I Hate You Bastard

I Hate You Bastard
Episode 53


__ADS_3

Setelah mendengar penjelasan Dave, Safira merenung dalam hatinya. Wanita itu menimang apakah yang Dave lakukan saat ini salah atau benar. Tetapi bukan itu yang menjadi perhatian Safira.


Yang menarik perhatiannya adalah, Dave telah berjuang hanya untuk dirinya. Pria yang terkenal akan sifat buruk dan tidak independen itu rela mengubah seluruh perangainya hanya agar bisa memilikinya. Hal itu membuat hatinya menghangat, begitu besar perjuangan Dave untuknya.


"Kau melakukan semua itu?" lirih Safira dengan tangan membelai dada pria itu. Saat ini, Dave tengah memangkunya di atas sofa. Keduanya begitu menikmati momen dimana mereka sudah saling menyadari perasaan masing-masing.


Dave hanya mengangguk, mengusap bayi dalam perut Safira sambil sesekali mencium keningnya.


"Mendirikan perusahaan bukanlah hal yang mudah. Ayah saja butuh waktu bertahun-tahun merintis perusahaannya. Tapi kau dalam enam bulan.... aku..." Safira masih sulit percaya.


"Aku tidak sendirian Safira. Sahabatku Ardon, dia pengusaha hebat dan perusahaannya sama dengan milik Kakakmu. Dia yang membantuku makanya aku bisa menjadi seperti saat ini." jelas Dave agar Safira tidak bingung lagi.


"Tapi tetap saja. Enam bulan terlalu cepat." Safira tersenyum, "Kau hebat Dave."


Mendengar itu, Dave terkekeh, hatinya sungguh bahagia. "Kau memujiku? Aku sangat tersanjung."

__ADS_1


Begitu juga Safira yang tersenyum malu, pipinya merona akan momen yang sangat langka ini.


"Apakah kita akan seperti ini sampai pagi? Ayo, kita sudah terlambat makan malam." ucap Dave.


Safira mengangguk, dan kedua insan itu berangkat menuju restoran berbintang di kota itu.


Melebihi ekspektasi Safira, makan malam ini bukanlah makan malam biasa. Dave telah menyiapkan segalanya dengan begitu sempurna.


Ruang VVIP yang didekorasi dengan begitu indah, serta lilin-lilin menyala yang mengelilingi ruang gemerlap itu membuat suasana menjadi romantis. Safira hanya bisa tersenyum ketika pertama kali memijakkan kakinya di tempat ini.


"Ini sangat indah Dave."


"Tentu saja."


Dave menarik kursi dan membantu wanitanya duduk. Setelah itu, tiga orang pelayan datang dan menyajikan makan malam mereka dengan cepat. Dan keduanya memulai dinner romantis perdana mereka.

__ADS_1


Setelah mereka menyantap makan malam mereka, Dave menarik Safira agar duduk di pangkuannya.


"Dave, aku duduk di kursi saja." Safira takut seseorang masuk ke dalam ruangan.


"Sayang, ini ruang VVIP, tidak akan ada yang berani masuk. Kau sungguh menggodaku dari tadi. Hampir saja kau kujadikan makan malamku." Dave sangat gemas, menciumi bahu Safira yang terbuka.


Dave lepas kendali, pria itu lupa dimana ia sekarang. Pria itu menarik gaun Safira hingga kedua buah dadanya terpampang nyata di depan matanya.


"Dave, kau gila." Safira sangat terkejut, tidak menyangka Dave akan melakukan hal seperti ini di tempat ini. Safira mendorong Dave dan berusaha menutupi tubuhnya. Tetapi Dave tidak membiarkannya.


Dengan satu tangannya, Dave menahan tangan Safira, sementara lidahnya begitu gencar memainkan dada wanita itu.


"Dave...." ******* manja lolos dari bibir wanita itu. Meski dia kesal pada Dave yang tidak tahu tempat, tetapi tubuhnya tidak bisa berbohong.


"Mereka semakin besar sejak kau hamil. Aku masih ingat saat pertama kali aku menyapa mereka. Mereka hanya sebesar ini." Dave mempraktekkan tangannya membuat Safira mengerutkan keningnya kesal.

__ADS_1


Dave terkekeh melihat wajah kesal wanitanya. Tidak ingin membuat Safira kesal berlama-lama, pria itu meraup milik wanita itu dengan sensual. Kekesalan Safira sirna, berganti dengan ******* penuh kenikmatan.


Dave tidak tahan lagi, "Sayang, haruskah kita melakukannya di sini?"


__ADS_2