
Diruangan yng begitu luas Cavan yang sedang fokus kerja tiba-tiba merasakan sakit didada,ia berusaha untuk bernapas lalu terlintas nama dalam benaknya 'Kania'.
Bruk..
Sebelum Cavan berucap Niko sudah lebih dulu menarik tangannya dengan kuat,tanpa melihat ekspresi sang sahabat Niko terus berjalan cepat menyusuri lorong dan juga lift.
Saat didalam mobil Cavan bertanya kemana mereka akan pergi namun Niko masih tetap diam dan fokus menyetir hingga rasa sakit menyadarkannya tentang kehadiran Cavan.
"lo lagi ngapain nggak lihat apa gue lagi nyetir! gue aja belum nikah kan nggak seru kalau tiba-tiba ngilang bisa punah manusia tertampan dimuka bumi ini" omel Niko saatnya kepalanya dijitak oleh Cavan namun ia masih belum berbicara perihal tujuannya.
Ciiitt...
Tepat didepan rumah sakit mobil berhenti dan menyuruh Cavan untuk turun,Cavan yang langsung berlari tanpa mengndahkan Niko yang berteriak memanggi namanya.
__ADS_1
Hingga seorang stpam menegurnya untuk tidak berteriak dirumah sakit "maaf pak bu saya permisi" Niko yang kesal sekaligus malu pun hanya bisa tersenyum dan membungkuk sambil meminta maaf.
Braak..
Napasnya seakan terhenti saat ranjang didepan matanya kosong tanpa orang,Cavan yang sudah panik berteriak memanggil dokter dan suster untuk menanyakan tentang keadaan sang istri.
"permisi pak ibu kania sudah dipindahan diruang rawat vvip no.108"uca suster saat melihat sosok yang sangat ia ketahui dan menunjukkan jalannya serta memberitahu keadaan kania.
Saat pintu dibuka terlihat seorang wanita dengan rambut panjang duduk menghapa ke langit yang sedang cerah,Cavan berjalan berlahan mencoba mendekati lalu berlahan memeluk tubh wanita tersebt dengan erat.
Kania pun ikut menangis saat sang suami menangis dipelukkannya dan ia meminta maaf karena harus menunggu lama dan masih bertahan dengannya.
Niko mematung saat menatapdua insan berpelukan bukan karena ia iri tapi ia bersyukur Kania bangun,dering hp membuyarkan moment harunya dan menatap nama yang tertera ia pun segara mengangkat.
__ADS_1
"woy...kalian pergi nggak ngajak-ngajak gue ditinggal sendiri tanpa pesan lagi kalian pikir gue office boy apa! Lo lagi dimana sekarang? Makan nggak ngajak-ngajak lagi awas selek"omel Noah yang ditinggal sendii saat dirinya didalam kamar mandi dan keluar tanpa satu pun manusia diruangan tersebut.
"berisik sekarang mending lo langsung kerumah sakit lalu ke ruang rawat iap vvip no.108 jagan lupa beritahu semua keluarga untuk datang teima kasih sobat"Niko segera mematikan sambungan telephon sebelum Niko menanyakan lebih lanjut.
Dikantor Noah yang mendapat kabar tentang rumah sakit langsung menghungi Arka unuk memberitahu semua keluarga tapi ia lupa kalau hari ini waktunya untuk menjemput anak-anak.
Dan ia memilih unutuk pergi ke kantor Kania untuk memberitahu Vanilla tentang kabar kania.
Diruag rawat inap semua orang menangis bahagia dan saling berpelukan melepas rindu dengan sosok Kania yang hampir lima tahun koma.
"akhirnya kamu bangun sayang mama sudah sangat hancur mendengar kamu koma apalagi baby Arc dia selalu menanyakan keberadaanmu"ucap mama Kania sambil memeluk erat sang anak dan tidak ingin berpisah.
"maaf ma kalau Kania membuat kalian sema kawatir tapi Kania janji ini yang terakhir"ucap Kania dengan yakin meski dalam hati dirinya tidak yakin karena hidup bukan sepenuhnya miliknya melainkan milik tuhan dan semua pasti akan kembali padanya.
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca dan maaf kalau baru update karena hampir dalam 8 bulan ada musibah yang membuatku hancur dan aku lagi mencoba untuk bangkit.
Terima kasih atas dukungan kalian.