I Am Protagonis?

I Am Protagonis?
bab 33


__ADS_3

stev yang panik menggendong iris menuju parkiran,lexa membantunya dengan membuka pintu lalu menyetir karena kak stev mencoba menenangkan iris yang kesakitan.


iris mencoba untuk tetap tenang tapi rasa sakit itu justru menyiksanya ia lupa kalau kulitnya sensitif jadi akan lebih berdampak ketimbang kulit normal,air matanya mengalir karena ia tidak tahan dengan rasa sakitnya.


setelah tiba dirumah sakit stev menggendong sang adik ke UGD dan langsung ditangani oleh sang dokter.


cklek.


"dok bagaimana keadaan adik saya?"stev bergegas berdiri setelah dokter keluar dan ia bertanya tentang keadaan iris.


"lukanya cukup parah karena kulitnya sensitif dan ditambah ada zat kimia di kuah bakso yang mengharuskan operasi pada jaringan kulit agar tidak membekas dikemudian hari"dokter menjelaskan yang dialami iris dan tindakannya.


untuk sesaat stev terdiam lalu dia berucap lakukan yang terbaik agar adik saya baik-baik saja dan tangannya bisa kembali seperti semula,dokter yang mendengar pun memeperintahkan suster untuk memindahkan pasien ke ruang operasi.


beberapa saat kemudian keluarga iris datang dengan sahabat stev dan menanyakan tentang keadaan iris,cavan pun menjawab dengan detail tanpa dikurangi atau ditambah.


mommy alin menangis dipelukan daddy mengingat anaknya yang sedang kesakitan, tak lupa ezra dan evan menanyakan perihal yang terjadi dengan sang adik.


sebelum stev menjawab gabriel terlebih dahulu bicara tentang kecelakaan yang terjadi dengan iris dan stev menambahkan tentang zat kimia yang terkandung di kuah bakso tersebut.

__ADS_1


"nana haha ternyata pemikiran iris selama ini memang benar"


mendengar ucapan lexa yang seperti orang gila membuat kelima pemuda itu menyengitkan dahi bahkan gabriel menggelengkan kepala karena tidak percaya jika iris punya sahabat seperti alexa.


"apa maksud lo dengan bicara seperti itu?"ezra yang notabenya lebih dingin dari evan dan stev membuat lorong rumah sakit menjadi lebih dingin dan mencekam.


"i...itu..kalau nana berteman dengan iris karena dia menyukai kak stev"setelah kata itu terucap lexa mencoba untuk bernapas karena udara disekitarnya sudah mulai normal'hah lama-lama gue mati disini huh hah'.


ezra menatap tajam stev dan mempertanyakan stev hanya menggelengkan kepala karena memang dia tidak tahu dengan nana meski ia pernah bertemu tapi ia tak menghiraukannya.


"hah aku tidak tahu kak soal itu memang nana sering deketin aku cuman aku selalu menghindar karena risih"


"nana..gue nggak tahu kak? tanya sama kak Gabriel dan kak jho bukannya mereka yang terakhir lihat"saking takutnya lexa gemetar menjawab dan menunjuk ke gabriel dan jho.


gabriel yang ditunjuk pun menyengitkan dahi lalu terdiam dan menjawab dengan sesal"sorry karena gue panik jadi gue tinggalin tuh anak dan sekarang gue nggak tahu dia dimana"


"kalau dia merasa bersalah dan menyukai stev pasti dia akan kesini untuk menjenguk iris,gue udah minta rekaman cctv dikantin dan udah gue serahkan ke kak gue"ucap jho menempati sang sahabat yang sedikit ceroboh dan memberitahu kalau ia sudah memberikan rekaman cctv ke polisi.


berhubung kakak jho seorang polisi alhasil ia mengirim rekaman ke kakaknya yang sedang bertugas untuk menyelidiki kasus ini.

__ADS_1


sebenarnya ini kasus biasa yang berupa ancaman tapi karena Jhonatan melihat dan mendengar ucapan nana di cctv ia pun memberikan rekamannya ke sang kakak untuk ditindaklanjuti.


nana sebagai pelaku sedang tertawa bahagia karena rencana yang ia buat berhasil,sangking bahagianya ia lupa kalau ia masih disekolah yang banyak cctv dipasang oleh pihak sekolah.


"Haha akhirnya gue bisa membuat tangannya minimal...diamputasi haha gue tahu dia adiknya tapi gue nggak suka dia dekat dengan perempuan lain termasuk keluarganya "


brak.


pintu terbuka dengan paksa masuklah seorang perempuan muda dengan baju formal memandang jijik ke nana.


"lo bener-benar udah gila seharusnya lo itu masuk rumah sakit jiwa dari pada bikin keluarga ini hancur karena kelakuan lo!"teriak perempuan muda tadi,ia sungguh kesal dan marah dengan gadis didepannya baginya dia hanyalah gadis bodoh yang hidup didunia ini.


setelah berucap perempuan itu pergi tanpa sepatah kata dan nana hanya memandang tajam kepergian perempuan muda tadi,dalam hati ia mencaci dan mengutuk dengan berbagai kutukan.


"hah ini semua juga karena lo!! kakak macam apa lo yang mengurus adiknya malah bersenang-senang cih munafik"gumam nana menggelengkan kepala untuk melupakan masa lalunya.


terima kasih sudah membaca.


jangan lupa untuk like,vote and koment.

__ADS_1


__ADS_2