
hidup harus tetap berjalan meski terkadang tak sesuai dengan keinginan...
tok tok tok..
cklek..
"sayang bangun sudah pagi bukannya kamu harus ke kampus baru"mommy membuka hordeng dijendela dan melihat sang putri sudah bangun untuk mandi.
iris yang masih belum sadar mencuci muka lalu ia mulai bersih-bersih selesai bersih-bersih ia memberikan berkas dan buku yang harus dibawa.
"pagi semua"
"pagi princes"
"pagi sayang "
"pagi dek"
"kamu nanti berangkat bareng kak stev soalnya kamu belum tahu dikampusnya"ucap stev memberitahu iris.
"iya kakak,kak evan sama kak erza kemana?"
"mereka sudah berangkat ke kantor dan ke rumah sakit"jawab mommy alin yang sedang menyiapkan makanan untuk iris.
"mom kita berangkat"stev mencium pipi mommy dan mencium tangan daddy sama seperti stev iris pun melakukan hal sama bedanya iris mencium pipi daddynya.
"iya hati-hati "
__ADS_1
dipertahankan iris merasa gugup padahal ia sudah hampir ketiga kalinya untuk kuliah namun rasa gugup masih hingga didirinya,setelah sampai ia turun dari mobil bersama kak stev.
banyak pasang mata menatap kagum ke arah mereka,sudah iris duga dari awal pasti kedatangannya bersama kak stev akan heboh.
"wow siapa yang disebelah Prince stev?"
"oh no jangan-jangan kekasihnya?"
"oh tidak sikulkas tampan sudah ada pawangnya"
"cantik,manis dan imut"
"siapa dia?"
mendengar ucapan sekitarnya iris merasa sedikit risih meski dulu ia pun sempat seperti ini namun sekarang ia sendiri tak ada sahabat.
"tidak juga aku dulu juga sudah merasakannya"
"benar juga gen Abronela memang tidak bisa dianggap remeh"ucap bangga Steven yang lahir dengan hampir sempurna,melihat kelakuan sang kakak iris hanya menggelengkan kepala tanpa berucap.
setelah dari ruang kepala sekolah stev mengantar iris ke kelas pertamanya dan ia pergi ke kelasnya.
iris melihat sosok perempuan yang anggun sedang duduk sendiri dan bangku disebelahnya kosong,ia pun berinisiatif untuk duduk disebelahnya"hai boleh duduk disini?"
perempuan anggun tadi mendongak menatap iris beberapa detik lalu ia mengaggukan kepala,setelah mendapat persetujuan iris langsung duduk disebelahnya dan mencoba untuk berkenalan"hai gue iris boleh tahu siapa nama lo?"
"hai gue Alexa panggil saja lexa,lo anak baru itu kan? yang pindahan dari luar negeri?"
__ADS_1
"iya itu gue ini kapan mulai belajarnya?"
"sebentar lagi juga dosen datang"setelah lexa berucap dosen masuk dan meminta iris untuk berkenalan lalu pelajaran pun dimulai.
tak ada yang berbeda semua pelajarannya sama dan hampir semuanya sudah dikuasai iris namun itu tidak membuatnya besar kepala,ia masih tetap mencatat agar tidak terlalu menonjol karena itu tidak baik.
jam pelajaran berakhir dan mereka keluar untuk istirahat,lexa mengajakku untuk ke kantin ia sosok yang periang dan mandiri tidak lupa ia cukup anggun dalam melakukan sesuatu.
tiba dikantin ia dihampiri oleh tiga perempuan dengan dandanan sedikit terbuka,iris yang tidak tahu hanya diam melihat tiga sosok duduk dan berdiri didekatnya.
bisikan mulai terdengar dan kata-kata Queen bully pun semakin jelas,iris yang tidak tahu apa-apa karena tidak disebutkan dalam novel.
brukk.
"wow ada cewek cantik namun sayang tak secantik diriku haha hei gue peringatan jangan deket sama my Prince Steven!! you anderstand"seketika air didalam gelas tumpah le tubuh iris.
byur..
"Haha j****** pantas mendapatkannya "ucap sosok gadis berambut ikal dengan mata besar namun masih terlihat cantik bernama Ruby Lilyana Daviz.
"dengerin tuh jangan sok kegatelan"orang disebelah Ruby,Vellyne Xaviera Demian dan satu lagu yang sedari tadi hanya tersenyum bernama Denissa Azelia Xander.
mereka adalah geng yang suka bully apalagi mereka yang berani dekat dengan stev dan kawan-kawan.
apa yang akan terjadi dengan iris?
terima kasih sudah membaca.
__ADS_1
jangan lupa untuk like, vote and koment.