
Beberapa hari yang lalu setelah Floren dipecat.
Kelvin kembali ke kantor setelah Floren dipecat, dia akan mengumpulkan informasi mengenai Floren. Max muncul saat pintu dibuka dengan dokumen yang berada di genggamannya.
"Ini yang kau minta padaku. Aku tidak mengerti denganmu, untuk apa kau mencari tahu tentang gadis yang tidak ada menariknya sama sekali." Kata Max
Kelvin tidak menggubris perkataan Max, lebih memilih membaca hasil yang Max berikan.
Nama: Floren Wilde
Lahir: 20 April 1999
Gender: perempuan
Usia: 21 tahun
Status: Pelajar
"Sedikit sekali, tidak bisa kah kau mencarinya lebih banyak." Kata Kelvin menutup berkas yang menurutnya tidaklah masuk akal. Itu hanya biodata, apa gunanya dia menyuruh Max untuk mencarinya.
"Aku sudah bilang, dia bukanlah gadis yang menarik. Untuk apa kau ingin mengetahui tentangnya. Tapi yang aku dengar, dia itu anak angkat Anne Frose." Kata Max
__ADS_1
"Anak angkat?" Ujar Kelvin memastikan
"Iya aku dengar begitu, keluar Frose mengalami kecelakaan dua tahun yang lalu. Seluruh keluarganya meninggal kecuali Anne." Jelas Max
"Aku ingin kau terus mengawasi Floren!" Kata Kelvin tegas
"Menurutmu aku tidak ada kerjaan lain, kau tahu? Aku harus terus berada di perusahaan ayahku!" Seru Max
"Kau bisa menyuruh anak buahmu untuk itu" Kata Kelvin lalu memainkan ponselnya, sedangkan Max hanya mengerucutkan bibirnya karena kesal dengan Kelvin.
"Jika kau tidak mau melakukannya, aku tidak akan menganggapmu sebagai sepupuku lagi." Kata Kelvin
"Kau ini tega sekali. Baiklah aku akan berusaha" Kata Max lalu pergi dari ruangan Kelvin. Tidak ada yang bisa menentang perkataannya, keluarga Kelvin adalah keluarga berpengaruh.
Tak berselang lama setelah Max keluar, Kenan muncul dengan tas kantornya. Kenan menatap aneh ke arah Kelvin yang sedang sibuk dengan ponsel ditangannya.
"Kelvin, apa yang membuatmu datang ke kantor sepagi ini?" Tanya Kenan
"Tidak ada, aku hanya bosan di rumah dan ingin pergi ke kantor. Seharusnya ayah datang lebih pagi supaya bisa menjadi contoh para karyawan." Kata Kelvin
"Setidaknya aku selalu bertanggung jawab terhadap tugasku. Aku dengar kau memecat Floren?" Ujar Kenan
__ADS_1
"Dia patut dipecat, dia sudah memperlakukan aku dengan tidak baik." Ucap Kelvin
"Bagian mana yang menurutmu tidak baik?" Tanya Kenan meletakkan tas kantornya di meja.
"Dia menyebutku dengan panggilan seperti seorang wanita penggoda. Berlaku seenaknya padaku, bahkan berani melawanku." Kata Kelvin
Kenan tidak ingin melanjutkan perdebatan nya dengan Kelvin karena takut anaknya salah mengira. Setelah Kelvin pergi, barulah Kenan berkutat dengan laptopnya.
Kelvin mengendarai mobilnya tak tentu arah, dia tidak tahu harus pergi kemana. Dia ingat bahwa saat dirinya mengantar Floren, di depan rumah Floren ada toko kue yang seperti nya milik keluarga Frose.
Dia berencana untuk membeli roti tapi melihat toko tutup, dia melajukan mobilnya menuju bar. Setidaknya dia bisa menenangkan diri dengan meminum satu gelas vodka.
"Hei sobat, ada apa denganmu. Ini baru buka dan kau sudah datang. Apa sebegitu inginnya dirimu menemuiku." Kata Jack sang pemilik bar.
"Sepertinya aku menginginkan satu gelas vodka." Kata Kelvin
Jack langsung memberikan apa yang Kelvin katakan. Ini sangat aneh, Kelvin tidak pernah mengunjungi bar saat siang. Paling tidak sore atau malam.
"Kelvin kemarin wanitamu datang kesini dengan keadaan kacau lalu dia minum beberapa gelas sampai tak sadarkan diri." Ujar Jack membuat Kelvin menatapnya.
"Siapa yang kau maksud?" Tanya Kelvin
__ADS_1
"Aku tidak tahu siapa namanya, tapi aku sering melihatnya bersama mu dan teman-teman mu." Kata Jack yang sudah dipastikan Kelvin tahu. Itu adalah Catryn ataupun Gabriel. Tidak aneh baginya mengetahui berita ini.