I Am Protagonis?

I Am Protagonis?
Bab 110


__ADS_3

Perayaan yang sangat meriah setelah 5 tahun berlalu seluruh keluarga berduka cita menyambut perayaan ini,sebagian besar dari keluarga dan karyawan yang sudah lama bekerja bukannya mereka tidak memanggil kolega cuman acara kali ini khusus orang-orang tertentu.


Bahkan teman-teman Arc tidak satu pun diundang karena Cavan tidak berencana untuk mengadakan pesta ulang tahun anaknya yang menurutnya masiih terlalu kecil dan ia tahu sebagian besar orang tua dari teman Arc.


Saat semua tamu sedang sibuk Kania berencana untuk bicara dengan Dava sosok yang menurutnya paling bertanggung jawab atas apa yang ia alami.


Tepukan dipundak membuat Dava yang sedang minum menoleh kebelakan dan dikagetkan wajah dingin dan galak seperti singa ingi menerkam.


"ekhem hai~~ lama tidak bertemu"ucap Dava tertawa canggung dengan tatapan Kania yang membuatnya takutuntuk sekian kalinya.


Kania menghela napas lalu melihat sekeliling baru ia menyampaikan beberapa kata dengan serrius dan mengalirlah cerita yang asing bagi seorang Dava namun saat ia mendengar nama-nama yang disebutkan Dava merasa pernah membaca terseebut.

__ADS_1


Dalam beberapa detik Dava terdiam berpikir jika apa yang diceritakan Kania adalah salah satu novel yang ia tulis dan dulu ia juga penah terdampar disana.


"kau....kembali kesana?...bagaimana mungkin ? Meski aku menulis beberapa extra bab tapi aku tidak pernah berikir jika lo akan kembali kesana,tapi ada satu hal yang ingin gue bicarain beberapa hari yang lalu sebelum lo bangun ada kakek-kakek yang nemuin gue dan bilang jika buku yang gue pakai itu...adalah buku ajaib"


"awalnya gue nggak percaya namun sat beliau enceritakan kembali apa yang kita alami gue percaya dengan kata beliau dan dia bilang sebaiknya buku itu dikubur agar tidak ada orang yang menggunakanya dan buku itu udah gue kubur dengan aman jadi itu adalah pegalamin terakhir yang lo alami"


Suasana hening sejenak sebelum Kania berucap dengan serius dan menghela napas "lo beli buku itu dimana bagaimana bisa buku itu menjadi buku ajaib?"


Dari kejauhan Cavan menatap dua orang berbicara denga serius aalagi tatapan dan ekspresi sang istri mengisyaratkan jika pembicaraan itu tentang pekerjaan,meski Kania baru pulang dari rumah sakit namun ia sudah membaca semua laporan selama lima tahun terakhir.


Cavan tidak cembur st Kania berbicara dengan laki-laki lain apalagi mereka sudah dekat seperti Dava,ia tahu hubungan mereka seperti anjing dan kucing yang selalu berantem saat bertemu jadi tidak heran jika dia anya melihat mereka dri jauh tanpa ikut campur.

__ADS_1


Hati Arc sangat senang karena ia bisa memeluk sosok yang selaa ini ia rindukan bahkan ia berharap bisa tidur dengan ibunya namun lagi-lagi avan melarang dengan alasan jika dirinya sudah dewasa.


"daddy dirimu juga sudah tua kenapa tidur bareng mommy itu tidak adil!"teriak Arc dengan marah menatap tajam Cavan dan sedetik kemudian ia menangis sangat kencang membuat Kania menghampiri dua orang tersebut dan menenangkan Arc.


Arc yang merasa mnng menjulurkan lidah ke Cavan karena akhirnya ia bisa tidur dengan sang mommy.


Dkeesokan harinya Kania pagi-pagi sudah bangun untuk membuat sarapan dan bekal,banyak asisten yang membantunya dan mengobrol tentang lima tahun terakhir sebelum dirinya bangun.


"kalian sudah bangun hari ini mommmy yang masak jadi Arc nanti kamu kasih dua bekal lainnya untuk kakakmu"ucap Kania mengambil sarapn untuk suami dan anaknya.


"setelah ini kamu mau kemana?"tanya Cavan

__ADS_1


Karena semalang ia lupa untuk menanyakan kegiatan hari ini,Kania menjawab jika ia akan ke kantor untuk melihat beberapa hal dan mempelajari materi atau proyek baru.


__ADS_2