
Sorenya, Floren pergi menemui Carly. Floren juga sudah memberitahu Ian untuk menjemput Joey dan membawanya ke apartemen bersama Ian.
"Sebenarnya apa motif terselubung yang kau miliki untuk mendekati nona ku." Kata Ian memicingkan matanya saat di rumah sakit.
"Aku tidak ada niat terselubung untuk menyakiti nona mu. Memang siapa nona mu? Apa dia termasuk orang penting." Kata Joey membuat Ian geram dan ingin memukul Joey karena berani menghina Floren, tapi dirinya harus menahan dalam-dalam amarahnya.
"Cepat keluar, aku tidak ingin berdebat lagi denganmu." Kata Ian menutup pintu ruangan membuat Joey mengumpat kesal. Langsung saja Joey berjalan mengikuti Ian.
"Orang itu tidak punya perasaan, aku baru saja keluar dari rumah sakit dan dia tidak membawaku layaknya pasien." Kata Joey yang terus mengumpat Ian.
Jika dipikirkan Joey akan bekerjasama dengan Ian sepertinya salah. Bahkan baru saja bertemu mereka sudah sering bertengkar yang tidak penting. Sama seperti saat ini, di dalam mobil keduanya merebutkan musik yang akan di dengarkan.
"Jangan menggantinya, aku tidak suka lagu mellow mu." Kata Ian
"Hey siapa bilang lagu mellow, ini adalah lagu pop milik Johnny Orlando. Kau ini kudet sekali ya." Kata Joey memutar musik.
__ADS_1
"Tidak-tidak, aku lebih suka lagu Martin Garrix." Kata Ian kembali mengganti musik.
"Musikmu itu tidak enak di dengar, membuat telinga sakit. Lagipula kau sedang menyetir, sebaiknya kau fokus menyetir saja." Kata Joey mengganti musik
"Kau ini menyebalkan sekali, rasanya aku seperti memungut anak rubah yang hampir sekarat." Kata Ian
"Apa katamu! Kau itu seperti beruang yang belum berhibernasi saja." Kata Joey
Selama perjalanan tak pernah ada ketenangan, keduanya selalu sibuk berdebat. Sampai di apartemen Ian, keduanya langsung masuk.
"Ini berarti menunjukkan bahwa aku ini seorang pria." Kata Ian berbangga
"Baiklah lebih pri lagi jika aku memajang foto beruang di dinding." Kata Joey membuat Ian geram dan memilih untuk mandi.
Joey yang merasa lapar mencari-cari makanan, hanya ada sebungkus bugetta. Tidak apa-apa, lebih baik dia memakannya sebelum Ian yang memakannya.
__ADS_1
Ian yang baru saja selesai mandi melihat Joey sedang memakan sesuatu. Menyadari sesuatu yang baru saja dimakan Joey, dirinya langsung tertawa terbahak. Dia tidak menyangka Joey akan memakan roti itu.
"Menikmati makananmu, heuh?" Ujar Ian dengan pandangan rendah.
"Tentu saja, aku yakin ini roti milikmu. Aku lebih dulu memakannya, kau tidak bisa merebutnya dariku." Kata Joey yang terus memakannya.
"Hahaha, apa kau tidak menyadari ada yang aneh? Kalaupun kau tidak memakannya aku tidak akan mengambilnya." Kata Ian tertawa.
"Memangnya kenapa? Jangan bilang roti mu ini." Kaya Joey melihat expired yang tertera dalam bungkusnya. Menyadari sesuatu, Joey berasa mual, dia langsung pergi ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya.
Diluar kamar mandi Ian tidak berhenti tertawa, bahkan sampai mengeluarkan air mata. Ian tidak menyangka bahwa Joey akan mengambil roti yang dia letakan di dekat tempat sampah.
"Ian! Kau sialan!hoek" Seru Joey dari dalam kamar mandi.
"Itu salahmu, kau tidak melihat dengan detail. Apa kau tidak menyadarinya bahwa roti itu aku letakkan di dekat tempat sampah." Kata Ian
__ADS_1
Joey masih saja berusaha memuntahkan isi perutnya, suatu saat Joey pasti akan membalas perbuatan Ian padanya.