I Hate You Bastard

I Hate You Bastard
Episode 51


__ADS_3

Dalam satu bulan ini, perusahaan ritel milik Dave berkembang dengan pesat. Namanya serta perusahaannya semakin dikenal banyak kalangan. Apalagi Dave saat ini tengah menjalin hubungan kerja sama dengan perusahaan mega raksasa dunia.


Tidak hanya itu, hubungan kerja sama mereka tidak berlangsung dalam waktu singkat, melainkan akan berlanjut menjadi sebuah relasi yang berkesinambungan hingga beberapa dekade berikutnya.


Terlepas dari masa kejayaannya, hubungan Dave dengan wanita yang akan menjadi ibu dari anaknya pun semakin dekat, meski belum mencapai tahap seperti dalam bayangan Dave.


Tetapi, itu sudah merupakan suatu keberhasilan, mengingat betapa keras kepalanya seorang Safira dan juga terkenal akan sifat dingin dan tak tersentuh oleh lelaki mana pun. Dave cukup hebat meluluhkan wanita keras kepala itu.


"Kita akan pergi kemana Dave?" tanya Safira ketika Anna keluar dari kamar mereka setelah membantunya memakai gaun malam yang sangatlah indah.


Keduanya berada di depan cermin, dengan Dave memeluknya dari belakang. Pria itu menyembunyikan wajahnya di ceruk leher jenjangnya, menghirup aroma yang bagaikan heroin itu dalam-dalam.

__ADS_1


Jika dulu Safira sangat risih ketika Dave menggelayut dengannya, kini tidak lagi. Bahkan Safira senang ketika Dave dekat-dekat dengannya, atau bahkan melakukan sesuatu yang lebih intim bersamanya.


"Maaf, beberapa bulan ini aku mengurungmu di rumah ini. Untuk menebusnya, aku ingin membawamu dinner keluar. Aku sudah mereservasi restoran paling terkenal di kota ini." ucap Dave.


Mendengar itu, wajah Safira menjadi cerah. Memang selama ini, Dave jarang membawanya keluar dari rumah. Tapi hal itu tidak terlalu memberatkan Safira, karena pekarangan rumah ini sangat luas dan juga dipenuhi bunga-bungan yang indah. Oleh karena itu, Safira tidak akan stress, karena bunga-bunga itu adalah obat stresnya.


"I have something for you." Dave mengeluarkan sebuah kotak beludru biru dari kantungnya.


Safira tersenyum, hatinya menghangat melihat hadiah yang tentunya tidaklah murah. Namun, bukan harga yang Safira lihat, entahlah yang penting dia sangat menyukai pemberian pria bastard ini.


Dave memasangkan kalung itu ke leher Safira, tidak lupa mengecup bahunya setelah selesai. "Kau menyukainya?"

__ADS_1


Safira mengangguk cepat, "Kalung ini hanya ada lima di dunia. Kau benar-benar membelikan barang semahal ini untukku?"


"Why not? Everything just for you." kata Dave. Safira terpaku, ia menatap mata Dave dengan dalam. Ucapan Dave lagi-lagi membuat dirinya berharap lebih akan hubungan yang tidak jelas ini.


"Dave...." manik Safira meremang.


"Kenapa Safira? Sejak dirimu hadir dalam hidupku, tidak ada lagi ketenangan di dalamnya. Kau mengacaukan semuanya. Kau merebut duniaku. Dan.... kau membuatku berubah." Dave menangkap wajah Safira ke dalam tangannya.


"Asal kau tahu sayang, hidupku sangat berantakan sejak aku menginjak usia dewasa. Alkohol dan wanita adalah hidupku selama betahun-tahun lamanya. Aku tidak bisa hidup tanpa mereka. Tapi, sejak kau hadir dalam hidupku, semuanya berubah." tutur pria itu.


"Kau adalah malaikatku. Penghuni hatiku yang telah membatu selama bertahun-tahun ini. Dan, apakah aku masih punya alasan untuk tidak menuruti malaikat yang ada di hadapanku saat ini?" ujarnya.

__ADS_1


"Dave...." manik Safira berkaca-kaca. "Kumohon jangan buat aku berharap lebih. Jangan jerumuskan aku ke dalam perasaan yang tidak seharusnya, jika pada akhirnya kau akan meninggalkanku." wanita itu menundukkan kepalanya, enggan membalas tatapan Dave.


__ADS_2