa kepalanya sangat pusing, tapi dia tidak boleh pingsan.


"Kau sangat membuatku marah kali ini!" Seru Floren langsung menendang orang itu hingga tersungkur ke tanah dan memukulnya hingga pingsan.


"Kau ini tikus jalanan, segitu saja sudah pingsan." Kata Floren mengambil ponselnya dan menelpon Ian agar segera menjemputnya.


Dalam hati Ian tahu pasti ada sesuatu sehingga membuat Floren yang sepertinya sangat marah. Sampai di tempat dimana Floren dan Joey berada, Ian terkejut. Ada tiga orang yang tergeletak di jalan dan Floren yang terluka di keningnya. Tapi anehnya dia bisa melihat Joey yang baik-baik saja.


"Apa yang terjadi denganmu, nona? Kita harus ke rumah sakit." Kata Ian khawatir

__ADS_1


"Tidak! Sekarang antarkan aku pulang ke rumah Anne. Dan kau(menunjuk Joey)  cepat masuk ke mobil." Kata Floren dingin membuat Joey langsung masuk ke mobil begitupun dengan Ian yang merasa akan ada badai yang menerjangnya.


__ADS_2