I Am Protagonis?

I Am Protagonis?
bab 22


__ADS_3

aku merasa dipermainkan oleh dunia ini..


byurr..


air membawahi tubuh iris kesekian ia memasuki kelas,sungguh sial baginya karena hari ini ia datang lebih pagi dari biasa dan kampus masih agak sepi,iris langsung menelpon asistennya untuk membawakan pakaian dan tak lupa meminta tolong untuk membersihkan kelasnya.


ketika iris keluar dari kamar mandi ia bertebrakan dengan seorang gadis cantik dengan tatapan polos "sorry lo nggak kenapa-kenapa?"


"aku tidak baik-baik saja aku juga minta maaf soalnya tadi aku fokus handphone,lo iris kan? hai aku nana caramella"ucap nana gadis yang menurut iris aneh karena tatapannya.


meski bagi sebagian orang tatapan nana itu polos dan lembut tapi tidak bagi iris"hai juga gue ke kelas dulu bye"


nana terus menatap iris hingga menghilang dari pandangan entah apa yang dipikiranya.


lexa yang sudah menunggu iris mengomel karena ia sudah menunggu cukup lama dan hpnya tidak bisa dihubungi.


"k*****t bener itu anak gue udah hubungi berkali-kali tapi nggak diangkat kau kira gue ini jemuran apa?"


"berisik pagi-pagi udah ngomel-ngomel nggak jelas"tanpa permisi iris langsung duduk disebelah lexa yang menatap dengan tajam dan membuat iris risih.

__ADS_1


"dari mana aja lo hah!! gue telepon berkali-kali tapi tak kau angkat,lo kemana sih?"


"gue habis dari kamar mandi karena tadi ada hujan lokal"


"hujan ĺokal? kenapa nggak ada bekasnya? terus mau lo bales apa diem?"ia tahu iris bukanlah seorang pendendam dan dia orang mageran jadi dia pasti akan memilih diam namun kalau sudah kelewatan baru dia bertindak.


"males gue mending belajar biar cepet lulus dan..bertemu dengannya"iris berhenti bicara diakhiri kalimat dengan mengingat wajah seseorang yang sudah lama tak jumpa.


"dan? kok malah diem? atau lo mantan yang masih sayang~ lalu karena keluarga lo nggak setuju terus dipindahin kesini? auuhh sungguh drastis hidupmu nak"sambil menepuk pelan kepala iris dengan mimik kasihan dan membuat iris hanya menghela napas tanpa mengucapkan apa pun.


disiang hari yang panas terdapat tiga perempuan sedang makan es krim,seharusnya dua orang namun karena satu orang tiba-tiba duduk dimeja mereka mau tidak mau ya mereka harus mau.


"di kamar mandi"


"hai nama gue Alexa Chintya Martin panggil saja lexa "lexa mengulurkan tangan untuk berkenalan dan nana menyambutnya dengan riang.


"hai nama aku Nana Caramella salam kenal"


"lo jurusan apa kok gue baru lihat lo?

__ADS_1


"aku jurusan kedokteran"


"wow cita-citamu sungguh mulia semoga nanti kalau kau jadi dokter bisa menyembuhkan penyakit iris yang kadang-kadang males ngomong apa pun bahkan satu huruf gue aja bingung bagaimana dia bisa hidup"deng santai lexa menggoda iris karena tahu iris tidak akan marah dan membuat nana tertawa karena cara bicara dan mimik wajahnya.


"aku pergi dulu..."sebelum nana melanjutkan ucapannya iris sudah terkena air panas dari salah satu orang yang melintasi mejanya.


byur..


"aw panas"iris langsung menyiram tangan kirinya dengan jus yang belum ia minum dan pergi meninggalkan kantin tanpa mendengar ucapan apapun.


"hati-hati dong kalau jalan! mata itu lihat ke depan bukan ke samping"lexa yang melihat iris pergi mengikutinya dengan nana dibelakang dengan mimik kawatir.


ditunggu kesehatan lexa membantu mengobati tangan iris berhubung sang dokter yang sedang keluar"hah kenapa bisa begini? itu anak juga kenapa diam aja lagu tanpa ngomong apapun"


"berisik cepat obatin"perintah iris yang sudah kepanasan dan perih 'untung kulit gue nggak terlalu sensitif jadi nggak begitu parah'.


"ris jangan-jangan ini perbuatan dia"ucap spontan lexa yang mengingat satu orang,iris yang mendengar hanya diam tanpa menanggapinya.


terima kasih sudah membaca.

__ADS_1


jangan lupa untuk like,vote and koment.


__ADS_2