I Am Protagonis?

I Am Protagonis?
bab 40


__ADS_3

makan malam romantis bersama cavan dengan diiringi lagu dan suasana damai membuat hati iris sedikit lega,meski masih ada kekhawatiran tapi ia tidak ingin cavan tahu karena ia belum siap untuk membicarakannya.


cavan menatap iris dengan penuh cinta hatinya selalu berdetak kencang saat bersama,wajah mereka semakin dekat dan kedua bibir itu menyatu menyalurkan kasih sayang diantara mereka,hanyut dalam dalam suasana membuat iris lupa untuk bernapas alhasil ia mencoba mendorong cavan.


hah hah napas iris tersengal cavan masih memeluk erat sang pujaan hati dan berkata maaf,cavan mencoba untuk tetap tenang namun gairah semakin tinggi ia pun memilih pergi ke toilet.


"kamu kenapa lama banget ditoilet?"tanya iris yang hampir bosan menunggu cavan.


cavan hanya tersenyum lalu menghampiri dan melakukan ciuman,berisik lirih memang kamu mau bertanggung jawab? ucapnya membuat iris bertemu merah karena malu.


setelah makan mereka memilih untuk pulang karena waktu sudah pukul 22.00 meski mereka sudah resmi bertentangan namun cavan mencoba untuk membatasi sampai nanti mereka menikah itulah janjinya.

__ADS_1


tepat dirumah iris sosok wanita cantik dan anggun sedang berceloteh dengan empat laki-laki tampan, saat iris masuk wanita tersebut menyengitkan dahi 'ngapain kotoran kesini nggak level banget dasar perempuan murahan'


melihat tatapan mengejek seina yap wanita itu adalah seina teman masa sekolah erick sekaligus stev,iris lalu berpamitan untuk kekamar namun mommy menyuruh iris untuk ke dapur mengambil buah apel dan anggur.


"sekalian sama jus jeruk gue haus"celetuk seina memberikan gelas kosong ke iris,tatapan iris terpaku sejenak lalu ia mengambil gelas itu.dalam hati 'vampir gula ngapain dia nyuruh-nyuruh gue? emang gue pembantu.


sambil mengendumel iris memberikan jus ya ke seina lalu ia pergi kekamar orang tuanya sebelum ke kamarnya.ia sedikit jelas mendengar percakapan sang kakak dengan vampir gila itu.


"kak stev kenapa perempuan itu ada disini? apa dia pembantu baru? tapi kenapa gayanya seperti majikan? nggak pantes"ujar seina saat akan meminum jusnya,stev yang mendengar itu menatap tajam seina"kalau lo udah nggak ada urusan mending pulang udah malem kayak perempuan murahan aja".


"apa maksudmu kakak? cuman gara-gara dia omg kakak tahu siapa aku? siapa keluargaku jangan samaan aku dengan dia"teruak seina menggema diruangan itu untungnya kamar kedua orang tuanya ada ditanyain dua jadi tidak mendengar teriakan seina.

__ADS_1


dengan tertawa Gabriel yang sudah muak menunjukkan photo keluarga yang berisi enam anggota keluarga, seona menatap dengan teliti salah satu perempuan yang mirip dengan perempuan murahan itu.


dimeja juga banyak photo iris dengan sang kakak,mereka berpotensi intim layaknya keluarga,otak minim seina berputar menangkap informasi yang diterimanya 'nggak mungkin? kenapa orang tua kakak mengadopsi anak perempuan?.


"gue males jelasinnya mending lo caritahu sendiri gue capek jangan lupa tutup pintu"usir stev ke seina dengan terang-terangan lalu diikuti ketiga sahabatnya.


erick menatap tajam seina'sudah gue bilang jaga jarak jangan seolah-olah kita dekat lo tahu sendiri apa maksudnya".


seina pergi dengan air mata mengalir,ia tidak sanggup dengan tatapan sahabatnya yang jijik 'awas kau perempuan murahan siapapun dirimu kau tidak akan mendapatkan semuanya siapa pun dirimu kau akan tahu akibatnya'.


satu orang dibalik tembok mendengar ucapan seina mengepalkan tangannya dan tertawa sambil menatap punggung seina yang semakin menjauh.

__ADS_1


terima kasih sudah membaca


jangan lupa untuk like,vote and koment.


__ADS_2