Hello! My Prince

Hello! My Prince
12. Kejamnya pangeran tampanku


__ADS_3

Sampai di rumah, Floren menuju toko untuk menemui Anne. Berharap Anne tidak bertemu dengan pengawal kerajaan itu.


"Anne, aku ingin bertanya sesuatu padamu" ujar Floren duduk di samping Anne


"Baiklah, apa yang ingin kau tanyakan?" tanya Anne menghentikan aktivitasnya yang sedang membuat daftar roti di tokonya.


"Apa ada seseorang yang bertanya denganmu mengenai orang yang hilang?" tanya Floren


"Ya, setelah aku keluar dari pusat perbelanjaan. Dan orang itu mencarimu." ujar Anne membuat Floren terkejut.


"Apa kau memberitahunya?" ujar Floren


"Aku tahu kau pasti khawatir, aku tidak memberitahunya karena aku tidak tahu orang itu siapa dan akan melakukan apa padamu. Aku merahasiakan ini, aku yakin kau memiliki alasan." jelas Anne sehingga Floren bisa bernapas lega.


"Sebenarnya Anne, aku kabur dari mansion. Mereka adalah orang yang selalu menjagaku, aku sudah berusaha untuk memutuskan semua jaringan tapi sepertinya ada seseorang yang melacak black card milikku." ujar Floren


"Dengan alasan apa kau kabur? bukankah kau pernah bilang padaku bahwa kau sudah memberitahu keluargamu? apa kau berbohong padaku?" ujar Anne

__ADS_1


"Tidak! aku memang sudah menuliskan surat untuk mereka. Tapi, aku tidak boleh lepas dari pengawasan mereka. Maka dari itu mereka mencariku." kata Floren


Floren bersyukur karena Anne bisa mengerti dirinya. Daripada membahas masalah itu, Floren memilih untuk mencoba memasak tuna sandwich.


****


Floren menatap berkas-berkas di tangannya. Suasana yang tadinya ramai kini mendadak hening. Floren mengabaikannya dan terus membaca berkasnya.


"Nona Wilde, mulai sekarang anda sudah tidak bekerja disini lagi." ujar Zear, Floren yang merasa terpanggil langsung menatap Zear dengan kaget.


"Apa! bagaimana bisa? memangnya aku melakukan kesalahan?" ujar Floren


"Pangeran tampan? sejak kapan kau berada disini?" ujar Floren tanpa sadar dengan perkataannya.


"Lihat! bahkan cara dia memanggil atasan kalian saja seperti itu. Apa itu tidak seperti wanita penggoda?" sindir Kelvin membuat beberapa orang berbisik, Floren baru menyadarinya dan meminta maaf pada Kelvin.


"Maaf, saya tidak sadar mengucapkannya tuan muda Davidson. Tolong jangan pecat saya" ucap Floren menunduk

__ADS_1


"Manager Zear, berikan gajinya sekarang. Dan besok aku tidak ingin melihatmu berada disini lagi." kata Kelvin lalu pergi, suasana kembali seperti semula setelah Kelvin pergi.


"Maaf aku nona Wilde, tapi perintah tuan muda tidak bisa saya abaikan." kata Zear penuh rasa bersalah.


"Tidak apa-apa, aku memang tidak bisa menghormatinya. Wajar saja dia memecat bawahan yang tidak sopan sepertiku. Terima kasih untuk selama ini." kata Floren tersenyum dan menerima gajinya lalu pergi dari perusahaan.


"Menerima kenyataan, heuh" kata Kelvin yang entah dari mana kini sudah berada di sampingnya saat melewati pintu utama.


"Ya, aku menerimanya. Pangeran tampan biar aku beri tahu, kau itu terlalu kejam dengan gadis sepertiku. Kau tidak pantas melihat orang dari luarnya saja." kata Floren bersedekap menatap Kelvin.


"Oh ya? apa kau membenciku sekarang?" ujar Kelvin mencondongkan wajahnya ke arah Floren.


'Sial, wajahnya sangat menawan jika dilihat dari dekat!' batin Kelvin, Floren memajukan wajahnya ke arah Kelvin.


"Menurutmu? apa aku bisa membenci pangeranku sendiri? justru aku berpikir kau memecat ku karena kau tidak mau aku bekerja dan kelelahan. Aku tambah menyukaimu." kata Floren dan setelah itu terkekeh melihat wajah Kelvin yang memerah.


"Muka mu memerah, apa kau alergi terhadap ku?" kata Floren pura-pura terkejut.

__ADS_1


"yeah! aku sangat alergi berada di dekatmu. Lebih baik kau pergi sekarang juga dari sini." kata Kelvin meninggalkan Floren yang kini tertawa karena melihat wajah Kelvin yang merona dan kesal.


__ADS_2