I Am Protagonis?

I Am Protagonis?
bab 34


__ADS_3

keesokan harinya dengan polosnya nana ke rumah sakit dan menanyakan keadaan iris tanpa minta maaf,mommy alin dan daddy Robert menatap tajam sosok gadis manis tanpa berucap apapun.


iris yang sudah sadar tersenyum sambil bilang kalau ia baik-baik saja lalu menanyakan kenapa dia kesini sendiri tanpa alexa,nana menjawab jika dia tidak bertemu alexa ia hanya chat minta ruangan yang dirawat iris.


ezra yang baru datang menatap tajam nana"lo yang bernama nana yang sudah menyiram iris?"


nana mengangguk dan menjawab iya lalu polisi datang menangkap nana,nana yang kaget memberontak untuk dilepaskan.


dikantor polisi nana dintrogasi mengenai zat kimia yang terkandung di kuah bakso,nana hanya diam tanpa berucap apapun tatapan semakin tajam lalu dia tersenyum membuat polisi semakin bingung karena tingkahnya.


salah satu polisi membawa alat kebohongan ia berfikir kalau pelaku mengalami ganguan kejiwaan atau hanya pura-pura, tak berapa lama seorang wanita cantik berbau rapih datang dengan marah-marah ke nana.


"nyusahin aja lo,gue bilang juga apa jang bertindak gegabah.pak kalau dia salah masukin saja ke dalam penjara tapi kalau dia gila masukkan saja ke rumah sakit jiwa permisi"ucap singkat wanita itu lalu pergi meninggalkan kantor polisi.

__ADS_1


"bagaimana situasinya?"tanya salah satu polisi yang merupakan komandan,bawahannya berucap jika pelaku memang memiliki ganguan mental dengan bukti hasil cek up dan perilaku yang berubah-ubah.


karena tidak ada satupun keluarga yang mau bertanggung jawab bahkan sang kakak lepas tangan,polisi pun membawa nana ke rumah sakit jiwa untuk menjalani pengobatan dan memberitahu keluarga Abronela kalau pelaku mengidap ganguan mental.


dirumah iris merasa kesepian karena mommy dan daddy tidak mengijinkannya untuk kuliah dengan alasan perban tangannya belum dibuka,padahal yang sakit tangan kiri kenapa jadi susah begini.


ting.


iris memutuskan untuk jalan-jalan ditaman dekat rumahnya disana banyak anak kecil bermain bersama sang ibu ada juga orang jualan,ia tertarik dengan salah satu jajanan dan membelinya beberapa sebagian ia berikan ke anak-anak yang sedang bermain.


"ekhem kelihatannya lo bahagia banget ngeliat anak-anak?"ucap erick yang baru saja duduk disebelah iris.


"gue emang suka anak-anak apalagi kalau mereka pasti seru dari atas sampai bawah sama semua"iris membayangkan jika ia mempunyai anak kembar lalu ia dandani dengan pakaian dan aksesori yang sama.

__ADS_1


erick yang mendengar tersenyum manis dan berkata kalau begitu kita nikah aja gimana?,deg iris terpaku mendengar perkataan sang senior yang tiba-tiba mengajaknya menikah.


iris berkata dengan bijak kalau ia tidak bisa menikah dengannya karena ia sudah mencintai cavan dan ingin hidup bersama hingga maut memisahkan,mendengar kata-kata iris hati erick sakit dan tersenyum kecut'apa sudah tidak bisa aku singgah dihatimu?'.


semilir angin membawa daun-daun bertebrangan membuat rambut panjang iris ikut terbawa dan menutupi wajahnya,erick membantu merapihkan rambut iris dengan teladan berkata'kita pulang saja disini angin semakin kencang takutnya nanti ada ranting yang patah'.


iris mengangguk lalu pergi untuk pulang berbeda dengan erick masih duduk manis menatap punggung iris yang semakin jauh,hatinya sesak tatkala ia mengingat apa yang dikatakan iris.


Tuhan jika cinta ini bukan milikku lepaskanlah agar aku bisa bahagia dengan yang lain.


terima kasih sudah membaca.


jangan lupa untuk like,vote and koment.

__ADS_1


__ADS_2