I Am Protagonis?

I Am Protagonis?
bab 6


__ADS_3

Cinta itu menyakitkan apalagi ketika tahu bahwa dia hanya menganggap sebagai teman tidak kurang tidak lebih..


byur..


air membawahi tubuh iris yang sedang santai duduk dikelas, iris diam menatap seseorang yang menyiramnya.


"apa yang kau lakukan"tanya iris dengan tenang sambil menyeka air diwajahnya.


"membasmi sampah yang berkeliaran"menatap tajam dan angkuh sesuai dengan perannya sang antagonis isabella atau bella.


"what ? sampah? nggak sadar sampah kok ngomong sampah? lucu sekali dirimu nak?"perangai iris menatap tenang lalu berdiri dan menyiram air kkke bella.


"gimana rasanya? dingin? atau manis? basi"ris melangkah pergi ke toilet untuk membersihkan diri.


"sial!! awas kau iris aku tidak akan melepaskanmu"sambil mengepalkan mengepalkan tangan bella pergi meninggalkan kelas.


ketika dikoridor iris tidak sengaja bertemu dengan cavan dan kawan-kawan, cavan yang melihat iris basah kuyup melepaskan jaketnya dan dipakaikan ke iris.


iris tersentak kaget melihat kelakuan cavan dengan wajah datar namun tatapan mata penuh kekhawatiran.


"i..ini nggak usah gue..."

__ADS_1


"pakai nanti lo masuk angin dan isi ukuran baju lo"cavan memberikan hpnya untuk membeli baju secara online.


"terima kasih lo nggak usah perhatian nanti banyak yang salah paham,apalagi fans lo bisa-bisa gue diserbu sama mereka"tanpa menunggu jawaban cavan iris terus berjalan ke toilet.


"abhi coba cari tahu apa yang terjadi?"


cavan terus menatap punggung iris dengan tatapan lembut.


"menurut berita bella sudah menyiram iris dan iris membalas dengan menyiramnya kembali"sebelum abhi berbicara ia menatap haidar lalu baru cavan.


"apa maksudnya bella menyiram iris bukannya mereka tidak saling kenal?"cavan terus menatap haidar sang kakak dari bella.


'bella sudah kakak bilang jangan membully orang dekat dengan cavan'ucap bathin haidar.


seseorang dari ojek online datang memberikan baju yang ia beli lalu ia menyuruh seorang mahasiswi untuk memberikan kepada iris di toilet.


cavan segera pergi ke kelas bella.


bruk..


"apa yang lo lakukan isabella helena Wilson?"ucap lembut cavan namun dengan aura dan tatapan mematikan hingga bella merinding ketakutan.

__ADS_1


"gue cuman nggak suka kalau itu anak dekat dengan lo,karena gue cinta sama lo dan lo harus milik gue"bella mengatur napas lalu mengungkapkan isi hatinya.


"Haha cinta? bella gue hanya menganggapmu sahabat jadi jangan ikut campur urusan gue"cavan mencoba menekan amarahnya karena ia tidak bisa menyakiti perempuan.


"bell kakak mohon jangan seperti ini,cinta itu tidak bisa dipaksa kamu bisa bahagia dengan orang lain orang yang mencintaimu.kakak mohon jangan lakukan ini lagi sebelum kakak bilang ke daddy dan kamu pasti tahu apa jawabannya "haidar tidak bisa membenci sang adik ia hanya bisa menasihati dan jika omongannya tidak dianggap maka ia akan bilang ke daddynya.


"hiks hiks aarrggh kenapa? kenapa cavan tidak bisa mencintaiku"teriak histeris bella yang mengungkapkan isi hatinya.


"sudahlah bell tenangkan dirimu" ucap jasmine memeluk sang sahabat agar bisa tenang.


"tenanglah bell masih ada hari esok"ucap elena dengan polos sambil mengemut permen dan mendapatkantatapan tajam dari jasmine.


'kenapa? gue punya sahabat yang satu emosional yang satu polos tapi pengendalian,sungguh lengkap dihidupku yang biasa ini'keluh bathin jasmine.


terima kasih banyak yang sudah membaca.


jangan lupa untuk like, vote and koment.



terima kasih yang sudah membaca novelku.

__ADS_1


__ADS_2