I Am Protagonis?

I Am Protagonis?
bab 21


__ADS_3

haruskah aku bertindak?..


atau hanya diam.


i bam geunarui bandisbureul


dangsinui chang gakkai bonaelgeyo


eum saranghandaneun marieyo


na uriui cheot ipmajchumeul tteoollyeo


geureom eonjedeun nuneul gamgo


eum gajang meon goseuro gayo


nan padoga meomuldeon


morae wie jeokhin geulssicheoreom


geudaega meolli


sarajyeo beoril geot gata


neul geuriwo geuriwo


yeogi nae maeumsoge


modeun mareul


da kkeonaeeo jul sun eopsjiman


saranghandaneun marieyo


eotteohge naege


geudaeran haenguni on geolkka


jigeum uri hamkke issdamyeon

__ADS_1


a eolmana joheulkkayo


nan padoga meomuldeon


morae wie jeokhin geulssicheoreom


geudaega meolli


sarajyeo beoril geot gata


tto geuriwo deo geuriwo


naui ilgijang ane


modeun mareul


da kkeonaeeo jul sun eopsjiman


saranghandaneun mal


i bam geunarui bandisbureul


dangsinui


eum joheun kkum igil barayo


_Iu~Through the Night.


hampir satu bulan iris sudah tinggal dinegara ini,hatinya masih hampa dan masih mengingat sosok yang selalu datang dimimpinya.


ia pernah berpikir kalau apa yang ia putuskan justru malah membuatnya semakin bersalah,namun sekali lagi ia berpikir bahwa apa yang sudah terjadi biarlah terjadi dan ia berusaha untuk yakin kalau ada pelangi selepas hujan.


hah membicarakan tentang pembullyan terkadang membuatku kesal memang dia tidak secara terang-terangan tapi selalu menerorku.


"apakah aku harus bertindak atau diam saja"gumam lirih iris ketika mendapati bangkunya hampir patah.


lexa yang baru datang terkejut melihat bangku yang kemarin masih kokoh tiba-tiba hancur berantakan"yak!! siapa yang melakukan ini?"


"siapa lagi kau pasti sudah tahu"

__ADS_1


"apa lo bakal diam saja atau lo memberi peringatan?"ia membantu iris memindahkan bangkunya dan mengganti dengan yang baru.


"hah sebenernya gue males kayak begini tapi berhubung dia duluan menjual maka gue akan membeli"bak seperti malaikat maut aura yang dikeluarkan iris tidak jauh berbeda dengan sang kakak.


diruangan yang serba hitam dua pemuda duduk berhadapan meski beda usia tapi karakter dan aura hampir sambutan muda Rhys ada apa datang kesini?"


"kak"


"ya ampun diluar kau sedingin es kutub Utara didepanku kau seperti anak kecil,kenapa? tidak bisa melawan stev? padahal masih ada tiga pawang lagi yang harus kamu hadapi kalau memang tidak bisa lebih baik menyerah"ucap Adrin Reynal Rhys kakak dari Cavan Ryder Rhys sosok yang tak kalah tampan dengan kecerdasan diatas rata-rata bahkan sudah menjadi CEO diusia muda dengan membangun perusahaannya sendiri,hampir mirip dengan cavan cuman matanya lebih gelap dari cavan.


"kakak tahu sendiri bagaimana rasanya" ejek cavan yang sudah mengetahui kisah cinta sang kakak.


"lalu kenapa kau kesini tiba-tiba kalau tidak butuh bantuan adik kecil"sebutan untuk cavan sedari dulu bahkan sebelum dia lahir membuat cavan mendengus kesal tapi tidak bisa berbuat apa-apa.


meski ia bisa saja melawan sang kakak tapi pada akhirnya ia sendiri yang kalah"apa yang harus aku lakukan? apa aku sekarang kesana atau tetap disini sampai syarat itu terpenuhi"


"hehe adik kecil sepertinya kepintaranmu berkurang haruskah belajar lagi,baiklah aku akan membantumu sekarang kau pergi kerjaannya masih banyak"walau adrin suka menjaili sang adik namun jika menunduk dengan tatapan sedih adrin hanya bisa menghela napas.


salahnya dulu ia terlalu memanjakannya padahal dia laki-laki dan ditakuti semua orang"hallo ada yang ingin gue bicarain"


____<.


bruk..


"aw denissa Vellyne!!"teriak ruby yang kesakitan karena jatuh dari kursi yang ia baru duduki.


"ini kursi kelihatan kuat kenapa lo duduk jadi begini? apa berat badannya bertambah?"Vellyne yang bicara tanpa filter membuat semua orang dikelas tertawa mendengarnya.


puk.


"lo nggak lihat badan gue prefek kayak begini mata lo katarak hah!! ini pasti kerjaan j***** sialan itu aw sakit banget punggung gue"ruby yang tidak terima menabok punggung Vellyne dan mengeluh punggungnya yang seperti patah.


"kayaknya sih ia ayo kita ke ruang kesehatan atau kita ke rumah sakit?"denissa yang tidak bisa menahan tawanan pun membungkuk agar tidak tertawa lalu ia mengajak ruby ke ruang kesehatan.


"ke rumah sakit aja"dalam diam ruby mengutuk habis-habisan iris dan akan membalasnya.


terkadang kita harus membalas bukan karena ingin balas dendam tapi agar dia tahu kalau kita tidak suka diganggu..


terima kasih sudah membaca.

__ADS_1


jangan lupa untuk like,vote and koment.


__ADS_2