I Am Protagonis?

I Am Protagonis?
bab 7


__ADS_3

Semakin kamu menjauh semakin aku akan mendekatimu,semakin kamu menolak akan ku buat kamu jatuh ke pesonaku.


dimall.


"mel lo beli apa sih? dari tadi murer-muter nggak jelas nggak tahu apa kalau gue itu capek plus haus"gerutu iris menhentakkan kaki dan memonyongkan mulutnya membuat yang melihat gemas.


"Haha lucu banget sih sahabatku~ baiklah kita caffe buat cari yang seger seger"melody mencubit kedua pipi iris karena gemas.


tanpa mereka sadari ada tiga orang yang melihat interaksi mereka dan salah satu diantaranya tersenyum tanpa sadar.


"dar disini panas ya?"tanya abhi menyendiri si kulkas.


"iya nih kayaknya matahari tepat diatas kita"haidar ikut berakting dengan abhi.


"pantes kutub Utara mencair hati-hati kebanjiran"teriak tepat di kuping cavan,sedangkan cavan hanya melirik dan pergi meninggalkan dua orang idiot yang sayangnya tampan dan kaya.


"kebiasaan si kutub pergi tanpa pamit,lalu kalau tante mei tanya gue harus jawab apa dong?"ucap abhi yang dibuat-buat namun sayang tak ada respon.


"astaga gue punya temen begini amat"

__ADS_1


"sabar bro namanya juga kutub haha"haidar yang geli dengan kelakuan abhi hanya tertawa kecil dan menggelengkan kepala.


dicaffe.


"ekhem sengaja banget pilih tempatnya brother? kalau suka ya bilang suka jangan sampai diambil orang nanti sakit hati~"suara emas abhi berkumandang membuat kedua sahabatnya menatap tajam dan yang satu tertawa lepas.


"ngomong lagi gue jejelin sambel"cavan yang sudah muak dengan sahabatnya pun hanya bisa bersabar.


disisi lain tanpa ada kata dua gadis sedang lahan memakan makanannya yang tersedia dimeja,tanpa memperdulikan orang lain termasuk tiga pemuda yang tepat disebelah mereka.


"habis ini pulangkan?"


"iya pulang! bawel banget mulut kau"melody menatap sengit sang sahabat yang sedari tadi merengek minta pulang padahal ia belum puas berkeliling.


"nggak sekalian ke surga dengan cepat"sewot melody mendengar ceramah sang sahabat yang menurutnya biasa saja.


plak.


memukul tangan melody dengan sendok.

__ADS_1


"ngasal aja lo kalau ngomong! nggak lucu kan kalau tiba-tiba malaikat lewat bisa lewat gue!! kan nggak asik"berucap dengan tampang dramatis namun tetap cantik dan manis.


"sungguh ciptaanmu Tuhan membuatku iri"gumam lirih tanpa didengar iris yang sedang fokus makan.


selesai makan dan istirahat kedua sahabat itu pun pulang dengan kendaraan masing-masing, iris yang kebetulan mendapat card didalam lemarinya tidak menyia-yiakan uang itu.


ia membeli sebuah motor matic agar tidak terlalu mencolok walau saldonya bisa membeli 10 mobil mewah,tapi karena ia sekarang hanya mahasiswi beasiswa jadi ia harus sederhana.


cavan yang mengikuti iris dari belangkan menyetir dengan santai sampai abhi mengeluh dalam hati 'ini mah kayak gue naik siput pelan amat bro!!'namun hanya ia bisa pendam karena ia tidak mau ditendang keluar mobil,apalagi ia tidak membawa mobil.


beberapa menit kemudian iris sampai diapartementnya,orang yang melihat apartemen iris pasti berpikir kalau orang yang tinggal disana haruslah orang berduit.


"nggak salah nih? diakan cuman mahasiswa beasiswa?"abhi terbengong menerima kenyataan yang ia lihat.


"kan lo belum tahu latar belakang keluarganya bisa jadi karena identitas iris sama dengan kita atau bahkan lebih"teori haidar meluncur tanpa malu dan berpikir.


"hah? tapi mungkin aja benar soalnya gue udah cari bahkan gue hacker tapi tetap aja gue nggak nemu apa-apa"


apakah? iris dapat bertemu dengan keluarganya dan apakah cavan dan kawan-kawan tahu siapa iris sebenarnya? tunggu kelanjutannya ya gais.

__ADS_1


terima kasih sudah membaca.


jangan lupa untuk like, vote and koment.


__ADS_2