I Am Protagonis?

I Am Protagonis?
bab 31


__ADS_3

cinta itu rumit dan menyusahkan.


karena hati bisa berubah begitupun dengan cinta.


hanya segelintir orang yang mampu mempertahankan cintanya bukan hanya karena fisik tapi karena ia mau belajar untuk mencintai lagi dan lagi..


cavan masih belum tenang ia ingin sekali mengetahui maksud dari Gabriel yang mengungkit masa lalu iris dan ia juga curiga dengan tatapan erick ke iris yang begitu dalam haruskah ia mencaritahu kebenarannya? satu kata Steven seharusnya dia mengetahui yang sebenarnya.


"kalo lo pengin tahu maka cari tahulah secara diam-diam atau...kalau lo berani tanya langsung ke orangnya itupun kalau dia mau jujur"ucap bijak haidar ke cavan yang sudah ia anggap seperti saudara sendiri.


"gue jadi paham kenapa kak stev memberikanmu tantangan lawan yang lo hadapi sudah selangkah lebih maju lo pasti paham apa maksud gue...erick"seorang abhi jika sudah serius maka ia menunjukkan keseriusannya bahkan lawan tidak tahu kapan ia bertindak.


"thank's sudah ada buat gue dan membantu gue"


"itulah gunanya sahabat"ucap haidar menepuk pundak sang sahabat meski dalam hati ia berkata 'cinta memang tidak bisa dipaksa'.

__ADS_1


"lo harus serius jika benar-benar mencintainya seperti kata orang cinta itu rumit karena hati bisa berubah begitupun dengan cinta"


perkataan sang sahabat membuat ia semakin terpacu agar lebih cepat lulus dan sukses,seperti kata sang kakak yang selalu mengingatkannya siapa keluarga Abronela.


--///___


empat pemuda sedang duduk sambil memakan cemilan yang tersedia hanya tiga yang malan dan satu lagi sedang merenung"riel jangan terlalu terbuka dan ikut campur biar gue yang melakukannya sendiri"


"ya ya~ gue hanya mengasih clue kalau ternyata dia tahu secepat itu berarti IQ dia jangan dianggap remeh"gabriel yang sedari awal menilai sosok cavan mengaku sedikit kagum diusia yang muda ia sudah mempunyai emosi yang stabil dan bisa mengintrol.


"inget cinta itu tidak bisa dipaksa! jangan membuat perselisihan kau pasti tahu siapa kakak cavan"jhonatan hanya bisa menasihati sang sahabat yang mempunyai sifat jahil.


tatapan erick tidak pernah lepas dari iris semenjak tahu siapa iris dia bahkan memarahi sang sahabat karena tidak bilang kalau iris sudah kembali.


puk.

__ADS_1


tepukan di tangan membuat ia tersadar dan saat menengok siapa sang pelaku ia diam tanpa bicara "kak lihat kak stev dimana? tadi gue kamarnya tapi nggak ada".


suara merdu membuat hati es balok mencari senyumannya yang menghangat seperti matahari "stev...dia lagi ke minimarket beli snack sama Gabriel dan jho"


"ya udah gue pergi dulu jangan ngelamun kak tidak baik nanti ada yang lewat hehe"iris berusaha bercanda dengan senior yang sudah menolongnya.


hatinya deg degan saat menatap matanya yang jernih berwarna biru yang menenangkan tapi sayang minim ekspresi seperti balok es canda balok es.


kepergian iris membuat erick tersenyum tipis dan manis membuat siapa yang melihat pasti akan terpesona.


--//^^_


"duh kok gue merinding yah lihat kak erick senyum padahalkan manis namun sayang ekspresinya itu nggak nahan,ini kak stev bukannya ngajakin malah ngilang udahlah gue bangunin melody dulu lalu langsung ke bandara"


iris mengetuk pintu kamar tamu tempat melody tidur ketika terbuka ternyata melody sudah bangun dan rapih,mereka pun memutuskan untuk langsung ke bandara karena sudah memepet.

__ADS_1


terima kasih sudah membaca.


jangan lupa untuk like,vote and koment.


__ADS_2