
kini kania sudah menjalani hidup seperti dulu ketika menjadi kania sudah satu bulan ia bekerja diperusahaan banyak hal yang sudah ia lakukan bahkan sekarang produk yang dihasilkan sudah sampai luar negeri namun itu tak membuat kania bahagia seutuhnya masih ada hati yang kosong.
vanilla selalu melihat kania melamun tanpa alasan ketika ditanya ditanya menjawab sedang memikirkan perusahaan namun bagi vanilla itu bukanlah alasan.
"nia hari ini kita akan meeting dengan klien baru kita dia ingin menanam modal sekaligus memasarkan produknya,dia bukan dari perusahan makanan? bagaimana bisa dia bekerja sama dengan kita? dia aja dari perusahaan teknologi?"ucap vanilla menjelaskan tentang jadwal serta klien yang akan mereka temui.
mendengar ucapan dan ekspresi vanilla kania hanya tertawa sambil menggelengkan kepala 'apa yang ada didalam pikirannya? memang perusahaan teknologi tidak boleh bekerja sama dengan perusahaan makanan?'.
kania mengajak vanilla untuk pergi ke restoran tempat mereka meeting, diperjalanan kania merasa aneh entah kenapa hatinya sesak dan gelisah ia berusaha untuk tenang'mungkin gue harus ke rumah sakit lagi deh'ucapnya dalam hati.
__ADS_1
direstoran kania dan vanilla sedang menunggu klien yang akan kerja sama dengan mereka,hati kania semakin sesak saat mendengar suara langkah terus mendekati seakan ia familiar dengan perasaan itu.
hatinya semakin tak karuan saat mendengar suara masukin serta menatap wajah tampan didepannya,air matanya mengalir dengan sendirinya hatinya semakin sesak napasnya tidak beraturan membuatnya terduduk.
vanilla kawatir dengan reaksi kania yang menahan sakit ia berteriak"nia lo nggak kenapa-kenapa nia nia" ia semakin takut tatkala kania pingsan,salah satu dua laki-laki langsung menggendong kania dan membawanya ke rumah sakit.
saat di rumah sakit vanilla menelepon kak arka mengatakan kalau kania pingsan,beberapa saat kemudian dokter keluar dan memberitahu kalau kania sebaiknya istirahat karena masih ada sisa kecelakaan dan koma kemarin.
didalam mobil laki-laki tadi termenung saat menatap mata kania untuk pertama kali jantungnya berdetak kencang tidak seperti biasanya meski ia sudah banyak bertemu dengan wanita cantik dan sexy namun ia belum pernah merasakannya bahkan dengan Callista wanita yang selalu menempel padanya.
__ADS_1
sang asisten memandang bos sekaligus sahabatnya dengan tatapan ingin tahu"van lo kenapa ngelamun begitu?"tanya asisten yang sedikit kepo namun ia hanya mendapat tatapan tajam.
"gue kan cuman nanya lagian kenapa tadi tatapan lo kawatir ke bu kania seakan-akan lo udah kenal lama sama dia? atau lo pernah ketemu dia disuatu tempat?"tanya asisten cerewet meski dia laki-laki tapi entah kenapa sang bos betah dengan kecerewetan sang asisten.
"hai Van? kok kamu udah balik? bukannya kamu ada meeting sama perusahaan kania Company food? apa mereka tidak datang? atau dibatalkan? omg nggak bermutu banget tuh ceo mana katanya dia jomblo dari lahir lagi? pasti jelek banget"ujar wanita genit bernama Callista selina yang menjabat sebagai manager keuangan sekaligus wanita yang mencintai bos ya secara terang-terangan.
tanpa menjawab sang bos dan asisten memilih untuk pergi dari pada mendengar ocehan tidak jelas callista yang membuat kuping mereka sakit,Raka Andreas sang asisten menatap bisanya yang sedang melamun dengan tatapan lembut.
"Van lo kenapa sih? semenjak ketemu kania lo itu dari tadi ngelamun terus nggak bosen apa?"ujar Raka yang gemas dengan tingkah bos kulkasnya.
__ADS_1
terima kasih sudah membaca.
jangan lupa untuk like,vote and koment.