
Suasana butik tersa canggung ketika kania sudah siuman ia meminta maaf karena tiba-tiba pingsan dengan sigap kania menyuruh vanilla untuk membawa gaun yang sudah disediakan,rasa sesak masih ia rasakan apalagi mengetahui bahwa suami yang ia cintai akan menikah dengan orang lain.
stella sudah mencoba semua gaun ia memilih asal agar cepat selesai bahkan dekorasi dan gedung ia menyerahkan ke pihak kania untuk memilih seolah ia tidak perduli dengan pernikahan ini,sama seperti stella cavan hanya diam sambil memandang wajah sendu kania yang seolah-olah meyiksa bathinnya.
Mama ani dan mamanya stella terus berbincang memilih warna baju yang akan dipakai dan berapa banyak,tak sengaja mama ani menatap cavan sedang menatap kania degan tatapan berbeda lalu ia beralih ke stella yang fokus ke hpnya.
"nia apa semua sudah selesai? Jika sudah tolong kamu kirim nominal dan nomer rekeningnya ke nomer tante nanti biar tante transferr semuanya"tanya mama ana sambil meniai kania dari atas sampai bawah ia seperti melihat dewi dengan aura anggun serta tegas meski wajahnya sedikit pucat namun tidak melunturkan kecantikkannya.
"baik tante nanti akan kania kirimkan apa ada agi yang dibutuhkan biar nanti kania siapkan lalu apakah calon pengantin akan ikut melihat dekorasi gedungnya atau diserahkan ke w.o?"kania mencoba untuk profesional meski hatinya hancur lebur namun ia berpikir bahwa cavan bukan lagi suaminya yang mencintainya melaikan dia hanya orang asing.
Mama nia menjawab kalau semuanya diserahkan w.o karena cavan sedang sibuk begitu pula stella dan ia juga meminta kania agar nanti menginfokan kalau semuanya sudah beres.
setelah semua pergi kania menyuruh vanilla untuk mengurus semuanya,kania pergi dengan lesu a berpikir untuk sejenak berlibur di luar negeri untuk menenangkan pikiran semua pekerjaan ia menyuruh vanilla dan oliv untuk menghandle.
__ADS_1
--///____
Dikediaman Gryason sedang makan malam bersama tidak ada yang berbeda dengan keluarga lain namun agak lebih sunyi hanya suara dentingan sendok dan garpu.
Oliv yang sudah selesai makan mencoba berbicara ke mamanya"ma apa mama yakin mau jodohin kak cavan sama stella? Memang mama nggak punya alon lain? Atau kak cavan mungkin memiliki orang yang ia sukai".
Mendengar ucapan sang putri mama ani kembali memikirkan kejadian di butik ketika anaknya yang alergi wanita tiba-tiba menolong seorang wanita dengan tatapan kawatir"van sejak kapan kamu mengenal kania? .
Bukan hanya cavan yang berhenti makan aron yang pun ikut berhenti lalu memandang sang adik tak lupa oliv yanng kaget mendengar nama kania disebut"maksud mama kania dewi? apa mama memilih k'beauty untuk w.o serta gaun yang akan dipakai?"
Oliv menceritakan siapa sosok kania seolah ia sedang mempromosikan bosnya ke sang mama bahkan ia sangat setuju jika kania yang menjadi kakak iparnya dibbandingkan dengan stella ia memilih 100% kania.
Alec yang selalu diam mencerna informasi tentang kania ceo muda yang juga seorang wanita berkat kejeniiusannya serta kerja kerasnya ia dapatt membangu perusahaannya sendiri tanpa bantuan dari ayahnya,sebenarnya alec sudah lama mendengar nama kania dewi bahkan ia menyuruh cavan untuk kerjasama.
__ADS_1
Tatapannya beralih ke cavan yang sedang fokus makan dan menyuruhya untuk pergi keruangannya setelah makan malam,diruangan hanya ada tiga orang laki-laki salah satunya memainkan hp sedang dua diantaranya sedang serius mengobrol.
"apa kamu menyukai kania? Ucap daddy alec ke cavan dengan tatapan serius begitupula dengan sang kakak yang penasaran dengan jawaban cavan.
orang tua memang menginginkan yang terbaik untuk sang anak tapi belum tentu itu yang baik untunya,tidak banyak nikah pksa yang berujung perceraian bahkan membuat trauma.
Tapi banyak juga yang bahagia itu semua tergantung bagaimana kedua belah pihak saling melengkapi karena menurutku nikah bukan hanya tentang cinta,harta dan umur tapi juga mental secara psikologis.
Terima kasih sudah membaca.
jangan lupa untuk like,vote and koment.
Silahkan mampir ke ceritaku yang lain.
__ADS_1