
Floren yang sudah merasa baikan memilih ke dapur untuk melihat Anne. Dia duduk di kursi sembari menyiapkan sarapannya.
"Anne aku akan berangkat ke sekolah." Ujar Floren, Anne yang mendengar suara Floren terkejut tapi pada akhirnya dia tersenyum.
"Bagaimana keadaanmu? Jika tidak baik aku akan buatkan surat izin untukmu." Kata Anne lembut
"Tidak usah, aku merasa lebih baik." Kata Floren menghabiskan yoghurt nya dan menyampirkan tasnya dibahu.
"Hati-hati!" Seru Anne
'Jangan lupa dengan apa yang aku perintahkan padamu'
Dia mengirim pesan pada Ian, walaupun moodnya tidak begitu baik setidaknya dengan sekolah dia bisa bertemu dengan Kelvin.
Saat baru saja memasuki kelas, satu ember tepung jatuh dari pintu. Floren memejamkan matanya untuk menahan emosi. Terlihat Catryn dan Gabriel yang sedang tertawa sembari memegang tali untuk mengikat ember itu.
"Hai loser aku yakin kau belum memakai bedak, setidaknya ini hadiah dariku untukmu." Ucap Catryn
"Benar-benar menjijikan" Ujar Gabriele memandang ke arah Floren lalu keduanya pergi dari kelas Floren.
"Floren, kau baik-baik saja?" Tanya Martin yang tidak bisa melakukan apapun karena Ctaryn dan Gabriel termasuk anggota MG.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja." Kata Floren berbalik arah menuju toilet. Ternyata mood nya semakin buruk, bahkan disaat dirinya berpapasan dengan Kelvin. Floren hanya diam saja dan berjalan seolah-olah tidak melihat.
"Crazy girl" Panggil Kelvin, Floren hanya menoleh tanpa menyapanya balik. Hari ini biarkan Floren tidak mengusik Kelvin demi moodnya.
Saat istirahat pun Floren ke kantin sendirian karena Carly sudah pindah. Dan dia ke kantin untuk sekadar duduk tanpa mengambil apapun.
Saat sedang asik, Catryn dan Gabriel datang padanya.
"Loser apa yang kau lakukan di sini tanpa mengambil makanan? Perlu aku ambilkan makanan untukmu?" Ujar Catryn
Floren tidak menggubris perkataan Catryn karena dirinya sedang menahan amarah atas kejadian tadi pagi. Catryn menyuruh Gabriel meletakkan makanan yang sudah dia bawa dengan nampan.
Lagi-lagi Floren tidak menganggap, sudah ada beberapa siswa yang berbisik-bisik.
"Kau! Berani-beraninya kau mendorong Catryn!" Seru Gabriel yang tidak terima. Suasana kantin kini menjadi riuh, saat Gabriel mendorong keras Floren.
Floren menunjukkan aura dinginnya melalui pancaran mata, perlahan melangkah ke arah Gabriel yang sudah ketakutan.
"Apa kau takut, baby" Kata Floren mencengkram dagu Gabriel agar menatapnya.
Bruk
__ADS_1
Catryn menarik Floren dan mendorongnya hingga membentur tembok. Lagi-lagi ini terjadi yang kedua kalinya. Luka kemarin saja belum sembuh dan kini harus terluka lagi. Cairan menetes dari dahi Floren membuat siapapun terkejut. Semua orang melihat bahwa Catryn tidak begitu keras mendorongnya tapi cukup membuat luka kemarin kembali terbuka.
"Dengarkan aku! Ini untuk terakhir kalinya aku memperingatimu. Jangan ganggu aku atau kau tidak akan pernah tenang!" Seru Floren pada Gabriel dan Catryn lalu pergi begitu saja.
Floren langsung menuju ruang kesehatan untuk membersihkan diri. Dia hanya meminta kotak P3K tanpa mau diobati, dia ingin mengobati sendiri.
"Apa tidak ada cermin di sini!" Seru Floren membuat penjaga ruang kesehatan ketakutan dan hanya menggelengkan kepala. Tiba-tiba ada yang mengambil kapas dan membersihkan darahnya.
"Aku tidak mau diobati!" Ketus Floren pada Kelvin dan berusaha menghindar.
"Aku yakin kau cukup pintar melihat kondisi." Kata Kelvin datar. Floren mengambil kapas itu dan membersihkan darahnya. Kelvin yang merasa tidak bisa melakukan apa-apa hanya menegang tangan Floren membantunya mengarahkan.
Floren hanya diam saja saat Kelvin menggerakan tangannya. Tak sengaja menyentuh bagian inti luka membuat Floren meringis.
"Sepertinya ini luka serius" Ujar Kelvin
"Bukan urusanmu" Kata Floren acuh
"Aku tahu setidaknya kau harus memakai perban kan." Kata Kelvin
"Aku melepasnya pagi tadi, minggir biar aku saja." Kata Floren menyingkirkan lengan Kelvin. Kelvin menatap Floren yang sepertinya kesulitan memasang perban.
__ADS_1
"Kenapa kau diam saja? Cepat arahkan!" Ketus Floren pada akhirnya membuat Kelvin terkekeh. Floren memang sedikit aneh jika dilihat-lihat.