I Hate You Bastard

I Hate You Bastard
Episode 62


__ADS_3

Setelah malam itu, hidup Dave benar-benar hampa. Wanita yang ia cintai kini telah pergi meninggalkannya, membawa darah dagingnya bersamanya.


Pupus sudah rencana dan harapannya dalam meniti masa depan bersama wanita itu. Hidup bahagia bersama anak-anak mereka yang tampan dan cantik, dan menghabiskan sisa hidupnya bersama mereka.


Namun semua tidak bisa ia capai karena masa lalunya yang suram. Ia tidak pantas bersanding dengan wanita yang tidak tersentuh itu. Safira terlalu suci untuknya yang kotor dan murahan.


Sudah satu bulan berlalu sejak Safira diambil paksa darinya. Dave termenung di dalam kamar yang penuh dengan kenangan bersama Safira.


Lima bulan lebih terjadi berbagai hal di kamar ini. Tawa dan tangis Safira, bahkan ******* penuh nikmat ketika ia membawa Safira ke dalam suasana erotis yang menggairahkan, masih teringat jelas dalam ingatannya.


Dave masih mengenakan kemeja kerjanya, dan acak-acakan. Meski sudah sore ia sudah pulang lebih cepat. Semua ini karena rasa rindu yang menggunung pada wanitanya, membuatnya menelantarkan pekerjaannya.


Dave mengambil gaun Safira yang sering ia kenakan. Sebuah gaun hamil dengan motif bunga lili yang Dave hadiahkan beberapa bulan yang lalu.


Ia menghirup dalam-dalam aroma yang masih tertinggal di baju itu. Aroma Safira yang selalu membuatnya mabuk kepayang. Rasanya sangat menyenangkan, dan setidaknya rindu itu berkurang.

__ADS_1


"Apa kabarmu sayang? Bagaimana keadaanmu sekarang? Apakah kau sudah bangun dan mencariku? Kenapa sampai sekarang masih belum ada kabar? Kau tidak merindukanku?" pria itu bermonolog sendiri, sambil meratapi foto dalam bingkai, Safira bersama dirinya yang tengah berpelukan mesra.


"Usia kandunganmu sudah tujuh bulan. Harusnya hari ini kita melakukan kontrol ke dokter." lirih pria itu.


Itulah yang Dave lakukan selama satu bulan ini. Pulang lebih awal dan mengenang saat-saat bersama wanitanya di kamar ini. Tidak ada hal tang berarti yang ia lakukan. Pikirannya hanya tertuju pada Safira dan selamanya Safira.


Mengelola perusahaannya yang ia rintis dari nol pun, Dave tidak bersemangat lagi. Beruntung Ardon, sahabatnya membantunya menopang agar perusahaannya tidak jatuh. Padahal ia sudah susah payah membangun perusahaannya.


Dave keluar dari kamarnya setelah mendapat panggilan dari anak buahnya. Pria itu mengeluarkan mobil range rover hitam yang biasa ia pakai dengan Safira dari garasi, lalu menancap gas membelah jalanan kota.


Dave bicara sebentar dengan mereka, kemudian salah satu penjaga membawanya masuk ke dalam rumah.


Suasana di rumah itu sangat sepi dan gelap. Ketika lampu dinyalakan, sesosok gadis terikat di sebuah kursi di tengah ruangan.


Gadis itu tadinya tertidur, tapi ketika mendengar kedatangan Dave, ia terjaga. Mulut gadis itu dibekap dengan seutas kain.

__ADS_1


Manik gadis itu membelalak ketika ia melihat Dave di hadapannya. Gadis itu berteriak, namun ia kesulitan.


Dave mendekati gadis itu perlahan, matanya menatap tajam wanita yang merupakan masa lalunya.


"Alice!" suara bariton pria itu menggema di dalam ruangan.


Ya, gadis itu adalah Alice. Wanita yang hampir menjadi istri Dave, kini terlihat menyedihkan.


"Berani sekali kau menyentuh anak dan wanitaku!"


Sebuah senjata api Dave bidikkan tepat di kepala gadis itu.


Dave tidak suka berbasa-basi dengan lawannya. Termasuk Alice yang telah berani mencelakai wanita yang ia cintai dan darah dagingnya, tidak peduli bagaimana hubungan mereka dulu.


Dor....

__ADS_1


__ADS_2