
Zayn tersenyum kecil ketika mobil yang ia kendarai berhenti di tempat yang awalnya 'bukan' tujuanya. kembali ponsel yang ada di dashboar mobil bergetar, disana tertera nama Austin_menager keartisan Zayn.
Manusia telah di perbudak oleh pekerjaan, dan sepertinya Zayn tak ingin menjadi seperti itu, saat ia bisa lari dari pekerjaan yang tak terlalu penting maka lelaki dengan mata indah itu akan melakukanya. Oleh karena itu, alih-alih melajukan mobilnya kearah kantor. Pria tampan itu malah memilih mengendarai mobilnya kesalah satu kawasan Elite di Manhattan. Mansion adik kesayanganya, siapa lagi jika bukan Kenzo Orlando.
Ini salah satu tempat yang selalu memanggil Zayn untuk pulang, jika dulu Zayn hanya mencari tiga malaikat kecilnya sekarang tidak lagi. Karena semenjak seminggu yang lalu malaikat kecilnya bertambah satu orang.
Angel
Gadis yang dia temukan di depan gereja tempo hari. Berawal dari gadis kecil itu tak ingin melepaskan hingga Zayn tak tega untuk meninggalkannya. Ah, bukan menculik! karena sebelum membawanya Zayn sudah mencari infomasi gadis ini dan ternyata benar. Gadis itu bukan penduduk asli kota ini.
Zayn telah menghubungi beberapa orang untuk mencari tahu identitas gadis itu. Tapi, sepertinya Tuhan memang sengaja menitipkan gadis malang ini padanya. terbukti dari tertutupnya semua informasi, dan berakhir dengannya membawa gadis ini.
"Daddy Zayn...!!!" suara cempreng Jade Feodora Orlando_putri bungsu Kenzo sudah menguasai udara Mansion mewah ayahnya ketika mata biru itu menatap sosok tampan Zayn sudah memasuki ruang Keluarga.
Gadis kecil berusia lima tahun itu berlari dengan sekuat tenaga untuk memeluk Zayn hingga cibiran dari bibir Raiya Liron Orlando_ putra kedua Kenzo tak terelakan.
"Ray hentikan..." Suara Maxim mulai terdengar, lelaki bermata biru menatap malas pada Zayn lalu memilih untuk pergi dari sana.
"Apa yang terjadi dengan Max, Dear?" Tanya Zayn pada gadis dalam pelukanya.
"Seperti biasa, Daddy menghukumnya" setelah mengucapkan itu Ray lalu pergi untuk masuk dan melompat di dalam kolam berenang di tepi ruang besar ini.
Zayn mengalihkan tatapannya pada Jade meminta untuk gadis kecil itu menceritakan perihal yang telah terjadi.
"jangan tanyakan padaku" Gadis kecil dengan rambut pirang itu menutup bibirnya dengan kedua tangannya. dan respon itu membuat Zayn tertawa, ia tak menyangka jika adiknya pria ahli Neraka itu bisa sukses dalam mendidik anak-anaknya.
"Daddy Kenzo hanya mengatakan tidak boleh menceritakan hal penting pada orang lain. Tapi, jika anggota keluarga mu yang menanyakan sesuatu bukankah itu harus mendapatkan jawaban?" Ucap Zayn sembari tersenyum saat Jade, Gadis Kecil itu mulai berfikir dan menampilkan ekspresi yang sangat menggemaskan.
"Bagaimana?" Tanya Zayn lagi
"Apakah boleh aku memberitahumu?" Ternyata Jade masih ragu tentang itu, karena pada dasarnya keturunan Orlando tak di ajarkan untuk mudah percaya pada orang lain. Ah, sepertinya itu terlalu berlebihan karena bukankah makhluk hidup harus saling percaya untuk menciptakan hubungan yang baik?
itu, membuat Zayn memutar bola matanya. inilah repotnya jika memiliki keponakan yang pintar, dan Zayn patut mengacungi jempol atas didikan adiknya. bahwasanya waspada memang harus di miliki oleh setiap orang, karena biasanya belati paling menyakitkan itu di tusuk oleh orang terdekat.
"its okay Dear... Daddy akan mencari tahu sendiri" Zayn berdiri lalu mengendong gadis itu.
"Bagaimana caranya?" Tanya Jade dengan wajah polosnya.
"hmmm entahlah... akan ku fikirkan nanti. Do you miss me girl?"
__ADS_1
"Of course, i can die because i miss you" Dan kalimat pendek dari Jade menarik perhatian Zayn, kalimat pendek yang begitu menggelikan jika di ucapkan anak sekecil ini.
"siapa yang mengajarkan mu?" Tanya Zayn dengan terus melangkah untuk memasuki lift di Mansion ini.
"mengajarkan apa?"
"Itu, i can die because i miss you" ucap Zayn di akhir kalimat dengan nada seperti anak kecil. dan seketika Jade kecil tertawa yang menggira Zayn seperti mengajaknya becanda.
