
disiang yang panas kedua kakak beradik sedang makan tanpa suara apa pun kecuali sendok dan garpu,tatapan oliv mengisyaratkan kalu dia ingin mengucapkan sesuatu"kalaumau ngomong nggak ada yanng melaranng"
"kenapa kakak nggak batalin acara pertunangannya? Kan perjodohan kakak dibatalin?"tanya oliv karena ia masih melihat kalau sebagian gaun yang rusak kemarin adalah pilihan mama lalu semua gaun dibuat ulang serta tanggal acara tiba-tiba diundur,ia juga meras aneh karena mamanya tidak mencari pengganti.
Cavan tidak mengucapkan satu kata pun baginya sebelum kania setuju ia belum bisa membicarakannya meski dia adalah adiknya,oliv hanya menghela naas lalu melanjutkan makan.
"hai apa lo cavan? Masih ingat gue Ivanka Reasandi temen lo pas SMA pasti lo lupa ya? Apa lo masihi berteman dengan niko dan sean?"tanya wanita cantik berbaju sopan berambut pendek,oliv menatap mereka berdua yang asik ngobrol.
Cavan sudah engingat siapa vanka wanita anggun yang dulunya tomboy saking tomboynya dia berteman dengan anak laki-laki salah satunya cavan,mereka bercerita tentang masa sekolah dan kehidupan sekarang.
ivanka wanita supel yang ramah namun agak keras karena dia ahli dalam beladiri,oliv menatap ivanka dan cavan meeka berdoa seolah seperti sepasang kekasih lalu ia berpikir 'apa dia calon kak cavan? Berarti aku salah kira hah kak kania ku kira kau akan menjadi kakakku tapi ternyata.....hah tidak apalah sepertinya kak vanka juga bagus tidak seperti stella'.
///---
__ADS_1
Kania yang sudah menjadi mahasiswa lagi merasa dejavu dengan keadaannya sekarang ia seperti hidup kembali sebagai iris sosok pediam dan penyendiri hanya melody yang menemaninya.
Bruk..
semua barang ditangan kania berhamburan jatuh kelantai begitupun barang yang dibawa oleh orang yang menabraknya semua kuah dimangkuk tersiram ke badan kania"aw iisst aduh..barang-barang gue"ucap kania mencoba duduk sambil mengambil barang-barangnya kembali.
Wanita yang tidak sengaja menabraknya mencoba membantunya berdiri dan mengelap pakaiannya yang basah,ketika mata mereka bertemu wanita itu berteriak memanggil namanya hingga semua orang memandang mereka.
kania memukul pelan tangan kang hyo ra setelah berganti pakaian"lo ngapain disini? Lo bukan mahasiswa bukan?"tanya kania sambil melihat pakaian hyo ra yang cukup rapih.
"enak aja mahasiswa? Gue ini dosen! Meski umur gue masih muda tapi gue ini lulusan S3,lalu apa kau murid baru disini? aahhh senang sekali gue bisa bertemu denganmu"gerutu hyo ra karena dibilang mahasiswa meski dia jarang ngajar namun ia adalah seorang dosen.
Sambil makan mereka berdua bercerita termasuk hyo ra yang tiba-tiba menjadi dosen,dia memang dosen namun dia hanya mengambil beberapa mata kuliah jadi dia memiliki dua pekerjaan.
__ADS_1
Kania mencobameminta tolong ke hyo ra untuk mencarikannya tempat untuk membuka butik lalu hyo ra dengan senang hati membantunya ia malah mempunyai kenalan yang bekerja dibidang propeti jadi kania tidak usah repot mencari orang untuk butiknya.
Diang berganti malam kali ini kania pukang agak malam karena ia mahasiswa baru jadi banyak tugas yang harus diselesaikan agar ia cepat lulus lalu kembali ke kanada,dijalan yang sepi kania merasa sedikit takut apalagi ini bukanlah negaranya sambil menunggu jemputan arka ia menengok kanan kiri.
Puk.
tepukan dibahu membuat kania membeku ditambah suara laki-laki mengatakan sesuatu"hai bisakah gue minta tolong?"ucapnya meminta tolong lalukania secara berlahan membalikkan badan a amat terkejut melihat emandangan didepanya mulutnya terasa kelu tanpa mengeluarkan kata-kata.
(anggap kania menggunakan bahasa korea-inggris).
Terima kasih telah membaca;
jangan lupa untuk like,vote and koment.
__ADS_1