I Am Protagonis?

I Am Protagonis?
bab 48


__ADS_3

direstoran kania berusaha untuk tenang hatinya berdetak kencang rasa kerinduan meluap tat kala wajah cavan hadir di pikirannya,dua orang disampingnya menatap aneh bosnya yang sedari tadi terlihat gelisah membuat mereka berpikir kalau bosnya seperti bertemu kekasih.


"ekhem lo bisa tenang nggak atau lo nggak usah ikut aja biar gue sama Oliv yang ketemu klien dari pada kayak kemarin lo pingsan"ujar vanilla menyuruh kania untuk pergi padahal dia bosnya tapi kenapa dia yang diusir.


sebelum kania berucap pintu sudah terbuka dan terlihat dua laki-laki memasuki ruangan,kania berusaha keras untuk bersikap biasa meski didalam hati ia ingin mendekap sang suami.


meeting pun berhasil dilalui kedua belah pihak setuju dan menandatangani perjanjian lalu mereka pergi ke perusahaan masing-masing, diperjalanan cavan terdiam ia mengingat tatapan lembut dan senyuman seorang kania yang menurutnya tidak asing hatinya terasa menghangat ingin mendekap erat tubuh kania.


ia berusaha mengenyahkan pikirannya namun justru wajah kania semakin nyata,raka sang asisten menatap aneh bosnya tingkah lagunya yang menggelengkan kepala serta tersenyum membuatnya berpikir apa bosnya gila? namun dalam sedetik ia enyahkan saat sang bos menatapnya.


"kau kenapa melihat gue seperti itu? ada yang aneh?"tanya cavan yang masih menatap raka namun raka hanya menggelengkan kepala sebagai jawabannya.


Callista tersenyum manis tatkala cavan memasuki ruangan ia menghampiri lalu memberikan kopi panas namun tidak diambil tapi itu tidak membuat callista menyerah baginya perjuangannya belum selesai bahkan ia pernah memakai pakaian sexy dan bertingkat genit tapi cavan tidak memeperdulikannya.

__ADS_1


berbeda dengan cavan yang biasa saja raka merasa risih melihat kelakuan callista yang menurutnya terlalu berlebihan dan ia juga tahu kalau callista menyukai cavan.


"ada apa sama gue? nggak biasanya gue kayak gini hah"cavan mencoba menutup mata untuk menenangkan pikiran namun ia tidak menyadari jika ia justru memimpikan kania,dua orang laki-laki terus mengetuk pintu namun tidak ada jawaban lalu mereka membuka dan mendapati cavan sedang tidur ditempat duduknya.


"pantesan diketuk tidak jawaban? ternyata sedang hiberanasi"ucap salah satu laki-laki berbau warna biru dongker.


"hibernasi Alvaro Nicholas Theodore!"ujar laki-laki berwajah dingin seperti cavan,mereka menghampiri cavan namun saat hendak menyentuh tangannya cavan berucap nama seseorang'kania kania'.


alvaro yang memiliki sifat jahil pun mengambil hp untuk merekam apa yang terjadi sedangkan Sean Samuel Jhosep hanya menggelengkan kepala tanpa menahan kelakuan sang sahabat ia memilih duduk sambil menatap keduanya.


saat cavan membuka mata ia melihat kedua sahabatnya sedang menatap dengan berbagai ekspresi ada yang senyum sumringah ada juga yang datar"ada apa? kenapa tidak bangunin gue?".


"gue nggak mau ganggu mimpi indah lo ya kan sean? siapa kania? tapi sepertinya nama itu tidak asing,apa dia orang yang dijodohin sama lo? atau dia orang lain? hmm ayolah cavan berbagi ceritalah dengan kita dengan senang hati gue akan...sebaran ke seluruh dunia hahaha"ngoceh alvaro seperti kereta api ia seperti matahari diantara dua kutub.

__ADS_1


cavan hanya mendengar ocehan alvaro tanpa memperdulikannya ia menatap Sean seolah berkata lewat mata,seakan mengerti Sean mengambil kertas dan pulpen lalu menuliskan kata-kata.


buk.


pulpen mendarat tepat dikening alvaro yang langsung terdiam sedangkan sang pelaku bersikap acuh tak acuh,saat alvaro ingin berbicara pintu terbuka menampakkan raka dengan wajah datar dan memberikan map ke cavan.


bruk.


cavan membanting gelas didepannya membuat semua orang terdiam melihat wajah kesal cavan alvaro dan Sean seolah mengerti apa yang terjadi.


"panggil semua staf keuangan kita meeting sekarang"ucap cavan meninggalkan ruangan dan kedua sahabatnya,wajah dingin dan datar membuat karyawan takut apalagi saat mereka harus menghadapinya seakan nyawa mereka melayang ke surga.


"siapa yang membuat laporan keuangan bulan ini dan kemarin? kenapa jumlahnya berbeda dengan data dari pihak marketing"seakan ingin meledak cavan menatap tajam semua karyawan termasuk callista yang termasuk dalam staf keuangan.

__ADS_1


terima kasih sudah membaca.


jangan lupa untuk like,vote and koment.


__ADS_2