Hubbak Ghali, Ya Habibi Qolbi

Hubbak Ghali, Ya Habibi Qolbi
Memulai Pelajaran


__ADS_3

Sesampainya di pesantren, Husain meminta Qianzy untuk datang ke mushola kecil untuk memulai sebuah pelajaran dasar. Dengan ketus, Qianzy langsung menolaknya. "Ogah!"


"Qian! Kalau kamu menolak, maka kamu akan kehilangan kepercayaan Mas Abid lagi. Mau, kamu mengecewakan dia?"


Langkah Qianzy terhenti. Ia teringat akan suatu hal yang penting. Menjadi seorang mualaf, selain memiliki keyakinan, dirinya juga hendak memberikan mahkota indah kepada almarhum kedua orang tuanya juga kakaknya yang selama ini mengurusi hidupnya. 


Di sisi lain, ada seseorang yang hendak ia tumbangkan karena telah menghina kakaknya. Setelah memikirkan hal itu, Qianzy menoleh kearah Husain. Kemudian, langkahnya maju ke arah pria berusia 26 tahun itu. 


"Baik, aku akan mulai belajar hari ini," Qianzy patuh. 


"Alhamdulillah, saya tunggu. Sekarang pulang dan makan dulu, Assalamu'alaikum, Husain pergi begitu saja. 


"Wa'alaikumsallam."


Sampai di waktu Qianzy harus belajar dengan Husain di mushola kecil yang sudah jarang terpakai. Di sana, mereka tidak hanya berdua saja, ada Hikmah yang menjadi tolak fitnah diantara keduanya. 


"Buset, banyak bener bukunya?" Qianzy sampai membuka semua tumpukan buku yang Husain berikan. 


"Itu semua dasar pelajaran. Hari ini, saya akan kenalkan kamu dengan huruf hijaiyah," ujar Husain memasang papan tulis di mushola kecil itu. 


Kali itu, Qianzy memperhatikan pelajaran yang diterapkan oleh Husain dengan baik. Ia bahkan tidak menyela ketika Husain menjelaskannya. Bukan hanya itu, Qianzy juga memahami dengan membaca terjemahan Al-Qur'an dengan baik siang itu meski dirinya belum bisa. 


"Ustadz,"


"Hm?"

__ADS_1


"Boleh bertanya?"


"Katakan!"


"Inti isi dari Surah Al-Baqarah itu menceritakan apa, sih?" tanya Qianzy bingung. 


Surat Al-Baqarah yang terdiri dari 286 ayat ini diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada umatnya, di saat beliau sudah berada di Madinah. Sebagian besar ayat-ayat tersebut diturunkan pada permulaan tahun hijriyah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Hajji Wadaa’ (Haji Nabi Muhammad SAW yang terakhir).


"286 ayat? Banyak amat, yak! Kisah Nabi Muhammad SAW berada di Madinah? Bisa di jelaskan secara detail?" Qianzy semakin penasaran. 


"Surah itu dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada bani Israil, ayat 67 sampai ayat 74," lanjut Husain dengan lembut. 


"Weh, penyembelihan? Lanjut, lanjut! Seru keknya ini!" sela Qianzy. 


Al-Baqarah juga disebut 'Fusthaathul Qur’an' (puncak Al-Qur’an) karena memuat beberapa hukum tatanan umat Islam dalam beribadah kepada Allah SWT dan tata cara berkomunikasi dalam menjalin hubungan dengan sesama manusia (mu’amalat), aturan-aturan tersebut tidak disebutkan dalam surat yang lain.


"Kamu tidak perlu mencatat, Qian. Cukup pahami saja. Jika nanti kurang paham, kamu bisa bertanya dengan saya," pinta Husain.


"Hey, aku hanya bisa memahami kalau sudah aku catat Ustadz. Yok lanjut!"


Pokok-pokok pembahasan yang terdapat dalam surat al-Baqarah, diantaranya, yaitu, keimanan  pada surat al-Baqarah menjelaskan tata cara berdakwah Islamiyyah dalam menyampaikan dan menanamkan nilai-nilai keimanan  yang dilakukan Nabi Muhammad SAW kepada umat Islam, ahlul kitab, dan para musyrikin yang ada pada saat itu.


Hukum-hukum menurut ajaran agama Islam, diantaranya perintah mengerjakan shalat, menunaikan zakat, hukum puasa, hukum haji dan umrah, hukum qishas, hal-hal yang halal dan haram, bernafkah di jalan Allah, hukum arak dan judi,  cara menyantuni anak yatim, larangan riba, hutang-piutang, kewajiban mencari nafkah dan orang yang berhak menerimanya, tata cara dan hukum wasyiat kepada kedua orang tua dan kaun kerabat, hukum sumpah, kewajiban menyampaikan amanat, larangan sihir, hukum merusak masjid, hukum merubah kitab-kitab Allah, hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, illa’ dan hukum memberikan air susu kepada anak orang lain, hukum melamar dan membayar mahar, larangan mengawinkan wanita musyrik dan sebaliknya, dan hukum perang.


Kisah-kisah para Nabi, diantaranya kisah penciptaan Nabi Adam AS, kisah Nabi Ibrahim AS, kisah Nabi Musa AS,  dengan Bani Israil.

__ADS_1


"Semua itu disarikan dari Al-Qur’an  dan Terjemahannya, Wakaf dari pelayan tanah suci, cetak tahun1990," imbuh Husain. 


"MasyaAllah, ternyata, ya. Kenapa aku baru belajar saja. Kemana saja dulu daku ini? Hm, Ustadz doain aku dong, agar cepat bisa belajar semua ilmu dasar ini," ujar Qianzy. 


"Aamiin, tidak ada yang mustahil jika kamu mau berusaha dan rajin, Qian. Kamu harus yakin jika kamu mampu, tapi ingat … jangan dipaksakan untuk belajar terus, nikmati saja prosesnya, bisa?" tutur Husain. 


"Kalau punya suami macam Ustadz gini, keknya kehidupannya adem ayem kek di pegunungan kali yak!" cgida Qianzy. 


"Qian," 


"Hehe canda Ustadz. 'Kan kita juga … nggak jadi," ucapan Qianzy terhenti kala Hikmah memasang wajah penasaran di sampingnya. 


"Hih, Mbak Qian!" 


Pelajaran telah usai, Husain mengantar Hikmah dan Qianzy sampai ke depan rumah Abid. Tak sengaja, di dekat rumah Abid, mereka bertemu dengan Anjani yang sedang marah-marah sembari menangis. 


"Heh, kenalan tuh minyak angin nangis? Biasanya juga suka menggertak dan galak dengan orang lain," ejek Qianzy. 


"Mbak Qian, ndak boleh begitu. Mbak Anjani memang selalu begini, kok," sahut Hikmah. 


"Hadeh, belain aja terus," kesal Qianzy.


"Bukan belain, Mbak. Tapi memang alangkah baiknya, jangan bicara yang buruk," sambung Hikmah. 


"Serah!" kesal Qianzy. 

__ADS_1


Jika mengingat malam itu, Qianzy menjadi kesal sendiri. Kakaknya di rendahkan oleh Anjani hanya karena budi yang dilakukan oleh orang tua Anjani kepada Abid, kakaknya. Hanya dengan menikahi Husain, adalah cara ampuh membuat Anjani diam. Mampukan Qianzy melakukan itu? 


Lama bener gak up


__ADS_2