Hello! My Prince

Hello! My Prince
08. Rencana Musim Panas


__ADS_3

Mendengar bahwa mulai besok seluruh siswa diliburkan membuat Floren sedih. Dia baru saja bertemu dengan pangeran tampannya dan mulai besok sampai akhir musim panas dirinya tidak bertemu.


Musim panas memang banyak digunakan pelajar untuk berlibur, bila tidak berlibur pasti bekerja paruh waktu. Dan Floren akan memanfaatkan ini untuk mencari pekerjaan.


"Apa kau ada masalah? mengapa muka mu tidak ada ekpresi ceria sedikitpun?" tanya Carly


"Aku baru saja bertemu dengan pangeran tampan lalu mulai besok bahkan sampai akhir musim panas aku tidak bertemu dengannya." kata Floren


"Kau menyukai Kelvin? aku harap kau tidak berencana untuk memikat nya. Kau tahu bahwa Catryn sangat menyukai Kelvin, jika Catryn tahu kau berusaha memikat Kelvin sudah dipastikan kau tidak akan bisa hidup tenang." kata Carly


"Aku memang berencana untuk memikat nya, aku yakin pilihanku tidaklah salah. Dia pantas bersanding dengan ku, lagipula siapa yang tidak terpikat olehnya? wajah yang nyaris sempurna membuat siapa saja yang melihatnya tidak akan berhenti menatapnya." kata Floren tersenyum membayangkan wajah Kelvin saat pertama kali bertemu.


Carly akui bahwa wajah Floren memanglah cantik, hanya saja rambutnya berwarna hitam dan matanya yang berwarna cokelat membuatnya berkesan seperti orang blasteran Indonesia.


Bahkan saat Floren memasuki kelas sudah ada beberapa pria yang mencoba mendekatinya, tapi Floren menolaknya dengan keras.

__ADS_1


"Aku tidak akan menghalangimu, hanya saja aku khawatir kau akan disakiti." ujar Carly


"Oh Cece ku sayang! kau mengkhawatirkan aku ya? uh! akupun menyayangimu. Sampai jumpa di akhir musim." kata Floren melambaikan tangan sebelum pergi dari hadapan Carly.


Floren akan mulai mencari pekerjaan besok. Mungkin dia akan bekerja sampai akhir musim panas saja. Karena dia tidak bisa menjamin akan terus bekerja part time saat belajar.


Sampai di rumah, Floren langsung mengganti pakaiannya dan pergi ke toko kue untuk membantu Anne.


"Mama Anne, apakah hari ini kue laris terjual?" tanya Floren yang melihat Anne duduk di kursinya.


"Baiklah, lagipula aku juga baru saja pulang dan merasa sedikit lelah. Aku akan menjaga tokonya, Hati-hati di jalan." ujar Floren


Ditoko Anne terdapat sebuah komputer, Floren memanfaatkan itu untuk mencari pekerjaan. Untungnya Floren memilih fakultas teknologi komputer dan informatika.


Financial Group membutuhkan seorang pegawai selama musim panas. Bagian pengelola berkas-berkas dengan gaji $100 perbulan.

__ADS_1


Floren berpikir sepertinya dia akan mencobanya. Lagipula hanya mengelola berkas-berkas, pastinya ada jasa teknik. Gaji yang menggiurkan untuknya, bayangkan saja $100 perbulan dan musim panas berlangsung selama 4 bulan.


Keputusan Floren sudah bulat, dia akan melamar pekerjaan itu. Sayang sekali dirinya tidak memegang ponsel. Jika kalian bertanya dimana ponselnya? jawabannya adalah di bandara. Floren membuang ponselnya saat di bandara. Jika dia tetap memegangnya pasti akan sangat mudah untuk menemukan posisinya.


Bahkan posisinya hampir diketahui jika black card miliknya digunakan orang lain. Pintu toko berbunyi yang menandakan ada seseorang yang masuk.


Floren buru-buru menyambutnya dan matanya membulat saat mengetahui bahwa itu adalah Carly.


"Eh, Floren? kau bekerja disini? atau ini milikmu?" tanya Carly


"Bisa dibilang begitu, aku tinggal bersama Mama Anne dan ini toko miliknya. Apa kau mau membeli kue?" ujar Floren


"Tentunya, berikan aku 3 bungkus croissant" kata Carly


"Ini semuanya menjadi $3, sampai bertemu lagi Carly." ujar Floren setelah menerima uang pas yang diberikan Carly padanya.

__ADS_1


__ADS_2