I Am Protagonis?

I Am Protagonis?
bab 88


__ADS_3

Noah sudah mulai bekerja diperusahaan kania meski statusnya baru anak magang ia cukup antusias apalagi meiliki mentor seperti cavan pengusaha muda yang cukup terkenal dikalangan bisnis.


Sedangkan kania akan mengurus k'beaty untuk mengisi waktu luangnya,ia juga tak perlu setiap hari kekantor karena setiap ada acara mereka akan mengirimkan e-mail untuk ditinjau.


Hari-hari yang dilaui kania masih sama seperti biasanya mengrus rumah tangga,butik serta bermain dengan keponakan."ma aku mau kekantor cavan untuk mengantar makanan bye baby kenzo tante pergi dulu"pamitkania ke mama ana dan baby kenzo yang sedang bermain.


Diperjalanan kania yang menyetir mobilnya hampir menabrak seorang wanita yang lebih muda darinya.


Ciit.


kania yang kaget langsung keluar dari mobil untuk melihat keadaan wanita yang hamir ia tabrak "kamu nggak kenapa-kenapa? atau kita ke rumah sakit untuk memastikan?"tanya kania dengan kawatir melihat badan wanita tersebut.


"gue nggak baik-baik saja sorry kalau gue langsung nyebrang tanpa melihat kanan kiri"ucap wanita tersebut tersenyum jika ia baik-baik saja,lalu kania memberikan beberapa lembar uang untuknya meski di tolak kania memasukkan uang tersebut ke ats wanita itu.

__ADS_1


Setelah kania selesai dengan urusannya ia pun melanjutkan perjalanannya ke kantor cavan meski agak telat tapi ia tetap datang,dengan senyum kania membalas sapaan karyawan yang sudah mengetahui jika dirinya adalah istri cavan.


"selamat siang bu bapak sudah menunggu didalam"ucap salah satu sekertaris cavan lalu kania memberikan bungkusan untuk mereka karena kania tadi sudah mempersiapkannya.


Cklek.


tanpa berucap kania masuk berjalan menuju meja cavan bisa dilihat jika cavan masih sibuk dengan kertas-kertas tanpa memrdulikan jika ada orang didepannya.


Kania hanya menghela napas ketika melihatnya karena dulu dia ada diposisi terseut bahkan vanilla sampai memantik pintu agar dirinya tersadar.


Cavan yang sudah tahu jika sang istri datang ia pura-pura membuka berkas samapai kania memeluknya dari belakang dengan manja.


"kenapa kamu baru sampai? apa ada masalah?"cavan menarik lembut tangan kania lalu mendudukanya diangkuannya sebelim itu ia mengunci pintu denan remot lalu ia memluk pinggang kania dan mencinum bibir kania.

__ADS_1


Rasa cinta cavan selalu bertambah bahkan ia ingin selalu ada di dekatnya tapi dirinya sadar jika ia harus bekerja,satu bulan sudah tak ada teror dari queen sosoknya kini menghilang ditelan bumi namun itu tida membuat seorang cavan lengah justru ia semakin memperketat pergerakannya.


Deru napas dan suara manja dari kania menggema diruangan cavan yang sudah mode kedap suara.


"van~ kita masih dikantor ahh kamu nggak laper ahh jangan digigit ahh"suara kania membuat cavan semakin menjadi ia bahkan menggendong kana ke kamar yang ada diruangannya tanpa memperdulikan kania yang menolak.


Diluar ruangan niko,raka dan sean menunggu sambil memakan makanan yang dibawa oleh kania "cavan gila! Sudah hampir satu jam tapi belum keluar juga makan apa sih tuh anak jangan-jangan malah bikin anak lagi?! Dasar nggak lihat tempat"gerutu niko yang mengomel sambil makan untung kannia juga membawa beberapa kue jadi dia tidak menggedor pintu.


"berisik lo! Kayak lo nggak pernah aja"sean yang sudah pusing dengan ocehan niko membuka mulutnya dengan tenang meski sang sahabat akan berteriak.


Niko yang mendengar ucapan sean lagi-lagi menghela napas agar amarahnya tidak meledak sedang raka hanya duduk diam tanpa ikut campur dengan duo ns.


Terima kasih sudah membaca.

__ADS_1


janagn lupa untuk like,vote and koment.


__ADS_2