Hello! My Prince

Hello! My Prince
11. Hey! mereka anggota kerajaan


__ADS_3

Hari kedua Floren bekerja di Financial sangat menyenangkan. Dia tidak melihat direktur datang yang berarti dirinya bisa tenang.


Dia sangat was-was jika kejadian kemarin membuat dirinya harus mundur dari perusahaan.


"Kelihatannya hari ini kau bahagia, ada sesuatu yang ingin kau sampaikan padaku?" ujar Chelsea semakin yakin bahwa temannya itu sedang dalam mood baik.


"Apa pemilik perusahaan ini adalah keluarga Davidson?" tanya Floren membuat Chelsea menatapnya aneh. Bahkan seluruh warga negara Amerika pun tahu.


"Tentu saja, berita itu tidaklah aneh. Apa kau baru mengetahuinya? atau kau pendatang baru?" ujar Chelsea


"Mmm ya, aku pendatang baru" kata Floren ragu, memang dirinya belum sepenuhnya mengerti tentang Amerika.


"Jika boleh tau, kau datang dari mana?" tanya Chelsea semakin penasaran.


"Inggris" satu kata yang keluar dari mulut Floren mengejutkannya.

__ADS_1


"Kakak, aku akan pulang lebih awal hari ini karena Tuan Zear yang mengatakannya padaku jika pekerjaanku sudah selesai, aku diperbolehkan pulang lebih awal." Kata Floren yang langsung meraih tasnya, buru-buru pergi menghindari pertanyaan Chelsea selanjutnya.


Floren memilih berjalan-jalan disekitar perusahaan untuk mencari suasana baru. Saat sedang berjalan, dia melihat segerombolan orang mengenakan jas hitam. Awalnya Floren tidak menghiraukannya, tapi saat melihat sebuah cincin yang dikenakan orang-orang itu membuat Floren cepat mencari tempat persembunyian.


"Aku tidak salah liat kan? sial, ini pasti karena ulah black card." gumam Floren bersembunyi digang kecil, panggilan seseorang membuatnya terkejut.


"Crazy girl, apa kau mencuri sesuatu" kata orang tiba-tiba, Floren refleks menampar orang itu. Setelah mengetahui orang itu, Floren langsung menutup mulutnya dengan raut wajah bengong.


Tersadar saat salah satu orang itu mendekati mereka.


"Sayang ayo cepat pulang! Ibuku pasti sudah menunggu" ujar Floren langsung menarik tangan Kelvin.


"Aku tidak melihatnya" jawab Kelvin lalu mengikuti langkah Floren


Tamatlah riwayat Floren yang memperlakukan Kelvin seperti wanita murahan. Dirasa cukup jauh berjalan, Floren menghentikan langkahnya diikuti Kelvin.

__ADS_1


"Kau mengikutiku?" ujar Floren


"Kau menarik ku" kata Kelvin


"Maaf aku tidak bermaksud mengatakannya, aku benar-benar refleks" kata Floren


"Ternyata benar, kau gadis yang membawa petaka. Saat pertama kali aku bertemu denganmu, nyaris tertabrak mobil. Kedua, kau dalam keadaan mimisan, ketiga membuang minuman ku, ke empat menjadi buronan. Aku jadi curiga kau itu keluaran narapidana yang memang penjahat kelas kakap." kata Kelvin memicingkan matanya ke arah Floren.


"Hey! kau berbicara omong kosong. Jadi, kau yang membantuku saat berada di WHS kan? oh kau membuatku tambah menyukaimu. Kau so sweet sekali ya, berpura-pura tidak tahu agar aku tidak mengetahuinya." kata Floren dengan binar dimatanya.


"Kau memang gadis gila" kata Kelvin lalu masuk ke perusahaan meninggalkan Floren sendiri di depan perusahaan.


"Pangeran tampan! aku ramal kita akan bertemu lagi!" seru Floren tidak tahu malu kemudian terkekeh menyadari tingkahnya yang tidak seperti saat di Inggris.


Floren baru menyadari bahwa Anne belum diberitahu akan hal ini. Dia takut jika para pengawal itu tak sengaja bertemu dengan Anne lalu mengatakan yang sebenarnya. Dia langsung menstop taksi dan menyuruhnya menuju alamat rumahnya.

__ADS_1


'Sepertinya Kelvin tidak marah karena aku sudah mengatakan sayang padanya. Aku akan mencobanya lain waktu, hehe' batinnya terkekeh.


__ADS_2