I Am Protagonis?

I Am Protagonis?
bab 105


__ADS_3

Archie Kavan Grayson nama anak dari kania cavan yang dipanggil baby archie sekilas sangat mirip dengan cavan hanya matanya yang mirip dengan kania.


Lima tahun sudah berlalu daun yang berguguran kini sudah menghijau dengan indah,baby arc sosok bayi munyil nan lucu kini sudah beranjak menjadi anak-anak.


Meski usianya baru lima tahun namun dia sudah bisa mandiri bahkan saat sang ayah sudah pergi ke kantor tanpa menyapanya.


"pagi Arc hari ini paman noah yang akan mengantarmu ke sekolah tidak terasa sebentar lagi usiamu genap lima tahun kalau nggak salah satu bulan lagi,hadiah apa yang amu inginkan?"


Helaan napas terdengar lirih"tidak ada aku akan segera terlambat sebaiknya paman makan lebih cepat"


Suasana makan pun berubah menjadi hening hanya dentingan garpuh dan sendok,noah menyadari jika ucapany kali ini salah "Tuhan tolong kembalikan semuanya"


Didalam mobil sudah ada dua anak laki-laki yang lebih tua dari Arc mereka adalah Kenzo dan Jaemin,dua orang yang selalu ada untuknya bahkan saat dirinya masih bayi mereka sudah menemaninya.


"pagi Arc jangan lupa habis sekolah kita latihan untuk turnamen bulan depan"ucap Kenzo sambil menatap lekat sang adik yang masih fokus ke tablet ditangannya.

__ADS_1


Jaenim ingin mengatakan sesuatu namun ia tahan meski sekarang ia masih berumur 7 tahun ia dan Kenzo sudah tahu apa yang terjadi mereka hanya berdoa semoga semua cepat selesai.


Mungkin tak semua memahami apa yang aku rasa,bertahun-tahun hanya memendam keinginan untuk bertanya.


Mengapa aku berbeda tak seperti yang lainnya mereka bisa tertawa bersama orang-orang yang mereka cintai,mungkin sebuah angan ataukah kenyataan hidup memang tak dapat dipahami.


Disepanjang jalan Arc menatap langit yang berawan meski umurnya baru lima tahun tapi ia sudah cukup mengerti mengenai sang mommy yang tidak hadir disejak bayi.


Ada perasaan rindu sat ia tidak sengaja melihat anak-anak lain bermain dengan ibunya namun sekuat tenaga ia berusaha untuk tetap tenang meski ketika malam menjelang air mata mengalir dengan doa-doa yang selalu ia panjatkan.


Tak dipungkiri kehadiran seorang kania sangat berpengaruh bagi kehidupan mereka yang mengenal baik dari keluarga hingga karyawan turut bersedih namun tidak membuat mereka berlarut mereka percaya jika keajaiban itu ada.


Diruangan serba putih seorang wanita mencoba membuka matanya secara berlahan,cahaya yang masuk menyilaukan pendangan membuat ia mengangkat tangannya namun tak mampu karna terlalu lemah.


Matanya berkeliling menatap ruangan yang penuh dengan bunga serta berbagai macam kertas bergantungan "ini gue dimana...tunggu kenap perut gue kempes terus kenapa tenggorokan sama badab gue sakit semua".

__ADS_1


Berangsur ingatan demi ingatan memasuki pikiran wanita tersebut hingga ingatan tentang persalinan yang begitu menegangkan hingga membuat dirinya tidak sadarkan diri.


Setelah mengingat ia berusaha untuk menggapai tombol darurat yang berada disebelah kanan ranjang.


Tin nong (anggap bunyi tombol darurat).


Suster yang sedang beristirahat dibuat kaget dengan bunyi tombol darurat saat menatap monitor ia pun berlari memanggil dokter "dok...dokter pasien di VVIP....sudah sadar"suster berusaha mengatur napas sebelum berbicara.


dokter pun lari menuju ruangan yang dimaksud oleh suster untuk melihat secara langsung.


Terima kasih sudah membaca.


jangan lupa like,vote and koment.


sorry kalau jarang update

__ADS_1


__ADS_2