I Am Protagonis?

I Am Protagonis?
bab 104


__ADS_3

sembilan bulan usia kandungan kania perutnya yang semakin membesar membuatnya susah untuk berjalan dan tidur untungnya ada cavan yang selalu menemani,semenjak usia kandungan delapan bukan cavan memilih untuk bekerja dirumah dan menyuruh sang adik oliv untuk membantu kania di butik.


Tak ada hal aneh selama kehamilan,kania tidak terlalu mendapat gejala bahkan seperti orang biasa ngidam pun tak terlalu aneh meski ada aja yang membuat orang susah salah satunya menyuruh niko untuk memetik buah apel dan dia pun harus berpergian untuk mencari kebun apel.


Bukan itu saja ada juga kania menyuruh niko untuk memasak dan dia pulayang harus menghabiskannya sampai niko selalu mengeluh ke cavan karena siksaan "akhirnya sudah mau keluar gue bisa bebas cavan ijinin gue untuk liburan gue capek~ lahir bathin satu minggu saja ya ya ayolah~".


Cavan yang jengah mendengar keluh kesah niko pun memberi liburan untuknya meski enggan tapi ia juga merasa kasian karena selalu jadi korban.


"sayang kemana niko tumben nggak kesini buat nangis-nangis"ucap kania sambil membawa buah untuk dimakan,untuknya niko sudah pergi jika belum dia mungkin akan menangis tanpa air mata.


"dia lagi liburan"cavan menjawab dengan singkat sambil mengelus perut buncit kania,mereka sengaja tidak meminta jenis kelamin anaknya agar nanti ketika lahir menjadi kejutan.


Dekorasi kamar dan isinya kania yang memilih semua berwarna biru dan putih seperti kesukaan kania agar ketika anak itu lahir bisa dipakai untuk laki-laki atau pun perempuan.


"liburan? Kamu ijinin? tumben dijinin biasanya ada drama dulu,aku pengin ke butik bosen dirumah terus"kania memandang cavan dengan tatapan memohon seperti anak kucing.


Cavan yang menatap kania hanya tersenyum mencubit pelan pipi tembemnya,dengan terpaksa cavan menuruti keinginan sang istri meski dalam hati ia takut jika tiba-tiba kania melahirkan.

__ADS_1


Tak lupa cavan membawa perlengkapan dan makanan didalam mobil agar kalau terjadi sesuatu ia sudah langsung perggi ke rumah sakit,dokter memprediksi jika kania akan meahirkan dalam waktu satu minggu kedepan.


"kak aku mau itu roti isi daging dengan saos tomat dan minumnya air putih saja"ucap kania saat mobil melewati kedai dipinggir jalan lalu cavan pun memakirkan mobil dan menyuruh kania untuk tetap dimobil.


Saat diperjalan kania merasa jika air ketubannya mengalir dengan menenangkan diri kania berucap untuk pergi ke rumah sakit terdekat "kak sepertinya aku mau lahiran".


Spontan cavan tancap gas untuk mencari rumah sakit terdekat dan untungnya 100 m ada rumah sakit,ia pun memakirkan mobil dan memanggil perawat untuk membantu kania.


Setelah kania masuk ruangan bersalin cavan menghubungi keluarganya untuk datang ke rumah sakit.


"cavan bagaimana keadaan kaniaapa sudah lahiran?"tanya mama ana saat baru sampai dan menghampiri cavan yang sedang duduk sendirian.


Tak lama kedua orang tua kania datang bersama dengan raka dan hyu ra tap tudak mebawa baby jae karena dia masih kecil.


Menunggu hampir dua jam perawat membuka pintu sambil membawa bayi "bagaimana keadaan istri saya"tanya cavan ke perawat.


Saat ditanya sang perawat tidak menjawb melainkan menuntun cavan untuk masuk,tanpa punya firasat yang aneh cavan masuk lalu ada seorang dokter menghampirinya.

__ADS_1


"saya ingin menyampaikan sesuatu tolong video ini terlebih dahulu"ucap dokter memberikan handphone ke cavan.


Hati cavan berdetak tak karuan dengan tangan gemetar ia membuka salah satu video disana kania terliat sedang berjuang untuk berbicara dalam keadaan penuh keringat.


"kak...aku minta maaf jika ...hah nati... Aku tidak...bangun hah baca harianku hah...terima kasih"


Video berakhir handphone dtangan cavan langsung terjatuh,ia berlari menghampiri kania yan terbujur kaku denga mata tertutup.


"KANIA!!"


Teriakan cavan terdengar hingga keluar ruanga seluruh keluarga berlarian memasuki ruangan,dengan air mata yang mengalir cavan tidak bisa berucap apapun dan seluruh keluarga menghampirinya.


Noah yang masih bingung menghampiri dokter untuk meminta penjelasan,dokter menjelaskan apa yang sedang terjadi lalu noah dengan tubuh lemah berpegangan ke diinding disebelahnya.


Suara tangisan menggema diruangan bersalin,hembusan angin menggugurkan daun yang kering lalu berjatuhan.


Terima kasih sudah membac.

__ADS_1


jagan lupa untuk like,vote and koment.


sorry kalau jarang update.


__ADS_2