
dialam bawah sadar iris atau sekarang kita panggil kania sedang menyusuri jalan yang begitu panjang disisi kiri dan kanan terdapat pohon rindang dan bunga-bunga bermekaran.
"hai apa kabar? pasti baik-baik saja bukan? tentulah masa nggak...nggak salah haha"ucap sosok pemuda yang tiba-tiba muncul dihapan kania dengan pakaian serba putih.
awalnya ia tidak mengenali siapa sosok itu namun semakin ia melihat semakin jelas ia mengenalnya pemuda yang tampan rupawan namun sayang memiliki sifat jahil bahkan cerewet seperti perempuan.
"udah mati lo?! gue kira belum haha"kania meledek pemuda didepannya karena sudah lama mereka tidak berjumpa sekali berjumpa di akhirat? sungguh sedih hatiku.
"hah sayang kita belum meninggal baby haha canda baby kita sekarang dialam bawah sadar,mungkin lo bingung sama kayak gue tapi nanti lo akan tahu jawabannya gue cuman mau bilang...."panjang lebar pemuda itu berbicara hingga kania raut wajah kania semakin merah karena marah lalu ia memukul pemuda tersebut.
"lo gila!! gue nggak percaya sumpah!! Tuhan kenapa harus seperti ini"
melihat wajah sendu kania pemuda itu memberitahu kalau ia harus kembali dengan cara membenturkan kepala kania ke salah satu pohon canda tentu saja bukan melainkan melewati gerbang berkelip berwarna biru.
titttttt.
__ADS_1
bunyi alat pendeteksi jantung berbunyi nyariin hingga cavan cepat menekan tombol darurat untuk memanggil dokter.
cklek.
dokter keluar dan memberitahu kalau pasien sudah sadar dan akan dipindahkan ke ruang rawat inap,cavan yang mendengar pun langsung menghubungi keluarganya kalau iris sudah sadar.
"sayang akhirnya kamu bangun aku kawatir kamu kenapa-kenapa"cavan memeluk erat tubuh iris dan mencium keningnya,iris hanya membalas pelukanya tanpa berbicara apapun pikirannya masih teringat ketika ia bertemu dengan sosok pemuda berbau putih.
ia masih mengingat percakapannya dengan sosok pemuda itu "jika kamu ingin kembali kamu harus merubah alur cerita iris yang berakhir sad ending menjadi happy ending".
kania sekarang tahu kenapa ia bisa berada disini pasti karena pemuda itu yang notabenya adalah sosok ia lama kenal,sial apa salah gue awas aja kalau gue sudah kembali gue cari lalu gue cincang.
tapi..gue juga bahagia berada disini bertemu dengan cavan adalah hal yang gue tunggu'iris mengelus rambut cavan yang tidur disebelahnya,seluruh keluarga Abronela dan Rhys sudah pulang tinggal mereka berdua.
cavan yang disuruh pulang ingin pulang bersamaku besok,tidak terasa tiga tahun gue jauh darinya tapi rasa ini masih tetap sama dan satu bulan lagi gue akan menikah dengannya yap menikah? gila itulah yang terpikir di otak gue.
__ADS_1
tapi mungkin ini yang terbaik buat kita dan gue harap gue sama dia bisa menjalani semua dengan baik walau pun ada masalah gue harap kita bisa melewatinya terima kasih Tuhan kau telah memberikanku cinta.
keesokan harinya iris sudah rapih bersama cavan untuk pergi ke butik dan toko perhiasan,padahal iris baru sadar kemarin bukanya istirahat malah disuruh capek nasib nasib.
iris dan cavan memilih hanya memilih tiga pakaian satu buat acara pemberkatan dan dua untuk acara resepsi karena iris meminta acara yang sederhana namun elegan ia tidak mau terlalu mewah meski keluarganya sangat mampu dan tak lupa cincin nikah sederhana namun tetap mewah.
meski harus berdebat ketika membeli cincin akhirnya cavan mengalah dan memilih cincin pilihan iris,untuk acara dekorasi dan tempat sudah diatur oleh sang kakak dan keluarga jadi mereka sudah terima beres.
terima kasih sudah membaca
jangan lupa untuk like,vote and koment.
__ADS_1