I Am Protagonis?

I Am Protagonis?
bab 97


__ADS_3

Cavan yang mendapat kabar jika kania pingsan langsung menghampirinya tepat ketika dirinya datang dokter keluar untuk menanyakan keluarga pasien,cavan menghampiri dokter tersebut dan bertanya bagaimana keadaan kania.


"pasien tidak apa-apa cuman butuh istirahat dan selamat anda akan menjadi seorang ayah kalau begitu saya permisi"ucap dokter menepuk pelan cavan yang masih belum sadar.


"terima kasih dok"ucap cavan lalu ia membuka pintu untuk melihat keadaan kana yang masih belum sadar dirinya sempat tak percaya dengan apa yang ia dengar air mata mengalir dikedua pipinya rasa haru bahagia ia rasakan.


Setelah beberapa menit kania bangun dirinya merasa linglung dengan sekitar dan baru menyaadari jika dirinya sudah di rumah sakit,ia menatap cavan yang sedang sibuk dengan laptopnya.


"bagaimana keadaaan kamu apa ada yang ingin kamu makan atau ada yang tidak nyaman"cavan bertanya tanpa jeda membuat kania pusing mendengarnya.


"aku nggak kenapa-kenapa dan tidak membutuhkan apa pun memangnya ada apa? Kenapa kamu jadi aneh begini?"tanya kania yang sempat dibuat bingung oleh sikap cavan.


Avan pun menjawab jika semuanya baik-baik saja hanya saja drinya sedang hamil,mendengar kata hamil kania menggosok pelan perutnya air mata mengalir karena terharu dan bahagia.

__ADS_1


Setelah kania dianggap sehat dan stabil cavan membanya pulang tak lupa memberitahu arka untuk datang kerumahnya bersama orang tua.


Sempat dibuat bingung dan takut keluarga kania menghampiri lalu bertanya ada apa,kania menjawab untuk tenang setelah semua keluarga berrkumpul ia pun berkata jika dirinya sekarang sedang mengandung dua bulan.


Seluruh keluarga merasa senang mendegar kabar bahagia dari kania dan cavan lalu mereka berencana untuk membagi kebahgiaan dengan orang lain dengan cara membagikan sembako dan uang.


Selama kehamilan kania tidak bisa kemana-mana cavan tidak mengijinkanny untuk pergi ke butik padahal masih banyak berkas yang harus ia tanda tangani.


Vanilla dan olivia bergantian membawa berkas yang akan ditanda tangani kania,meski olivia masih tinggal satu atap namun yang menjadi sekertaris kania adalah vanilla jadi itu tanggung jawabnya.


Cavan yang tak ingin meninggalkan kania harus terpaksa pergi karena perusahan cabang ada masalah,kania yang mengerti tugas suaminya mencoba untuk memberitahu jika diirnya tidak apa.


"kak lagian aku dirumah nggak sendiri ada banyak oarang dan kamu disana hanya minggu bahkan bisa lebih cepat jika kamu mau berusaha oke,kasian itu raka,niko sama sean sudah menunggu"kania yang merasa frustasi menggeret cavan untuk pergi segera mungkin.

__ADS_1


Melihat kelakuan cavan yang aneh semenjak kehamilan kania membuat tiga orang menghela napas beribu kali,sean yang sudah tidak tahan dengan drama cavan menyeretnya ke mobil untuk pergi ke bandara.


Setelah kepergian cavan,kania kembali ke butik dengan syarat ia harus dengan supir dan pulang lebih awal.


Dibagian dunia lain cavan berserta tiga orang lainnya memulai penyelidikan tentang hilangnya dana perusahaan.


"permisi ini dokumen yang bapak minta apa ada hal lain yang bapak inginkan"ucap wanita cantik berbaju seksi yang membuat niko berkali-kali menlan ludah namun tidak berpengaruh ke cavan dan sean serta raka.


"tidak ada kamu boleh pergi dan...jika besok kamu masih menggunakan baju kurang bahan lebih baik kamu mengundurkan diri"ucap datar cavan tanpa memandang wanita berbaju seksi tersebut.


Wanita itu pun tersentak kaget mendengar perkataan bosnya yang selalu ia kagumi meski dirinya sudah menikah tapi hatinya selalu terusik "baik saya akan ganti baju"


"gila gila siapa yang merekut sekertaris begini kalau kania tahu wow duia hancur hahaha tapi seru juga buat cuci mata haha....aduh sakit cavan! lo pikir kepala gue batu apa!? dasar bos nggak ada akhlak"niko yang sedang bahagia tiba-tiba mendapat serangan mendadak pun menggerutu pelan namun masih dapat didengar semua orang.

__ADS_1


Terima ksih sudah membaca.


jangan lupa untuk like,vote and koment.


__ADS_2