I Hate You Bastard

I Hate You Bastard
Episode 74


__ADS_3

"Daisy.... kau merindukan Daddy?" Safira menggendong putrinya. Safira meruntuhkan segala pertahanannya. Hatinya begitu hangat setelah mendengar gumaman putrinya yang tengah merindukan ayahnya.


Sebuah perasaan baru yang sangat mendebarkan hatinya, Safira tiada hentinya mengecup pipi putrinya.


"Maafkan Mommy sayang, Mom telah membuatmu berpisah dari Daddy." ucap Safira penuh penyesalan.


"Mommy janji, tidak akan membuatmu kehilangan kasih sayang Daddy-mu." Maniknya berkaca-kaca, sementara bayi dalam gendongannya hanya tertawa melihatnya.


Daisy selalu riang setiap saat. Bayi suci tanpa dosa itu selalu membuat Safira terhibur dengan tawanya yang menggemaskan.


***


Pagi-pagi sekali, seperti biasa Safira sudah rapi dengan kemeja kantornya, begitu juga dengan Daisy yang sudah cantik. Dimana bayi-bayi lain masih tertidur pagi-pagi ini, Daisy malah terlihat segar setelah dimandikan.

__ADS_1


Ia menggendong Safira menuju ruang makan, dimana semua anggota keluarga sudah berkumpul.


Safira tiada hentinya tersenyum, hatinya sangat senang akan perkembangan buah hatinya.


"Pagi semua." sapa Safira dengan menirukan suara anak kecil.


"Pagi cucuku sayang." jawab Davina yang diikuti oleh yang lain.


Safira meletakkan Daisy di kursi bayinya lalu menyiapkan bubur khusus bayinya.


Namun Davina tidak pernah mengerti, bagaimana perasaan putrinya sejauh ini. Davina tidak tahu, putri keduanya itu begitu kesepian.


Derri tersenyum memperhatikan putrinya yang masih tetap kuat setelah apa yang terjadi padanya.

__ADS_1


"Safira, bagaimana hubunganmu dengan Daniel?" Derri membuka pembicaraan.


Daniel yang yang dimaksud adalah teman laki-laki Safira, yang merupakan teman satu sekolahnya dulu, dan sekarang juga menjadi partner Safira di perusahaan.


Keduanya berhubungan baik, begitu juga dengan keluarga mereka. Oleh karena itu, mereka berharap besar Daniel menjadi laki-laki yang akan membahagiakan Safira.


Safira mengangkat alisnya, ia mengerti maksud dari Derri. "Ayah, hubunganku dengan Daniel hanya sebatas teman, tidak lebih." sanggah Safira. Sudah lama Derri mendesaknya untuk hal ini, tetapi hati Safira sama sekali tidak siap menerima sosok baru dalam hidupnya.


"Jangan egois Nak, Daisy membutuhkan sosok ayah dalam hidupnya." itu adalah sebuah penekanan.


"Dan Safira tidak yakin, Daniel menerima Daisy menjadi putrinya, Ayah." jawab Safira, yang mana membuat Derri terdiam.


"Daniel adalah laki-laki yang baik. Dia mencintaimu, kau tahu itu dengan pasti. Sudah berkali-kali dia ingin melamarmu. Dengan begitu, dari mana kau berpikir kalau Daniel tidak menerima Daisy. Ayah dan Daniel sudah bicara, ia bersedia menerima dirimu bagaimana pun keadaanmu. Jadi apa lagi yang kau khawatirkan?" tutur Derri.

__ADS_1


"Dan belum tentu, Daniel bisa menjadi ayah yang baik untuk Daisy. Aku sangat menyayangi putriku Ayah. Daisy adalah saksi akan semua musibah yang kualami. Dan Safira tidak mau, Daisy menderita karena diriku. Maaf Ayah, Safira tidak bermaksud melawan, tapi aku tidak mau mengambil resiko untuk putriku. Aku baik-baik saja dengan statusku saat ini, jangan terlalu memikirkannya." ucap Safira, dan Derri sama sekali tidak bisa membantah hal itu. Karena apa yang Safira katakan benar adanya. Tidak ada yang bisa menjamin, Daniel bisa menjadi ayah yang baik untuk cucunya.


"Lebih baik Ayah perhatikan Kak Denna. Di umurnya saat ini, harusnya Kak Denna sudah menikah dan punya anak." lanjutnya.


__ADS_2