
Diruangan yang begitu damai tiga orang sedang bersenang-senang penuh dengan canda tawa,tidak ada lagi kesedihan yang terpancar dari sosok anak laki-laki yang selalu berwajah dingin.
Senyum merekah menghiasi wajah Arc ia tidak akan menyangka jika tepat dihari ulang tahunnya ia akan mendapat hadiah yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.
"kapan mommy pulang?"ucap Arc yang sedang memeluk erat Kania dengan manja seperti anak kecil pada umumnya.
Sebelum Kania menjawab Cavan sudah mendahului dengan mengatakan kalau Kania akan pulang dua hari lagi yang artinya pas hari ulang tahun Arc.
Arc sangat bahagia sampai ia selalu tersenyum saat disekolah hingga membuat teman-temannya merasa aneh tapi tidak bagi dua kakaknya mereka tahu kenapa Arc tiba-tiba tersenyum bahagia.
Disudut kelas ada dua orang anak perempuan yang sedang memandang Arc dengan berbeda,salah satunya memandang dengan senyum manis` terpesona tapi yang satu dengan tatapan datar.
"ah Arc sangat tampan apalalagi kalau senyum benarkan bel?"ucap salah satu anak perempuan yang terpesona oleh Arc namun tidak dijawab oleh temannya yang pergi meninggalkannya.
__ADS_1
Kenzo yang dengar hanya diam tanpa melihat kearah dua anak perempuan tadi,karna baginya mereka masih anak kecil yang tidak tahu apa itu cinta begitu pun dengan Jeamin yang hanya fokus ke laptopnya tanpa memperdulikan sekitarnya kecuali jika salah satu saudaranya menanyakan sesuatu.
Kedua anak perempuan itu pun pergi meninggalkan tiga saudara dengan dunia mereka tanpa terganggu dengan kebisingan disekitar.
Dirumah Kania dan Cavan orang-orang sedang berkumpul untuk menyusun acara esok,acara yang sudah dari dulu mereka tunggu.
Dari keluarga Kania dan Cavan terdapat juga para karyawan yang ikut membantu dengan membeli barang-barang yang di butuhkan baik itu dekorasi maupun makanan,bahkan Noah ijin kerja karena ingin ikut membantu dan melimpahkan semua pekerjaannya ke asistennya.
Berbeda denga dua orang dirumah sakit Cavan dengan lembut bercerita selama lima tahun terakhir tanpa Kania dan bagaimana ia mengurus Arc yang selalu bertanya kaan mommynya kembali.
Yap Kania seolah mengulang kembali cerita masa lalu dan lebih syok lagi ia berada dinovel yang sama namun dengan peran yang berbeda,saat ia bangun sempat berpikir untuk berbicara dengan Dava namun Cavan selalu didekatnya.
Bukan diriya tidak mau bercerita tentang hal itu namun ia ragu Cavan akan menerima apa yang ia ceritakan dan satu-satunya orang yang dapat membantunya adalah Dava sang penulis.
__ADS_1
Cavan yang melihat Kania melamun mengelus rambutnya dan bertanya kenapa melamun?,Kania yang kaget segera mengubah raut wajahnya dan berucap jika ia sedang memikirkan bagaiman menebus lima tahun bersama keluarganya.
"kamu tidak perlu menebus apa pun semua yang sudah terjadi memang harus terjadi dan kita jalani saja kedepanya,aku dan Arc hanya ingin kau ada dihidup kami"ucap Cavan sambil memeluk erat sang istri yang sangat ia cntai dn ia rinduka selama lima tahun terakhir.
Disisi lain ada seorang pria yang sedang mengomel karena sang bos yang selalu menghilang dan melimpahkan semua pekerjaan kepadanya.
"lama-lama gue bisa gila kalau terus begini gue harus minta cuti setelah ini aarggghh badan gue rasanya ancur semua"keluh seorang pria yang sedang memijat tangannya yang pegal.
Ceklek.
"haah my brother akhirya kau datang juga gue udah nggak sanggup untuk menjalani hidup ini"ucap pria dati dengan dramatis menangis sedih meminta iba namun pria yang baru datang hanya menatap datar tanpa berucap apa pun.
"gini amat punya temen kulkas 12 pintu dua-duanya nggak ada yang bener untug setia kawan dan kaya kalau nggak......aaahhh pusing kepala gue liyer liyer mumet sirahku mas"
__ADS_1
"lo mau gue antar rsj"ucap pria yag baru datang dengan santai dan muka datar.
"what? apa lo kata! Lo pikir gue gila ! Udah gue mau pergi bye 'sialan dasar kulkas 12 pintu gila'ucap pria tu sabil berkomat kamit tak jelas dan pergi meninggalkan.