"lucukah Daddy? aku mendengar Ray mengatakan itu pada seseorang di telfon. terdengar menggelikan ya" sekali lagi gadis kecil itu tertawa yang menyangka kalimat itu adalah kalimat lelucon.
"Oh ya, pada siapa?"
"I dont Know. oh ya Daddy kurasa Angel bukan 'namanya'"
"Maksudmu?" sebenarnya Zayn tahu, karena Angel itu hanya nama yang Zayn berikan pada gadis kecil itu, mengingat identitasnya belum terkuak.
"Okay turunkan aku" Ucap Jade ketika pintu lift telah terbuka dan mengantarkan mereka pada lantai paling atas.
gadis kecil itu berlari melewati pintu yang seharusnya Zayn masuki. Jade masuk membuka pintu putih besar yang di ketahui Zayn adalah ruangan yang di sulap oleh Kenzo menjadi taman bermain putri bungsunya ini.
"dimana ya?" Jade telah membongkar semua bantal di sisi ruangan yang telihat seperti sofa. Gadis itu kembali mengangkat bantal di dekat tenda yang ada di ruangan itu, seperti sedang mencari sesuatu.
"Kau sedang mencari apa?" ucap Zayn setelah menggeser mobil pink di depan tenda.
"kertas yang tadi di tulis oleh Angel"
"kertas?" tanya Zayn yang di balas angukan oleh gadis kecil bermata biru itu.
"itu?" Tanya pria tampan itu seraya menunjuk kedalam tenda, disana ada sebuah kertas bersisian dengan krayon yang tertutupi oleh mattress putih. dan si mata biru ini langsung bergegas masuk kedalam tenda untuk mengambil kertas yang sedari tadi ia cari.
"ketemu!" sorak Jade gembira. kemudian gadis kecil itu bergegas keluar tenda untuk memberikan kertas putih itu pada lelaki yang telah terduduk di lantai.
"Apa ini?" tanya Zayn "Hana?" lelaki tampan itu membaca apa yang tertulis di dalam kertas, Zayn melempar tatapannya pada gadis kecil yang juga sedang menatapnya, dan di balas anggukan oleh Jade.
"Ku fikir ini adalah nama aslinya" Jade duduk tepat di depan Zayn "Tadi, saat aku mengambar dia malah menuliskan itu berulang kali. Aku sengaja menyimpan yang ini takut akan terbuang saat Rose membersikan ruangan ini"
Zayn hanya bisa terdiam menilik kertas yang tergores crayon merah bertuliskan 'HANA' tulisan khas anak kecil.
__ADS_1
"mungkinkah?" gumam Zayn seraya menyentuh dagunya yang di tumbuhi jambang halus.
"iya saat aku memanggilnya Angel, dia melambaikan tangan dan menunjuk kertas ini" ucap Jade membuat Zayn mengangguk paham lalu kembali mengendong gadis kecil ini untuk keluar dari kamar ini dan masuk kedalam kamar yang lain.
Zayn menurunkan Jade perlahan lalu tangannya membuka daun pintu. lantas kornea matanya bisa menatap tubuh malaikat kecil itu masih terlelap di atas kasur king size nyamanya. Tubuh gadis kecil itu masih terbungkus bed cover yang senada dengan warna kamarnya yang di dominasi warna dusty pink dengan Design yang menyerupai kamar princess di cerita Disney.
Zayn sangat bersyukur saat gadis kecil ini senang ketika ia mengenalkan pada keluarga adiknya, apa lagi Jade, si mata biru itu sangat senang bisa mendapat teman baru. oleh karena itu Zayn memilih menitipkan gadis Kecil ini pada adiknya. sebab terlalu bahaya jika membawa anak ini selalu bersamanya. karena Zayn tahu betul begitu banyak orang yang ingin mengoyak kehidupan pribadinya.
Zayn memilih duduk di sebelah ranjang sembari menilik wajah cantik gadis yang kini telah ia anggap sebagai putrinya. Zayn berani meninggalkan pekerjaanya bukan tanpa alasan, ia bukan jenis pria yang meremeh suatu pekerjaan. Tapi, ketika Keyra mengatakan tubuh Angel, ah tidak lagi. Hana panas ia langsung pergi untuk menemui gadis kecil itu.
merasakan pergerakan di samping ranjang membuat Gadis kecil itu terbangun dan langsung mendudukan diri ketika menyadari kehadiran Zayn.
"Hana?" ucap Zayn. lalu nama itu membuat garis melengkung tercipta di wajah gadis cantik itu, lalu ia berhambur kedalam pelukan Zayn. begitu pula dengan jade yang tak ingin kalah dari orang lain.
TBC
as Maxim altha Orlando
as Raiya Liron orlando
as Jade Feodora Orlando
kemaren kaka iin pernah bilanv kalo dia pen tahu tumbuh kembang Maxim 🤣🤣🤣
tenang ay masukin Maxim disni kok
jadi bisa ya liat teumbuh kembang kesayangan haha
ay jelasin pelan ya kaka 🤣🤣🤣
sabar karena idup ini perjalanan jadi harus pelan2 kalo ngebut ntr nabrak 🤧
__ADS_1