
apakah ini takdirku?! apa aku tidak bisa merubahnya?..akankah semua yang ku lakukan sia sia?..
mendengar perkataan sang adik stev menyengitkan dahi seakan pertanyaan adalah hal yang tidak pernah ia pikirkan"what? boneka annabel? tentu saja kakakmu ini masih waras dan mata kakakmu dan hatimu ini masih baik dan pikiranku juga masih jernih iris!! apa kamu pikir kakakmu ini tidak bisa melihat"
"lagian dia yang bilang kalau kakak itu pacarnya kalau bener pacaran aku akan bilang ke daddy biar kakak dicoret dari daftar ahli waris"
"sudah biar kakak yang bertindak,kamu masih ada kelas?"menanggapi dengan santai dan menyimpannya dihati 'Ruby Lilyana Daviz kamu salah bermain peran Abronela tidak akan melepaskanmu'.
"masih ada satu lebih baik kakak kembali ke kelas biar cepat lulus kasian daddy sudah tua"ucap iris dengan santai dan membuat stev tertawa bagaimana dengan sang daddy yang mendengar sang princess pasti dia akan sakit hati.
stev mengelus rambut dan mencium kening iris"kakak pergi ke kelas kalau ada apa-apa telpon "dengan tatapan datar stev pergi membuat orang lain merinding takut saat melihatnya.
ia tidak langsung ke kelasnya melainkan ke tempat ruby berada yaitu di kelasnya,ruby yang melihat sang pujaan hati langsung berdandan cantik walau kalau dilihat agak berlebihan hingga yang memandang terkadang ilfil.
"my Prince Steven akhirnya kamu kesini? ada apa?"ruby menyambut Steven bak pangeran berkuda putih namun stev masih memasang wajah datar dan aura kegelapan hingga kelas terasa dingin.
__ADS_1
"jauh iris atau lo bakal tahu akibatnya"stev yang males berlama-lama pun langsung meninggalkan kelas tanpa menunggu reaksi ruby yang masih terbengong mendengar ucapan sang pangeran tercinta.
"iris!! haha j***** itu akan gue buat dia tersiksa karena telah memilih hidup disini haha"bak psikopat ruby tersenyum manis namun terlihat menakutkan bagi sebagian orang kecuali sang sahabat.
"j***** seperti dia harus disingkirkan dengan cara yang amat manis untuk dilupakan, gue bener-benar nggak suka dengan sikap munafiknya yang pura-pura lemah lembut cih"
Vellyne yang melihat ekspresi kedua sahabatnya hanya diam tanpa berkata apapun dirumah dia sudah diwanti-wanti oleh sang kakak dan orang tuanya kalau untuk tidak ikut campur urusan ruby dan denissa.
kalau tidak ia akan dipindahkan ke luar negeri dan sendirian disana sungguh itu adalah hal yang menakutkan untuknya.
disisi lain cavan sedang termenung sambil mengadukan makanan,dua sahabatnya hanya bisa memandang iba namun tidak bisa berbuat apa-apa.
seketika dua sahabat itu saling melirik kar3na mendapat ide,abhi bergegas menuju ke kelas untuk menemui seseorang"mel bisa bicara sebentar"
"ada apa kak?"tanya melody yang heran karena senior yang di anggap most wanted mencarinya.
__ADS_1
"gue minta nomer barunya iris"
"mm..bagaimana...kata kak stev gue nggak bisa ngasih nomer iris ke kak cavan tanpa seizinnya"dengan santai melody menjawab dan menatap abhi.
setelah mendengar ucapan melody abhi pergi tanpa kata,ia menemui sahabatnya dan menggelengkan kepala tanda ia tidak dapat.
suasana semakin kacau saat bella datang dan duduk disamping cavan,dengan gayanya yang genit ia memulai aksinya.
"kok nggak dimakan sih kak? atau mau aku siapin sini aaa"saat sendok hendak menyentuh bibir cavan,sendok itu terpelanting ke bawah.
"haidar urusan adek lo ini dan bilang jangan ganggu hidup gue atau dia..benar-benar akan gue kirim ke negara S"
bella yang mendengar ucapan cavan langsung gemetar siapa yang tidak tahu negara S,negara yang populasi manusianya sedikit dan masih seperti hutan bahkan banyak hewan buas.
apa yang akan dilakukan cavan agar bisa bertemu dengan iris?..
__ADS_1
terima kasih sudah membaca.
jangan lupa untuk like,vote and koment.