I Am Protagonis?

I Am Protagonis?
bab 49


__ADS_3

semilir angin membawa daun-daun bertebrangan tak sengaja jatuh ditangan kania yang sedang melamun membayangkan kenangan saat ia menjadi iris,bagaimana ia mendapatkan cinta dan kasih sayang seorang cavan ada sedikit penyesalan dalam hatinya.


sesak semakin terasa hingga suara terisak menyakitkan seakan orang yang berada disekitar dapat merasakan apa yang dirasakannya,semakin kania semakin sakit apalagi saat kenangan itu berputar seperti film ia tak sanggup lagi.


"hiks hah hiks hiks kenapa? semua ini harus terjadi? tuhan jika cavan bukanlah jodohku hapuslah rasa ini hiks hiks aarrggh hiks"tanpa disadari kania ada seseorang yang mendengar apa yang dikatakannya lalu dia memilih untuk pergi.


dua orang sedang kelimpungan mencari kania namun yang dicari sedang nangis ditempat yang susah untuk ditemukan,vanilla sebagai sahabat kania tak tahu harus mencari kemana karena kania tidak pernah menghilang seperti ini.


"liv mending lo pulang gue mau ke rumah nia mungkin dia sudah pulang lagian ini sudah malem dan kelihatannya mau hujan"ucap vanilla menyuruh oliv untuk pulang karena sudah lewat jam 6 sore,ia pun sebenarnya mau pulang tapi berhubung sang bos menghilang mau tidak mau ia harus mencarinya.

__ADS_1


"iya kak hati-hati nanti kalau kak nia sudah ketemu kabari"oliv memilih menurut ke oliv karena ia juga tidak mungkin pulang malam bisa-bisa disuruh kerja bareng kakaknya satu hal yang tidak ia inginkan adalah bekerja bersama kakaknya.


diperjalanan oliv masih memikirkan siapa kania ke cavan,sebelumnya kania pingsan saat bertemu cavan lalu hari ini seolah kania bertemu dengan kekasih yang sudah ia tunggu'apa mereka pernah bertemu? tapi ekspresi kak cavan seolah mereka tidak pernah bertemu sebelumnya lalu....


cit..


bunyi rem mobil mendadak berhenti untungnya tidak ada kendaraan lain saat ia berhenti otaknya seakan tidak mempercayai apa yang ia pikirkan'kania suka kak cavan? oh no oh no itu sungguh tidak mungkin aarrggh kenapa? ta..pi apa ini jawabannya?'.


"Van kenapa dengan oliv? dia sepertinya banyak pikiran? nggak seperti biasanya lewat aja tanpa salam sama kita jelas-jelas kita duduk disini" aron merasa aneh ke adik perempuannya sepertinya dia punya masalah melihat cavan yang masih terdiam tanpa respon membuat aron semakin yakin kalau kedua adiknya sedang ada masalah.

__ADS_1


aron yang memang suka jahil ke adiknya pun mencoba menjahili cavan,ia mencoba mengagetkan dengan suara keras dari hpnya tidak disangka cavan justru memanggil nama perempuan.


seketika aron terdiam mencerna lalu ia menyeringai menatap manis sang adik lalu tertawa dan pergi meninggalkan cavan yang masih kaget dan mencerna apa yang terjadi setelah sadar ia pun berteriak memanggil sang kakak "Aron Edward Grayson!!! apa yang kamu lakukan!!".


aron yang sudah menjauh tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan cavan yang bisa-bisanya melamunin perempuan saat dia sudah dijodohkan"hah kenapa kamu tidak jujur saja cavan kalau begini akan sedikit susah hah semoga kisah cintamu tak seperti kisah cintaku"


sambil memandang langit malam aron merenungi kisah cintanya bersama seorang gadis mungil namun berpikiran dewasa bahkan ia sedikit susah untuk meluluhkannya,berbeda dengan aron.cavan seperti bukan dirinya sedari tadi pikirannya ke kania entah setan apa yang merasukinya kalau kata niko ia jatuh cinta.


'kita bertemu dua kali apa mungkin secepat itu aku jatuh cinta? atau kita pernah bertemu sebelumnya?'

__ADS_1


terima kasih sudah membaca.


jangan lupa untuk like,vote and koment.


__ADS_2