
dikamar yang luas ada dua orang sedang duduk berhadapan dengan dua ekspresi wajah berbeda satu seperti mayat hidup yang satunya seperti ibu tiri yang siap menebas "mau sampai kapan lo diem kayak mayat begini,sebenernya lo itu kenapa lo kan sudah sering cerita sama gue kalau lo ada masalah jangan diem kayak patung kania dewi!"ucap vanilla yang sudah kehilangan kesabaran melihat sang sahabat diam seperti mayat hidup bahkan matanya kosong.
"cavan..gue suka sama dia mungkin ini mustahil buat lo tapi ketika gue koma gue itu hidup dunia yang asing dan disana gue ketemu sama cavan,kita saling mencintai dan akhirnya menikah namun saat baru menikah gue bangun dan pasti lo sudah kelanjutannya"jawab kania dengan lesu ia memilih untuk tiduran karena badanya terasa lemas.
mendengar ucapan kania yang sedikit mustahil namun tidak ada yang tidak mungkin didunia ini,vanilla memilih untuk pergi setelah kania tidur ia pamit pulang ke keluarga kania di pertengahan jalan tanpa sengaja ia melihat cavan dengan seorang perempuan cantik ia lagi lagi mengehela napas karena mengingat sang sahabatnya'nia nia lo harus move on'.
ditempat lain dua orang sedang duduk direstoran tanpa kata mereka hanya makan sampai sanag wanita mengucapkan kata-kata "apa lo sudah punya seseorang yang lo suka? kalau memang iya mending kita bakalan aja perjodohan ini soalnya gue sudah punya pacar".
setelah berucap wanita tersebut mengakhiri makannya dan pergi meninggalkan cavan sendiri,melihat cavan terdiam membatu hatinya tahu apa yang terjadi namun ia memilih untuk diam karena itu bukan haknya untuk ikut campur.
__ADS_1
cavan terdiam membatu mendengar ucapan stella dia benar-benar tidak tahu soal cinta bahkan ia belum pernah jatuh cinta namun pertemuannya dengan kania membuatnya merasakan perasaan yang berbeda seperti orang gila bahkan wajah kania selalu menghantuinya.
__///__
dipagi yang cerah namun tak secerah wajah kania membuat keluarganya bertanya-tanya kenapa gadis ceria itu berubah menjadi sendu"sayang kamu baik-baik saja? atau kamu mau ke rumah sakit?"tanya mommy menyentuh kening kania namun tidak panas tapi melihat wajah kania seperti orang sakit.
"aku baik-baik saja mom..aku cuman kecapean aja soalnya lagi banyak kerjaan,kania pergi dulu"ucap kania menyakinkan mommynya dan memilih untuk pergi karena dia tahu pasti akan banyak pertanyaan dibenak sang mommy jadi ia memilih untuk kabur.
dikantor kania terjadi keributan ketika dua orang laki-laki tampan mencari bos mereka,karena baru kali ini ada laki-laki yang mencari kania alhasil satu kantor heboh dibuatnya, kania yang sedang bad mood merasa jengah saat ada dua laki-laki ingin bertemu dengannya.
__ADS_1
"hai sorry kalau ngganggu saya ekhem mending pakai gue lo aja biar akrab hehe gue Alvaro Nicholas Theodore panggil saja varo sedangkan dia Sean Samuel Jhosep kita kesini ingin bertanya sesuatu apa hubungan lo sama cavan"ucap varo dengan akrab padahal baru kenal dan wajah kania yang sedikit masam pun tidak dihiraukannya justru ia menilai jika sosok kania itu yang luar biasa.
"gue tidak punya hubungan apapun kecuali rekan bisnis jadi kalau kalian kesini hanya bertanya sesuatu yang tidak berguna silahkan keluar dan tanyakan ke sahabat kalian"ucap singkat kania mengusir varo dan Sean tanpa takut menatap mata Sean yang tajam.
varo dan Sean kaget mendengar ucapan kania yang arogan mereka kira sosok kania itu ramah tapi nyatanya tidak pantas saja dia bisa menjadi ceo diusianya sekarang bahkan setelah koma dia masih bisa menjalankan perusahaannya.
mereka pun memilih untuk pergi karena dari sorotan mata mereka tahu kalau kania sedang dalam mode tidak baik.
terima kasih sudah membaca.
__ADS_1
jangan lupa untuk like,vote and koment.